Ketik disini

Headline Metropolis

3.000 Lowongan di Mandalika Awal 2019

Bagikan

MATARAM-PT Perusahaan Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) memastikan, akan ada lowongan sedikitnya untuk 3.000 pekerja di KEK Mandalika pada awal 2019.

ITDC pun sanggup memberikan jatah khusus bagi tenaga kerja lokal. Tantangannya adalah, apakah daerah mampu menyediakan tenaga kerja andal sebanyak yang dibutuhkan. Jika tidak mampu, sudah pasti jatah khusus itu bakal sulit diterapkan.

Humas ITDC Adi Sujono mengatakan, saat ini memang pihaknya belum mengalokasikan jatah untuk para tenaga kerja lokal tersebut. Pembicaraan antara ITDC dengan perusahaan hotel yang hendak berinvestasi di dalam kawasan juga belum dilakukan. Namun, peluang tersebut terbuka lebar.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Tapi kami harus dilihat terlebih dahulu kesiapan daerah. Misalnya kita siapkan 30 persen tenaga kerja lokal. Terus kalau tidak ada, bagaimana hotel mau dikelola,a�? kata Adi.

Diperkirakan, di awal 2019 jumlah kamar yang sudah terbangun sebanyak 1.900 kamar. Rasio kebutuhan tenaga kerja adalah 1,2 orang per kamar. Maka paling tidak dibutuhkan 2.280 orang pekerja di awal 2019. Belum termasuk tenga kerja bagian lain, diperkirakan butuh mencapai 3000 orang. Di sisi lain,A� lulusan perguruan tinggi pariwisata, baik negeri maupun swasta tidak banyak di NTB diperkirakan belum sebanyak itu.

a�?Saya rasa lulusan Poltekpar Negeri ini masih kurang. Mungkin nanti diimbangi dengan swasta D1 dan D II Pariwisata,a�? kata Adi.

Dengan kondisi itu, ITDC tidak bisa menentukan persentase tenaga kerja lokal yang wajib diisi. Hotel-hotel ternama yang berinvestasi di KEK Mandalika juga membutuhkan tenaga kerja terampil yang pengalaman. Maka mau tidak mau, pihak hotel juga harus terbuka dan merekrut tenaga dari luar. Terutama untuk posisi manajemen, tenaga kerja lokal belum banyak tersedia.

a�?Untuk posisi itu dia butuh skill yang tinggi,a�? katanya.

Hanya saja, Adi memastikan, untuk tenaga outsourcing dan keamanan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika 90 persennya adalah warga Lombok. Menurutnya, warga lokal sangat jago dan tidak ada yang bisa mengalahkan. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya warga lokal yang bekerja ke luar negeri.

a�?Persaingannya di tingkat manajemen,a�? katanya.

Tahun 2014, ITDC menyekolahkan 20 orang ke STP Bali. Tapi yang kembali ke NTB hanya 5 orang, lainnya bekerja di Bali, Jakarta dan Kapal Pesiar. Menggunakan dana CSR, ITDC juga sudah mengadakan pelatihan pertukangan, hingga tukang kebun. Mereka semua dididik secara khusus. Program itu sudah dimulai sejak 2016 lalu. Setiap tahun 20 orang dilatih khusus.

Terkait progres KEK Mandalika. Sejak diresmikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, hanya pembangunan masjid yang sudah hampir 100 persen. Tapi untuk progres pembangunan jalan baru 30 persen. Ditargetkan 2018 sudah selesai seluruhnya. a�?Masih banyak yang belum dibangun, dilanjutkan sampai tahun depan,a�? katanya.

Untuk investor, beberapa perusahaan sudah menandatangani perjanjian kerja sama sewa menyewa tanah atau LUDA.A� Salah satu yang sudah mulai pembangunan adalah Hotel Pullman.

Dia memastikan, investor yang tidak membangun dalam waktu enam bulan, ITDC akan bersikap tegas. Sesuai arahan presiden izinnya akan dicabut. Sebab, di dalam perjanjian sewa menyewa tanah sudah tercantum ketentuan itu.

Untuk penghijauan kawasan, menurut Adi Sujono selama itu di dalam kawasan Mandalika, ITDC akan bertanggung jawab penuh. Tapi bila di luar kawasan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

Terpisah, Asisten II Setda NTB Chairul Mahsul menjelaskan, untuk menyiapkan SDM pariwisata, salah satu upayanya adalah dengan membangun Poltekpar Lombok di Desa Puyung. Lulusan-lulusan dari perguruan tinggi itu nanti akan mengisi kebutuhan tenaga kerja di KEK Mandalika.

Bila dari Poltekpar masih kurang, maka masih ada perguruan tinggi swasta, juga lembaga kursus lainnya. Chairul mengaku, dengan kebutuhan 58 ribu tenaga kerja saat Mandalika beroperasi penuh, tidak mungkin semua mampu diisi tenaga lokal. Sehingga tidak mungkin untuk menutup keran tenaga dari luar. Hanya saja, pemprov berharap tenaga daerah diprioritaskan.

Sementara terkait penghijauan kawasan penyangga, Sekda NTB H Rosiady Sayuti mengatakan, pemprov sudah bersurat secara resmi ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Ia meminta agar diberikan bantuan pohon yang bisa ditanami untuk menghijaukan kawasan seluas 1.175 hektare tersebut.

Untuk kawasan peyangga di luar KEK Mandalika, Rosiady meminta agar Pemkab Lombok Tengah menghentikan sementara izin-izin pembangunan hotel. Jangan sampai aktivitas pembangunan di luar kawasan lebih ramai dan merusak lingkungan.

a�?Kalau yang sudah ada izin tidak masalah lanjut, tapi yang izin baru disetop dululah,a�?A� imbuhnya. (ili/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka