Ketik disini

Metropolis

Pak Kadis, Sampah Ini Bikin Risih

Bagikan

MATARAM-Pemadangan tak sedap terlihat saat melintas di jalan Ahmad Yani, Kamis (26/10). Sampah berserakan dan menumpuk hingga memenuhi drainase di tepi jalan. Akibatnya, air meluap menggenangi badan jalan. Beberapa pengendara terlihat risih dengan genangan itu.

Tetapi tak sedikit kendaraan tetap saja melaju kecang, hingga menimbulkan cipratan air yang membahayakan pengendara di samping. Belum lagi aroma busuk bangkai yang menyebar dari sisa pemotongan ayam yang dibuang di sana.

“Iya betul, (apalagi) jalan provinsi (itu),a�? keluh Camat Sandubaya Lalu Samsul Adnan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Ia mengakui juga beberapa kali dapat keluhan. Misalnya dari kepala lingkungan Selagalas Baru. Tetapi dari pengamatannya, Samsul yakin pelakunya bukan warga lingkungan sekitar, karena pemkot sudah menyediakan TPS Mobile. “Kayaknya dari luar,a�? cetusnya.

Padahal, beberapa waktu lalu area itu sudah terlihat cukup bersih. Tetapi belakangan sampah kembali terlihat membludak. Bahkan larangan membuang sampah yang dipasang di sana, raib entah ke mana. “Memang di sana belum ada penjaga seperti di Pasar Selaq, Bertais,a�? ujarnya.

Jika menempatkan penjaga lagi di sana, tentu harus mengeluarkan biaya. Samsul sendiri belum terlihat bisa memaparkan apa rencana jangka panjangnya agar kawasan itu bisa benar-benar bersih dari sampah. Seperti tempat-tempat lainnya.

a�?Tapi nanti saya coba turun langsung lihat itu, dan minta bantuan teman dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk angkut sampah di sana,a�? tegasnya.

Kepala DLH Kota Mataram Irwan Rahadi, juga menyesalkan adanya tumpukan sampah itu. Di tengah upayanya yang terus menihilkan TPS yang berada di pinggir jalan dan memaksimalkan TPS mobile, ternyata masih ada saja masyarakat yang mau enaknya saja. a�?Kita sayangkan prilaku masyarakat,a�? sesal Irwan.

TPS itu sudah di tutup. Tetapi rupanya, masih banyak masyarakat yang ngotot tetap menjadikannya sebagai tempat membuang sampah. Timnya bahkan banyak yang diturunkan untuk memastikan kawasan itu tetap bersih. “(Tetapi) Petugas diajak kucing-kucingan,a�? cetusnya.

Irwan masih berupaya mencari cara agar kawasan itu benar-benar tidak lagi dipakai warga untuk buang sampah. Sembari itu, ia berjanji akan tetap menurunkan tim untuk mengangkut sampah-sampah yang semakin banyak menumpuk di tempat itu.

Ia ingin menggunakan cara-cara yang tepat dan efektif. Agar solusi yang digunakan lebih bersifat permanen. “Seperti misalnya TPS Pagesangan yang telah kami bongkar total hari ini (kemarin, Red), kita buat jadi gerbang kantor RPH Pagesangan, biar ndak ada masyarakat yang buang lagi,a�? ujarnya.

Sementara di tempat terpisah, Lurah Pagesangan Ida Bagus Made Ariawan mengaku lega setelah TPS di depan Pasar Pagesangan itu dibongkar. Apalagi, lahan bekas TPS itu akan dijadikan taman. a�?Kami sudah berkoordinasi dengan DLH dan Pertamanan untuk rencana ini,a�? ungkapnya.

Tak hanya Lurah, para pedagang di Pasar Pagesangan juga senang melihat TPS itu dibongkar. a�?Karena yang buang sampah di TPS itu oknum luar, bukannya para pedagang,a�? tandasnya. (zad/cr-tea/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka