Ketik disini

Headline Politika

Hanura Ragu Dukung Calon Independen

Bagikan

MATARAM—Setelah PDIP menegaskan tak akan mendukung calon independen, Hanura ikut buka suara. Partai yang di NTBA�A�dipimpin H Mudahan Hazdie tersebut ragu mendukung calon yang maju tak melalui jalur partai.

a�?Ini juga saya sedang cari info ke DPP,a�? katanya, kemarin.

Hingga kini ia belum mendapat respons. Padahal Hanura NTB sangat berkepentingan untuk mengetahui hal tersebut. Itu terkait HM Ali BD, salah satu bakal calon gubernur NTB yang hendak maju melalui jalur independen. Perkembangan terbaru, Ali makin dekat dengan HL Gde M Ali Wirasakti Amir Murni. Sang wakil yang akrab dengan sebutan Gde Sakti adalah salah satu trah NW Anjani, basis massa yang loyal pada Hanura.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Soal Hanura mendukung calon independen, saya tak berani spekulasi mendahului DPP,a�? ucapnya.

Dengan waktu yang makinA�A�menipis untuk kandidat bakal calon independen, agaknya Ali harus benar-benar menyiapkan diri. Siapapun yang digandengnya, besar kemungkinan tak ada partai yang mendukung resmi.

a�?Tak mungkin PDIP mendukung calon yang maju lewat jalur perseorangan,a�? kata politisi PDIP NTB H Ruslan Turmuzi.

Direktur M16 Bambang Finawarto mengatakan langkah partai yang tak mendukung calon independen dapat dimaklumi. PDIP yang kini sudah mengambil keputusan bulat tidak mendukung independen, bagian dari menjaga marwah dan kehormatan partai dimata konstituen dan kader.

a�?Agar partai tetap dihormati dan dihargai,a�? analisanya.

Dengan posisi itu, mereka yang mempersiapkan diri menggunakan jalur independen agaknya sudah harus mulai bersiap. Kemapanan parpol dalam struktur kepengurusan, kader, dan simpatisan yang sudah terbentuk adalah saingan berat yang harus dihadapi. Sementara itu calon independen praktis mengutamakan ketokohannya. Sedangkan untuk jaringan pemenangan harus benar-benar disiapkan dari nol.

Namun bukan berarti dengan keadaan itu posisi calon independen saat pilgub mendatang lebih inferior. Jika mampu memaksimalkan pergerakan tim, dan memoles citra diri sebagai jualan utama, dibarengi penjabaran visi dan misi secara baik, bukan tak mungkin perseorangan menjungkalkan hegemoni partai.

Bambang menilai apa yang dilakukan PDIP tidak bisa dikatakan “kekalahan” politik.Lebih tepat sebagai upaya untuk memastikan standing politik moncong putih dalam dinamika politik pilkada yang cepat dan dinamis.

” PDIP ingin memberikan pelajaran etik dan moral politik yang baik ke publik tentang maknaA� take and give dalam pengertian yang sesungguhnya ,” ujar pria yang akrab disapa Didu ini.

Dalam perjalanan politik sebelumnya, PDIP sudah membuat komunikasi politik yang tinggi terhadap Ali Selly yang di tetapkan dalam forum rakerda partai. Ini artinya secara politik , PDIP memberikan kehormatan dan legalitas terhadap paket Ali Selly.

Setelah penetapan paket Ali – Selly ini justru terkesan opini yang berkembang Ali BD melakukan mengulur-ulur waktu.Pernyataan politiknya di media terkesan tidak tegas dan multitafsir.

” Padahal PDIP inginnya Ali BD on the track dengan Selly sebagaimana komitmen diawal,” ujarnya.

Dengan maraknya branding Ali BD dan cawagub lain dan statement politik Ali BD yang mengambang, secara psikologis, PDIP menganggap tidak elok dan kurang taktis .

“Jadi wajar PDIP mundur lebih awal dan menarik dukungannya,” katanya.(yuk/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka