Ketik disini

Headline Metropolis

Densus Baku Tembak dengan Empat Terduga Teroris di Bima

Bagikan

BIMA-Terduga penembak polisi itu akhirnya tewas di tangan Densus 88 Anti Teror. Sebelumnya, dua orang berinisial RFJ, 23 tahun dan AM, 43 tahun itu diduga menembak dua personel Polres Bima Kota tanggal 11 September 2017 lalu.

Nyawanya tidak tertolong usai terlibat kontak senjata di gunung Dusun Tololai, Desa Rite, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima sekitar pukul 09.30 Wita, kemarin. Infomasinya, baku tembak itu melibatkan Tim Densus 88 dan empat orang terduga teroris. Sayangnya dua terduga teroris lainnya yang terlibat dalam baku tembak ini berhasil kabur.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” post_type=”portfolio” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Sementara jenazah dua terduga teroris yang tewas dievakuasi menggunakan mobil ambulance Polres Bima Kota. Dan keluar dari lokasi baku tembak sekitar pukul 16.15 wita.

Tidak lama setelah itu, polisi langsung melakukan olah TKP di lokasi baku tembak tersebut. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan polisi adalah satu pucuk senjata api rakitan dan satu senjata tajam jenis parang.

Informasi yang dihimpun Lombok Post menyebutkan, Tim Densus mendapat informasi adanya pergerakan kelompok terduga teroris di Desa Mawu, Kecamatan Ambalawi, Bima sejak beberapa waktu lalu. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan upaya penangkapan.

Setelah berada di TKP, tim mendapat perlawanan berupa tembakan dari kelompok teroris. Perlawanan itu dibalas Tim Densus 88 sehingga menewaskan dua orang terduga teroris.

Arsyad M Nur, 52 tahun warga setempat mengaku kaget dengan adanya aksi penangkapan terduga teroris. Ia mengaku tidak pernah mengetahui ada aktivitas lain di desanya itu.

a�?Kami tidak tahu ada polisi yang keluar masuk di sini dan ada kelompok itu di sini. Kayaknya bukan warga di sini dan kami kaget pas tahu tadi pagi,a�? ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Mahdir, 53 tahun. Ia mengaku mendapat kabar ada penembakan itu. Bahkan informasi yang ia terima, sempat terdengar letupan senjata. a�?Tadi ada warga yang dengar suara senjata,a�? tuturnya.

Mahdir mengaku sejauh ini tidak pernah ada penangkapan teroris di desanya. Bahkan menurutnya, di wilayah itu tidak ada lokasi latihan seperti yang santer terdengar. a�?Katanya di sini ada lokasi latihan, tapi setahu kami tidak ada kok,a�? tegasnya.

Sementara Camat Ambalawi Rifai membenarkan adanya penembakan itu. Menurutnya, kontak senjata terjadi Senin pagi di gunung Dusun Tololai, Desa Mawu. a�?Tidak ada masyarakat yang bisa masuk ke lokasi itu. Dari laporan anggota, ada beberapa kendaraan dinas polisi di sana,a�? ujarnya.

Kapolda NTB Brigjen Pol Drs M Firli MSi yang dihubungi via WhatsApp membenarkan informasi tersebut. Dijelaskan Firli, dirinya sudah melakukan komunikasi dengan anggota Densus 88 Anti Teror (AT).

a�?Dua pelaku yang ditembak itu merupakan tersangka yang menembak dua anggota Polres Bima Kota. Dalam aksinya tersangka menggunakan senjata,a�? jelas Firli.

Terpisah, Wakapolda NTB Kombes Pol Tajuddin juga membenarkan adanya peristiwa itu. a�?Benar ada terduga teroris yang tertembak, dua orang (tewas),a�? kata Wakapolda NTB Kombes Pol Tajuddin, kemarin (30/10).

Mengenai dua orang yang tertembak itu, Tajuddin mengaku belum mendapat informasi lanjutan dari Kapolres Bima Kota. Apalagi TKP kontak senjata berada di atas gunung. Jauh dari perkotaan dan sulit mendapat akses komunikasi.

a�?TKP di sana sangat jauh. Sinyal sulit. Tapi ini kita usahakan secepatnya,a�? ujarnya.

Namun Tajuddin membenarkan jika dua orang yang tewas merupakan kelompok teroris. Hanya saja, untuk keterlibatan atau tergabungnya mereka dengan kelompok teroris apa, masih didalami tim di lapangan.

a�?Masuk jaringan mana, itu kita belum tahu. Tapi sudah kita pastikan teroris, karena anggota yang melakukan tindakan itu pasti berdasarkan bukti-bukti,a�? jelasnya.

Mengenai dua orang yang tertembak, Tajuddin juga masih menunggu koordinasi dengan Tim Densus 88 yang berada di lapangan. Apakah nanti mereka akan dibawa ke Mataram atau langsung diterbangkan ke Jakarta.

a�?Jenazah masih dievakuasi. Kita belum tahu apa akan dibawa ke sini atau Jakarta langsung,a�? pungkas Tajuddin. (dit/yet/r2/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka