Ketik disini

Bima - Dompu Headline

Tangkap Segera Pelaku Pencurian Tramadol !

Bagikan

KOTA BIMA a�� Kasi Datun Kejari Bima I Wayan Suryawan berharap pelaku pencurian barang bukti tramadol di gudang barang bukti Kejari Bima cepat terungkap. Informasi terkait ciri fisik para pelaku sudah disampaikan ke penyidik Polres Bima Kota.

Pada Radar Tambora (Lombok Post Group), Wayan mengaku masih trauma. Ia belum bisa melupakan insiden Sabtu dini hari itu. Ia berharap kejadian tersebut tidak terulang.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”579″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Dibilang trauma, jujur saya masih trauma dan bersyukur masihA� hidup. Saya yakin polisi bisa mengungkap pelakunya dengan cepat. Karena semua informasi sudah kami sampaikan,a�? kata Wayan didampingi seorang jaksa lainnya, Reza saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Diakui Wayan, saat itu ia sempat mendengar suara tembakan sebanyak satu kali. Namun ia belum berani memastikan jenis senjata api yang digunakan. Kemudian ada beberapa pelaku yang menggunakan senjata tajam.

Wayan menegaskan, pihaknya belum berani memastikan apakah pelaku ada hubungannya dengan jaringan bandar Tramadol atau bukan. Karena bukti yang mengarah ke sana masih dilakukan pendalaman.

a�?Kami tidak tahu ada hubungan dengan bandar Tramadol atau bukan,a�? tegasnya.

Insiden Sabtu dini hari tersebut diakui Wayan sebagai bahan evaluasi bagi pihak Kejaksaan Negeri Bima. Baik terhadap tingkat keamanan maupun jumlah personil. Ia memastikan ke depan, personil keamanan akan ditambah, terutama yang ditempatkan di gudang barang bukti.

a�?Ini bahan evaluasi bagi kami agar ke depan insiden seperti itu tidak terjadi lagi,a�? katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sabtu dini hari (14/10) terjadi kasus pencurian dua dus besar dan tiga karung barang bukti Tramadol. Kejadian ini terjadi di gudang barang bukti Kejari Bima. Jumlah pelaku pencurian saat itu diperkirakan delapan orang.

Kasi Datun Kejari Bima menjadi korban pencurian tersebut. Ia ditodong dengan menggunakan senjata tajam dan juga senjata api. Kemudian diminta untuk menunjukkan lokasi barang bukti.

Barang bukti Tramadol tersebut informasinya merupakan barang bukti kasus kepemilikan Tramadol yang tersangkanya divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Bima. Saat ini masih dalam tahap kasasi.

Sementara itu, raibnya barang bukti di gudang kejaksaan mendapat perhatian berbagai kalangan. Anggota Komisi I DPRD Kota Bima Anwar Arman menilai kasus ini ada kejanggalan.

a�?Awalnya kaget sekali, kok berani malingnya. Tapi setelah tahu yang dicuri itu barang bukti Tramadol, saya merasa ini kejadian terkonyol. Saya yakin, ini bukan pencurian biasa tapi jaringan dengan tujuan tertentu,a�? kata Anwar.

Bahkan mantan wartawan ini juga menduga, sudah ada skenario khusus dibalik hilangnya tiga karung Tramadol. Bukan semata-mata alasan ekonomi, tapi untuk menghilangkan barang bukti A�kasus yang saat ini sedang dalam proses kasasi.

a�?Polisi harus mengungkap kasus ini hingga tuntas. Bisa saja melibatkan orang dalam juga, semua kemungkinan bisa terjadi,a�? tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan anggota dewan lain, Najamudin. Ketua PKP Indonesia Kota Bima ini merasa prihatin karena pencurian barang bukti Tramadol itu terjadi di lembaga hukum.

a�?Apapun yang telah diamankan oleh negara, maka kewajiban negara untuk melindunginya. Terlepas dari keberadaanA� barang bukti di kantor lama kejaksaan. Mestinya tempat itu harus mendapatkan pengaman dan menjadi atensi lebih,a�? ujarnya.

Wakil dari Rasanae Timur ini mempertanyakan CCTV yang bisa merekam dan melengkapi pengamanan gudang penyimpanan barang bukti. Dia jugaA� mempertanyakan tingkat keamanan di tempat penyimpanan.

a�?Jika pengamanan kurang, CCTV belum ada ya kami harap itu segera dibenahi agar kejadian serupa tidak terulang. Penyelidikan harus tuntas, ini sebagai bentuk tanggung jawab,a�? katanya. (yet/tin/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka