Ketik disini

Headline Politika

PKB Bisa a�?Diculika�? Ahyar

Bagikan

MATARAM– Tim Ahyar-Mori terus melakukan aksi pendekatan intens pada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kendati berulang kali partai tersebut melayangkan bantahan, tak sedikitpun menyurutkan niat paket yang dideklarasikan di Masbagik, Lombok Timur tersebut.

A�”Dengan semua partai kita terus komunikasi,” kata H Ahyar Abduh.

Tak kehabisan akal atas penolakan PKB NTB, Ahyar justru intens membangun komunikasi dengan jajaran DPP PKB di Jakarta. Hal tersebut terkonfirmasi oleh Lombok Post melalui salah satu tim inti. Tampaknya hal tersebut mulai menunjukkan titik terang, PKB dikabarkan siap mengubah haluan politik.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Indikasinya adalah SK yang tak kunjung diberikan pada Suhaili-Amin. Padahal paket tersebut adalah paket pertama yang mengenalkan diri di Praya, Lombok Tengah (30/9), sehari sebelum deklarasi Ahyar-Mori. Kala itu PKB turut hadir, namun hingga kini tak tampak perkembangan signifikan atas rencana koalisi tersebut.

“Sedang berproses,” kilah Ketua Harian Golkar NTB H Misbach Mulyadi.

Dia tak menampik SK memang belum diberikan. Namun menurutnya hingga saat ini PKB masih terus berkomunikasi dengan Suhaili-Amin. Dari komunikasi intens tersebut, diyakini masih ada kesamaan pandangan dan arah perjuangan.

“Kami harap tak berubah, kami yakin,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Ketua PKB NTB HL Hadrian Irfani saat ditanya kabar merapat pada Ahyar-Mori memberikan jawaban mengambang. Alih-alih membantah, ia justru tampak tak menutup opsi tersebut.

A�”Belum final,” katanya.

Hadrian mengatakan perihal SK yang tak kunjung keluar lantaran sejumlah hal. DPP PKB tengah mempertimbangkan kandidat terbaik.

“Ketum sedang mempertimbangkan yang terbaik untuk NTB,” jawabnya.

Makin mengambang, karena itu artinya benar Suhaili-Amin memang belum final didukung. Pertimbangan H Muhaimin Iskandar sang ketua umum berdasar sejumlah hal. Salah satu yang paling utama adalah restu para ulama yang terus didengar suaranya.

“Mohon tunggu pengumuman resmi dari kami, semoga tak berubah,” tutupnya. (yuk/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka