Ketik disini

Headline Metropolis

Investasi di Kota Mataram Tembus Rp 19,617 T

Bagikan

MATARAM-Kota Mataram memang seksi. Punya daya tarik luar biasa. Terutama bagi para investor atau pemodal. Buktinya, meski memiliki keterbatasan luas lahan, Pemkot Mataram berhasil berhasil menggaet dana pemodal sebesar Rp 4,536 Triliun hingga September 2017.

Capaian ini tentu memuaskan. Angkanya melebihi nilai investasi pada tahun 2016 yang hanya menembus Rp 3,721 triliun. Begitu juga di tahun 2014 di mana saat itu dana pemodal yang masuk kota sebesar Rp 3,329 triliun.

a�?Ini belum termasuk yang menunggu revisi perda RTRW,a�? kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mataram Cokorda Sudira Muliarsa.

Hanya tahun 2015 saja yang belum berhasil dilampaui catatan rekor investasinya. Di mana pada tahun itu, Pemkot Mataram berhasil membukukan catatan investasi sebesar Rp 8,029 Triliun.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Tetapi jika dibandingkan dengan kondisi saat ini, tentu tidak apple to apple. Karena saat itu ketersediaan lahan untuk investasi masih luas jika dibandingkan saat ini. a�?Makanya saya tidak sabar menunggu (revisi perda RTRW) tuntas ini,a�? imbuh pria yang karib disapa Cok ini.

Diolah dari data statistik milik DPMPTSP, dengan guyuran investasi sebesar Rp 4,536 Triliun, jumlah serapan tenaga kerja yang berpotensi di serap sebanyak 4.449 tenaga kerja. Sedangkan jika total investasi sebesar Rp 19,617 triliun, maka peluang kerja yang telah dibuka menembus 30 ribu pekerja lebih diserap.

a�?(Persisnya) Sebanyak 32.451 tenaga kerja sudah berhasil dibuka melalui investasi ini,a�? imbuhnya.

Dalam triwulan sepanjang tahun 2017 ini, Cok mengatakan telah terbuka sebanyak 547 tempat usaha. Baik itu berupa PT, CV, dan UD. Tetapi jika ditambah sejak mulai didata pada tahun 2014, maka total perusahaan yang sudah berdiri di kota sebanyak 2.975 tempat usaha.

a�?(Pendataan) ini selama saya bertugas di sini (perizinan),a�? terangnya.

Cok berharap, proses revisi perda RTRW di Kementerian BPN/ATR tidak memakan waktu lama. Sampai saat ini diakuinya sejumlah pemodal yang tertarik menamkan modal usaha baik di berbagai bidang usaha, masih setia menunggu revisi perda RTRW.

Tetapi membiarkan mereka terlalu lama menunggu, tentu dinilai juga kurang bagus. Karena di satu sisi, tawaran investasi juga datang dari daerah lain. a�?Sangat besar investasi yang akan masuk, tapi saya tidak bisa taksir berapa. Yang jelas besar sekali,a�? ujarnya.

Kepala Bidang Hukum Setda Kota Mataram Mansur mengakui, sampai saat ini proses revisi perda RTRW masih berkutat di kementerian ATR/BPN. Kota diminta melengkapi beberapa peryaratan lagi, jika menginginkan revisi perda RTRW segera tuntas.

a�?Belum masih di kementerian, untuk mendapatkan persetujuan substantif,a�? kata Mansur.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Kota Mataram H Amiruddin membenarkan adanya permintaan pada kota untuk membuat Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Saat itu, Amir menegaskan persoalan KLHS tidak ada kaitannya dengan luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang jadi perdebatan antara kota dengan provinsi.

Namun karena anggaran APBD Perubahan 2017 masih dalam berproses saat itu, diduga menjadi kendala maka pengerjaan KLHS tidak langsung bisa dikerjakan. Amir hanya mengatakan jika pembuatan dokumen ini, tengah dalam proses tender. a�?Sedang kita tender dan akan segera dikerjakan,a�? tandasnya. (zad/r5)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka