Ketik disini

Giri Menang Headline

Jenazah Huryati a�?Tersanderaa�? di Malaysia

Bagikan

GIRI MENANG-Nasib malang kembali menimpa Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia asal Lombok Barat (Lobar). Huryati, warga Dusun Karang Sembung, Desa Merembu, Kecamatan Labuapi dikabarkan meninggal dunia di negeri Jiran Malaysia.

Malangnya, jenazah ibu tiga anak ini tak bisa dipulangkan ke Tanah Air. Lantaran, keberangkatan kali kedua Huryati ke Malaysia dinilai ilegal. Dimana visa yang dikantongi Huryati sudah mati atau tak diperpanjang.

Samsudin, kakak kandung almarhumah menuturkan, pihak keluarga mengetahui kabar Huryati meninggal Jumat (13/10) lalu. Kabar ini disampaikan kerabatnya yang juga seorang TKI di Malaysia.

a�?Kabarnya Huryati meninggal setelah meloncat dari lantai tiga kediaman majikannya di Johor, Malaysia,a�? ungkapnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Itu dilakukan, lantaran Huryati menghindari razia TKI ilegal yang dilakukan kepolisian dan pihak imigrasi Malaysia. Korban sendiri, sempat dirawat dan mengalami koma beberapa hari di rumah sakit setempat.

Huryati sendiri mencoba menghindari razia dengan cara keluar melalui jendela di lantai tiga rumah majikannya. Dia mencoba turun dengan menggunakan kain selendang.

a�?Tapi lantaran tidak kuat, dia terjatuh,a�? papar Samsudin saat ditemui Koran ini, Sabtu (14/10) lalu.

Pihak keluarga pun sudah mencoba menghubungi Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Indonesia A�untuk Malaysia. Menurut Kedubes RI, pihak Malaysia meminta surat keterangan melalui pemerintah desa dimana Huryati tinggal. Dimana isinya menerangkan, pihak keluarga mengikhlas jenazah korban dimakamkan di Malaysia.

a�?Malaysia minta adanya surat keterangan dari pihak desa, tapi kita inginkan jenazahnya (Huryati) dimakamkan di Lombok,a�? tegasnya.

Belakangan, pihak imigrasi Malaysia memberikan pilihan lain. Yaitu meminta keluarga mentrasfer uang sejumlah 4.500 Ringgit atau sekitar Rp 15 hingga 20 juta, sebagai pengganti biaya perawatan almarhumah saat di rumah sakit dan biaya pengiriman jenazah.

Namun pihak keluarga belum dapat memenuhinya lantaran belum memiliki uang. Huryati sendiri sudah lama menjanda dan koni menjadi tulang punggung keluarganya.

Samsudin berharap jenazah Huryati dapat dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya. Dia mengaku sudah meminta bantuan BNP2TKI serta Pemda Lobar untuk memulangkan jenazah almarhumah.

a�?Kita berharap Pemda Lobar juga dapat membantu,a�? harapnya.

Terpisah, Plt Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lobar Mujitahid mengaku belum menerima laporan adanya TKW yang meninggal di Malaysia atas nama Huryati. Menurutnya, jika TKI/TKW yang melakukan keberangkatan untuk kedua kalinya, biasa melalui PJTKI. Artinya, tidak pernah melaporkan kembali kepada dinas terkait.

a�?Biasanya ada PJTKI yang memberangkatkan, siapa tahu dia berangkatnya ilegal. Kalau (keberangkatan) kedua itu biasanya ilegal, tanpa lapor ke kita (Disnaker). Itu masalahnya,a�? jelasnya.

Sebab itu, ia menyarankan agar keluarga mengecek perusahaan yang memberangkatkan korban. Terkait permintaan keluarga korban yang mengharapkan agar jenazah dapat di pulangkan, Mujitahid berusaha membantu jika administrasi keberangkatan korban lengkap dan legal. Nantinya jika telah diketahui PJTKI yang memberangkatkan korban, pihaknya akan melapor ke BP3TKI untuk dilakukan penjemputan jenazah.

a�?Kalau dokumenya legal, kita bantu dalam pemulangannya. Kalau ilegal tidak bisa kita. Makanya cari PJTKI yang memberangkatkan,a�? tandasnya. (ewi/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka