Ketik disini

Headline Metropolis

Loh Kok, Realisasi Anggaran Masih Loyo?

Bagikan

MATARAMa��Serapan anggaran dan realisasi fisik yang terpantau di situs monev hingga Jumat (20/10) kemarin, untuk Kota Mataram, masih loyo. Keuangan masih 52,14 persen. Sedangkan realisasi fisik 58,46 persen.

Angka ini tentu masih mengkhawatirkan, mengingat saat ini sudah pertengahan Oktober 2017. Dengan kata lain, sisa waktu efektif hanya kurang dari 2,5 bulan lagi.

a�?Sebenarnya sudah lebih baik, itu angka yang lama,a�? kilah Kepala Bagian Administrasi Pengendalian Pembangunan (APP) Kota Mataram M Suryadi.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Ia menegaskan, jika tampilan di situs monev merupakan tampilan realisasi pada saat APBD 2017 lalu. Sedangkan saat ini semua data untuk realisasi fisik dan keuangan di Kota Mataram sudah masuk ke bagiannya dan siap untuk diproses.

a�?Semua sudah ya, kecuali ada beberapa di BKD untuk sertifikat,a�? ujarnya.

Bahkan ia mengklaim serapan anggaran dan fisik Kota Mataram, sudah jauh lebih baik dibanding daerah-dearah lain. Sehingga tidak perlu ada yang dirisaukan secara berlebihan. Ia juga menampik, kekhawatiran lemahnya serapan anggaran yang terpantau pada situs monev akan berdampak pada dana transfer pusat.

a�?Saya rasa ndak ada kaitannya dengan itu, kita terbaik kok,a�? yakin Suryadi.

Kasubag Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kota Mataram Nurmila menjelaskan, posisi stagnan realisasi fisik dan keuangan kota ada kaitannya dengan keterlambatan dalam proses input data di sistem. Sehingga yang nampak hanya realiasi yang masih di bawah harapan.

a�?Untuk realisasi September kita sudah mengacu ke anggaran perubahan, karena di SIMDA, sudah terposting APBD perubahan,a�? terang Mila.

Karena itu, para admin memang harus melakukan penyesuaian dengan target di APBD Perubahan. Sehingga setelah diinput datanya, harusnya bisa lebih mewakili serapan anggaran sesungguhnya.

a�?Admin sudah kami undang selama tiga hari kemarin, kalau sudah persepsinya sama, baru kita entri data,a�? jelasnya.

Sebelumnya, target entri data memang diberikan jeda toleransi sekitar 10 hari setelah bulan itu berlalu. Tetapi khusus masa transisi dari APBD murni ke perubahan, waktu jeda disebutnya lebih panjang.

a�?Tetapi minggu-minggu ini, kami pastikan angkanya akan ada perubahan,a�? janjinya. (zad/r3)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys