Ketik disini

Headline Metropolis

Maulanasyeikh Lakukan Jihad Sesungguhnya

Bagikan

MATARAM-Anugerah gelar Pahlawan Nasional kepada Almagrufullah Maulanasyeikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid menjadi kabar yang sangat menggembirakan buat seluruh NTB. Anugerah itu bukti nyata keterlibatan ulama berjuang merebut kemerdekaan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi yang juga cucu Almagfurullah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang takzim. Secara khusus sebagai Gubernur NTB dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang merespons baik harapan dan aspirasi masyarakat NTB.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Ini menunjukkan kontribusi NTB untuk Indonesia tak kalah dibanding daerah lain. Putra-putri terbaik NTB selalu berkarya untuk bangsa dan negara,a�? kata Gubernur TGB kepada Lombok Post, kemarin (27/10).

Bagi dirinya, seperti halnya seluruh masyarakat NTB, kabar pemberian gelar pahlawan tersebut sangat menggembirakan. Dimana putra terbaik NTB ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. a�?Penghargaan ini insya Allah akan menjadi pemicu bagi masyarakat NTB untuk terus berbuat yang terbaik untuk bangsa,a�? kata TGB.

TGB juga mengapresiasi kerja keras semua pihak yang ikut memperjuangkan Anugerah Pahlawan Nasional tersebut. Pencapaian itu adalah buah kerja dan ikhtiar semua pihak. Serta doa masyarakat yang memberikan dukungan pengusulan gelar itu. Jika tak ada aral melintang, pengumuman gelar pahlawan nasional secara resmi tanggal 10 November, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

a�?Perjuangan meraih gelar Pahlawan Nasional bukan pekerjaan sederhana. Tetapi cukup berat dan berliku,a�? kata TGB.

Sementara itu, gelar Pahlawan Nasional untuk Maulanasyeikh mendapat dukungan dari semua kalangan. Di beberapa ruas jalan, spanduk-spanduk dukungan atas kepahlawanan Maulanasyeikh kemarin bertebaran. Seperti di simpang empat Pagesangan, Jalan Gajah Mada hingga Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram.

Ketua Majelis Ulama Indonesia NTB Prof H Saiful Muslim mengatakan, masyarakat NTB sangat mendukung pemberian gelar pahlawan tersebut. Dari berbagai aspek penilaian, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sangat layak mendapat gelar pahlawan. Perjuangannya mendirikan lembaga pendidikan dan pemikiran-pemikiran dalam melawan penjajahan.

Baginya, perjuangan tidak semata-mata dengan mengangkat senjata. Tetapi juga dengan pemikiran dalam memajukan masyarakat, serta menjadi peletak dasar pendidikan agama formal di NTB. a�?Almagfurullah mendorong pergerakan-pergerakan melawan penjajah,a�? ujarnya.

Dalam perjuangannya, Maulanasyeikh berjuang memerdekakan umat dari keterbelakangan. Membebaskan masyarakat dari kebodohan. Dengan mendirikan banyak lembaga pendidikan, itu merupakan bentuk perjuangan yang sangat nyata.

a�?Itu bagian dari jihad sesungguhnya. Sebab, jihad tidak harus memanggul senjata,a�? kata Saiful.

Atas perjuangannya selama ini, maka sudah saatnya negara memberikan gelar pahlawan nasional. Bila nanti gelar itu sudah resmi disandang, maka Maulanasyeikh akan menjadi simbol masyarakat NTB. Sehingga ia berharap generasi muda mempelajari dan meneladani perjuangan Maulanasyeikh. Sehingga generasi selanjutnya bisa meneruskan perjuangan itu.

a�?Kita harus teruskan. Itukan bukan perjuangan yang tidak boleh berhenti,a�? tegasnya.

Kebanggan atas pahlawan harus diwujudkan dengan melanjutkan perjuangan. Sebab, rasa bangga tidak cukup. Tapi yang telah dilakukan harus dituruti untuk menata kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Dr H Mutawali mengatakan, sebagai warga NTB, ia sangat berharap gelar itu benar-benar disandang nantinya. UIN sangat mendukung pemberian gelar pahlawanan nasional itu. a�?Dedikasinya sangat jelas, telah berkontribusi besar bagi bangsa dan negara, termasuk di dalamnya bidang pendidikan,a�? ujar Mutawali.

Sebagai orang Nahdlatul Ulama, ia tidak memandang latar belakang organisasi. Sebab, Maulanasyeikh telah memberikan teladan yang nyata bagi warga NTB. Mendirikan lembaga pendidikan, madrasah dan pondok pesantren yang sangat banyak. Termasuk mendidik para tuan guru di NTB. a�?Kami tidak meragukan perjuangan beliau,a�?ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah NTB H Falahuddin. Secara kelembagaan Muhammadiyah sudah berikap untuk mendukung pemberian gelar pahlawan nasional kepada Maulanasyeikh. Sebab, dia menjadi tokoh kosmopolitan pada masanya, mendirikan Masjid Mujahidin Selong. Itu menjadi simbol perjuangan.

a�?Sosok beliau ini sangat layak menjadi pahlawan nasional,a�? katanya.

Ketokohan Tuan Guru Pancor menurutnya multi aspek kehidupan. Dia membangun lembaga pendidikan bagi masyarakat NTB, dia juga aktif di politik. Dia juga membangun masyarakat dengan pemahaman terbelakang menjadi tercerahkan.

Itu semua adalah bentuk perjuangan. Sebab, membangun pendidikan bukan perkara mudah. Sebagai ketua Muhammadiyah di NTB, ia merasa dengan jumlah sekolah yang dirikan Almagfurullah saja, itu sudah sangat luar biasa.

a�?Tidak mudah orang melakukan seperti itu. Tapi Maulanasyeikh mampu melakukannya,a�? tandas Falahuddin. (ili/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka