Ketik disini

Headline Metropolis

16 Pasangan Tidak Sah Terjaring Opgab

Bagikan

MATARAM-Sebanyak 16 pasangan bukan suami istri, terjaring dalam operasi penyakit masyarakat (pekat), kemarin subuh (29/10). Mereka diciduk saat tengah beristirahat di dalam kamar kos-kos yang berada di beberapa titik di Kota Mataram. Pasangan ini terdiri dari mahasiswa, hingga masyarakat biasa.

Dalam razia pekat ini, 120 pertugas turun ke lapangan. Mereka merupakan gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi NTB, Satpol PP Kota Mataram, Polres Kota Mataram, TNI, Dukcapil, BBPOM, Komisi HIV/AIDS, hingga BNN Provinsi NTB. Tim dibagi menjadi dua tim.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Pantauan Lombok Post sejak pukul 05.00 Wita, tim opgab terbagi menjadi dua tim. Mereka menyisir masing-masing titik. Tim satu bergerak ke arah barat, sedangkan tim dua bersama Koran ini menyisir empat titik kos-kosan. Yaitu kos-kosan yang berada di belakang Hotel Golden Palace, di Kelurahan Pagesangan, hingga dua titik kos-kosan di Lingkungan Batudawa.

Satu persatu kos-kosan digeledah oleh tim opgab. Operasi gabungan ini cukup membuat seluruh penghuni kosan menjadi kaget. Sehingga menjadi perhatian warga di sekitar tempat tersebut. Pada saat penggeledahan, para penghuni kos langsung dimintai kartu identitas. Setelah itu, seluruh penghuni kos diambil sampel urine nya dan dicek langsung oleh BNN.

Dalam pantauan Lombok Post, operasi gabungan dini hari tersebut cukup terkendali. Walau ada beberapa penghuni dan pemilik kos yang sempat keberatan.

Seperti di Pagesangan, tampak dua wanita paruh baya meluapkan kekesalannya. Karena menganggap tim opgab pagi itu mengganggu para penghuni saat tengah beristirahat.

Kepala Bidang Tramtibum Satpol PP Bayu Pancapati mengatakan, menurut Perda 22 tahun 2005 dan Perda 11 tahun 2015, satpol PP berhak melakukan penertiban. Selain itu, pemilik kos juga harus bertanggung jawab pada setiap orang yang menempati kos-kosannya.

a�?Menurut Perda 22, masing-masing pondokan harus bertanggung jawab, dan tidak boleh sembarangan melepaskan tanggung jawabnya,a�? kata Bayu pada Lombok Post.

Bayu menuturkan, dalam operasi tersebut, 16 pasangan bukan suami istri terjaring. Mereka yang terjaring didominasi oleh pasangan muda mudi. Mereka kebanyakan tidak memiliki kartu kependudukan saat digerebek.

a�?Banyak pasangan yang tidak bisa memperlihatkan buku nikahnya, dan kartu kependudukan,a�? ungkapnya.

Mantan Lurah Banjar tersebut menyarankan, agar masing-masing kepala lingkungan maupun ketua RT ataupun lurah bertanggung jawabmelakukan pengawasan pada masyarakatnya. Terutama di kawasan kos-kosan. Dengan pengawasan yang ketat diharapkan kos-kosan tidak sampai dijadikan tempat maksiat dan aksi kriminalitas.

Sementara itu, Kepala Bidang Tramtibum Satpol PP NTB Rasyidin mengatakan operasi dilakukan di malam hari karena saat itu, para penghuni kos tengah berada di tempat. a�?Biasanya di siang dan sore hari para penghuni kos ini bekerja,a�? ujarnya.

Dia berharap dengan operasi gabungan itu dapat menekan aksi kriminalitas atau maksiat di kawasan kos. Melalui operasi ini, juga diharapkan membuat pemilik kos melakukan pengawasan lebih ketat terhadap kos-kosannya.

a�?Sebelumnya kami telah sisir, survey, dan mengumpulkan laporan-laporan masyarakat terhadap aktivitas kos-kosan yang jadi sasaran hari ini,a�? tuturnya.

Puluhan pasangan yang terjaring saat operasi gabungan tersebut dikumpulkan di Kantor Satpol PP NTB. Mereka lantas didata petugas selama tiga jam lebih. Mereka yang terjaring selanjutnya diberikan arahan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya.

a�?Ke 16 pasangan itu kami berikan wajib lapor di kantor Satpol PP NTB, satu kali dalam seminggu,a�? bebernya.

Selain menjaring 16 pasangan tidak sah, operasi gabungan tersebut juga menjaring satu orang mahasiswa dari salah satu kampus di Kota Mataram yang terindikasi menggunakan obat-obatan terlarang.

a�?Dia langsung ditangani oleh BNN NTB, untuk dilakukan rehabilitasi,a�? tandasnya. (cr-tea/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka