Ketik disini

Headline Sumbawa

SMKN 1 Alas Bantah Pemotongan Honor GTT

Bagikan

SUMBAWA— Kisruh yang terjadi di SMKN 1 Alas antara guru tidak tetap (GTT) dengan pihak sekolah akhirnya berimbas pada proses belajar mengajar. Kondisi ini tentu saja yang menjadi korban adalah siswa atau taruna-taruni SMKN 1 Alas.

Merasa menjadi korban atas kondisi ini, siswa SMKN 1 Alas mengambil sikap. Organisasi Intra Sekolah (OSIS) SMKN 1 Alas bersama Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) melakukan aksi damai sambil berorasi di halaman sekolah, Sabtu (14/10). Peristiwa ini tentu saja menarik perhatian sejumlah pihak. Tidak terkecuali pihak kemanan dari Polsek Alas turun memfasilitas.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”87″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Aksi ini merupakan tindak lanjut dari rapat OSIS dan elemen siswa lainnya pada tanggal 13 Oktober lalu. Di hadapan perwakilan siswa-siswa lainnya, Ketua OSIS SMKN 1 Alas BahriA� membacakan berita acara hasil rapat yang telah dilaksanakan.

”OSIS SMKN 1 Alas bersama MPK (Majelis Permusyawaratan Kelas) telah melaksanakan rapat pada tanggal 13 Oktober 2017, bertempat di kelas XI AP.C dengan hasil musyawarah dIlakukan untuk membahas keadaan sekolah yang tidak kondusif,a��a�� katanya.

Berdasarkan hasil rapat yang tertuang dalam berita acara, maka mewakili siswa SMKN 1 Alas, OSIS menuntut kepada pihak sekolah untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut Pernyataan sikap ini ditandatangani oleh Ketua OSIS Bahri, Sekretaris OSIS Sri Wulan Ahdarianti dan mengetahui Pembina OSIS Muhammad Amin.

Pelaksana Tugas Kepala SMKN 1 Alas Agus Tahir membenarkan adanya aksi tersebut.

A�”Iya itu akibat dari adanya masalah akhir-akhir ini. Tapi setelah kami rapat, sekarang semua sudah kembali normal,a��a�� katanya.

Sementara itu menyikapi tudingan para GTT SMKN 1 Alas, pihak sekolah kembali angkat bicara. Wakil Kepala Sekolah yang menangani Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Agung membantah keras adanya pemotongan gaji guru tidak tetap (GTT) sebesar 30 persen.

”Tidak ada pemotongan. Yang ada itu kami baru memberikan 70 persen terlebih dahulu. Sisanya yang 30 persen menunggu hasil pleno komite,” katanya pada Radar Sumbawa (Lombok Post Group) tadi malam.

Agung mengungkapkan,”pencicilan” ini terpaksa dilakukan mengingat kondisi keuangan komite sekolah yang belum normal. Untuk itu dirinya melakukan lobi dengan sejumlah wali murid terkait pembayaran uang komite.

”Akhirnya kami dapatkan sebesar Rp 13 juta,” ungkapnya.

Saat itu juga langsung dilakukan perekapan. Kemudian dirinya sebagai kepala prodi perikanan, memberitahukan kepada para guru di bidangnya terkait masalah pencicilan ini. Agung Yakin bahwa gaji para GTT ini akan terbayar karena meskipun ada kekurangan dari uang komite.Sudah ada komitmen dari pemerintah provinsi untuk membayar gaji GTT.

”Saya pikir ini hanya terjadi miskomunikasi saja antara pihak sekolah dengan GTT,” ujarnya.

Bagaimana dengan dua orang GTT yang sudah diberikan surat pemecatan pada hari Jumat pekan lalu?

Agung membenarkan pihaknya sudah memberikan surat pemecatan itu. Hal itu berdasarkan hasil rapat sebelumnya dengan kepala sekolah, semua wakasek, kaprodi dan komite. Menurutnya, sebelum keputusan pemecatan diambil, semua pihak peserta rapat memberikan pendapatnya. Dalam rapat itu keputusannya bahwa dua orang itu harus dikeluarkan karena telah melanggar disiplin sekolah.

Bagaimana dengan GTT lainnya, yang informasinya juga sudah dibuatkan surat a�?terima kasiha�?, tinggal menunggu waktu untuk diberikan?

”Yang lainnya masih dalam tahap pembinaan,” katanya

Plt Kepala SMKN 1 Alas Agus Tahir membenarkan pihak sekolah sempat memberikan surat pemecatan kepada dua orang GTT. Namun karena melihat situasi sekolah yang tidak kondusif pada hari Sabtu pekan lalu, akhirnya dengan wewenang yang dia pegang, dia menarik kembali surat pemecatan yang telah diberikan.

A�”Saya khawatir kegiatan belajar mengajar tidak berjalan lancar. Saya bertanggungjawab terhadap itu. Sekarang sudah normal, Insya Allah Senin ini semua berjalan normal kembali,” katanya.

Terkait apakah pemecatan akan dibatalkan seterusnya atau akan dipecat kembali setelah kepala sekolah kembali, Agus Tahir menjawab diplomatis.

” Itu wewenangn kepala sekolah. Saya hanya bertanggungjawab agar proses belajar mengajar berjalan lancar,” ujarnya. (jar/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka