Ketik disini

Headline Tanjung

Gara-Gara Tak Lulus Tes, Puluhan Tenaga Kesehatan Puskesmas Bayan Mogok Kerja

Bagikan

TANJUNG-Puluhan tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas Bayan mogok kerja, kemarin (23/10). Aksi ini dipicu setelah hasil tes tenaga honor daerah dikeluarkan. Karena tenaga kesehatan yang lulus justru yang baru mengabdi selama beberapa bulan saja. Sementara mereka yang sudah mengabdi bertahun-tahun justru tidak lulus.

Mereka rencananya akan mogok kerja sampai Rabu (25/10) nanti. Bahkan, kalau aksi ini tidak ditanggapi mereka akan melanjutkan mogok kerja sampai dua bulan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”94″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dari 46 tenaga mengabdi di Puskesmas Bayan, yang mogok kerja ini sebanyak 37 orang. Pegawai mengabdi ini terdiri dari bidan, perawat, tenaga kesehatan, hingga petugas loket. Informasinya, dari jumlah itu, yang diterima dua orang yakni perawat semua. Tapi setelah pengumuman ada informasi jika satu peserta tanda tangan kontrak lagi.

Melalui aksi mogok ini mereka meminta pemkab memberi SK kontrak pegawai baru kepada pegawai lama sesuai masa pengabdian. Kemudian memberikan klarifikasi tentang pelamar baru yang tidak terdaftar pada daftar pegawai puskesmas. Mereka juga meminta pemkab menghapus sistem mengabdi tanpa gaji dan kepala puskesmas membuat kebijakan tentang kesejahteraan bagi pegawai mengabdi.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bayan Sumiatun yang dikonfirmasi via telepon mengungkapkan, dirinya tidak memiliki kebijakan meluluskan tenaga honor daerah ini. Karena ini bukan melalui usulan puskesmas.

a�?Karena yang diluluskan ini pelamar baru maka tenaga pengabdi yang sudah lama mengabdi ini protes,a�? katanya.

Aksi mogok kerja ini diklaim tidak mempengaruhi pelayanan di Puskesmas Bayan. Karena pelayanan masih bisa ditangani tenaga kesehatan yang berstatus PNS dan tenaga kesehatan CPNS.

a�?Kami akan panggil dulu teman-teman ini, mendengar apa aspirasi mereka. Kita akan koordinasi dengan dinas juga, karena kalau terlalu lama masyarakat yang dirugikan,a�? tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Khaerul Anwar pada koran ini mengaku sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan tenaga mengabdi ini. a�?Tadi sudah pertemuan dan mereka akan kembali masuk Rabu (25/10). Kita secara bertahap akan mengakomodir tuntutan mereka,a�? katanya.

Khaerul mengungkapkan, untuk seluruh Lombok Utara saat ini ada 296 tenaga kesehatan mengabdi. Sedangkan dari tes yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu hanya dicari 33 orang untuk dijadikan tenaga kontrak. Minimnya pengangatkan tenaga mengabdi menjadi tenaga honor daerah ini dikarenakan anggaran yang tidak mencukupi. a�?Karena kemarin itu tes jadi yang nilainya tinggi yang diluluskan. Selain itu kemampuan keuangan daerah masih sedikit jadi baru bisa mengakomodir 33 orang,a�? cetusnya.

Dijelaskan Khaerul, 33 orang yang lulus menjadi tenaga honor daerah ini akan mendapatkan penghasilan yang dianggarkan melalui APBD. Sedangkan tenaga mengabdi selama ini baru mendapatkan honor dari dana kapitasi.

Lebih lanjut, Khaerul mengatakan, kesejahteraan tenaga mengabdi

Ini pasti diperhatikan secara bertahap. Apabila pada 2018 seluruh puskesmas menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD), maka kesejahteraan tenaga mengabdi ini bisa ditingkatkan. a�?Kalau BLUD apapun uang yang masuk ke puskesmas bisa digunakan. Kalau sekarang hanya dari APBD,a�? tandasnya.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Lombok Utara Nasrudin mengatakan, persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Sebab pelayanan kesehatan bagi masyarakat akan terganggu apabila dinas tidak bisa menyelesaikan persoalan mogoknya tenaga kesehatan di Puskesmas Bayan ini.

a�?Kami dulu sudah sempat sarankan jangan melalui tes tapi melihat pengabdian. Karena banyak tenaga mengabdi yang sudah mengabdi bertahun-tahun tapi sekarang malah tidak diakomodir,a�? tandasnya.

Ditambahkan Politisi Gerindra ini, jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, pihaknya khawatir tenaga puskesmas yang mengabdi juga akan melakukan hal yang sama dan berdampak bagi pelayanan ke masyarakat. a�?Hasil tes juga harus diumumkan secara transparan. Kami ingin lihat bagaimana sih hasil tes ini,a�? pungkasnya. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka