Ketik disini

Metropolis

Pemprov Siapkan SDM untuk Mandalika

Bagikan

MATARAM-Pemprov NTB menyatakan siap memasok Sumber Daya Manusia (SDM) untuk KEK Mandalika. Dengan lowongan mencapai 3.000 di awal 2019, pemerintah daerah mengaku tidak kesilitan mencari tenaga kerja. Meski kenyataanya, lulusan beberapa perguruan tinggi masih di angka ratusan.

Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat angka pengangguran terbuka semeseter I 2017 mencapai 3,86 persen. Dengan angkatan kerja 2,5 juta, maka ada 96.500 orang masih menganggur.

Dengan kondisi itu, maka tidak akan sulit mencari tenaga kerja. Tapi masalahnya adalah bagaimana mendidik angkatan kerja itu menjadi tenaga kerja terampil yang dibutuhkan industri pariwisata.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB H Wildan menjelaskan, jauh sebelum Presiden Joko Widodo meresmikan KEK Mandalika, Pemprov NTB sudah memikirkan masalah kesiapan tenaga kerja. Beberapa upaya pun sudah coba dilakukan.

Misalnya, dengan mensosialisasikan kepada masyarakat, khususnya angkatan kerja muda. Bahwa industri pariwisata KEK Mandalika membutuhkan banyak tenaga kerja, sehingga perlu menyiapkan diri sejak dini.

Selain itu, pemerintah juga mendirikan Balai Latihan Kerja (BLK). Ada lima BLK yang tersebar di Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, dan Bima. Dalam setahun dari semua BLK itu, jumlah tenaga kerja yang dicetak antara 1.000-2.000 orang per tahun.

a�?Mereka dididik selama tiga bulan sampai siap kerja,a�? jelas Wildan.

Hanya saja, selama ini BLK tidak fokus untuk menyiapkan tenaga kerja bagi KEK Mandalika. Tapi dididik untuk kebutuhan tenaga kerja di kapal-kapal pesiar. Mulai tahun 2017, BLK diarahkan untuk mencetak tenaga kerja bidang pariwisata, khususnya perhotelan. a�?Kita menyisir siswa SMA/SMK yang berminat,a�? ujarnya.

Seperti BLK Internasional di Lenek, Lombok Timur. Balai itu mampu melahirkan tenaga kerja antara 500-1.000 orang per tahun. Sebab kelasnya sudah internasional. Bila diarahkan ke bidang pariwisata, maka ia yakin kebutuhan tenaga kerja untuk KEK Mandalika akan mampu dipenuhi.

Rencananya, di 2018 delapan paket diarahkan untuk pariwisata. Dimana satu paket belajar terdiri dari 16 orang. Sehingga untuk menyambut penyerapan tenaga kerja di KEK Mandalika, pemerintah sudah menyiapkan. a�?Bukan sangat siap, tapi upaya untuk itu sudah kita mulai,a�? kata Wildan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Muhammad Faozal mengatakan, salah satu bentuk kesiapan daerah menyambut beroperasinya KEK Mandalika adalah dengan mendirikan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok. Lembaga pendidikan itu diperjuangkan karena sebelumnya ada rencana bahwa kebutuhan SDM Mandalika cukup dididik di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali. Tapi kebutuhan tenaga di Bali dan Lombok berbeda. Akhirnya NTB diberikan jatah Poltekpar untuk menyiapkan SDM pariwisata.

a�?Tujuan awal pendirian Poltekpar adalah untuk KEK Mandalika,a�? terang mantan Direktur Poltekpar Lombok itu.

Saat ini, jumlah mahasiswa yang dididik setiap tahun di Polterkpar mencapai 400 orang. Tapi dengan adanya kebutuhan 3.000 lapangan pekerjaan, maka Poltekpar akan menerima hingga 500 orang setiap tahun.

Tapi ia mengakui, jika mengandalkan lulusan perguruan tinggi swasta saja tidak cukup. Karena itu, ada perguruan tinggi swasta juga diharapkan menyiapkan SDM mereka untuk KEK Mandalika. a�?Kita juga masih punya BLK Internasional di Lombok Timur,a�? tandas Faozal. (ili/r5)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka