Ketik disini

Headline Kriminal

Sekda Lotim Diperiksa Polisi

Bagikan

MATARAM-Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur (Lotim) Rohman Farly dipanggil kepolisian, kemarin (30/10). Pemanggilan itu terkait izin penambangan pasir besi di Ijobalit, Kecamatan Labuhan Haji, Lotim.

Rohman yang ditemui usai pemeriksaan di Gedung Ditreskrimsus Polda NTB mengatakan, penyidik menanyakan beberapa hal mengenai penambangan pasir di Ijobalit. Salah satunya terkait pengangkutan pasir besi oleh PT AMG pada September lalu.

Mengenai pengangkutan itu, Rohman mengaku baru mengetahuinya. Sebelum memenuhi panggilan kepolisian, dirinya tidak tahu menahu mengenai masih beroperasinya PT AMG di wilayah tersebut.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” post_type=”portfolio” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Saya malah baru dengar dari Polda NTB bahwa bulan September itu ada pengangkutan,a�? kata Rohman, kemarin.

Lebih lanjut, mengenai pengangkutan hingga masalah penambangan, pemkab sejatinya sudah tidak berwenang. Apalagi setelah diterbitkannya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Menurut Rohman, undang-undang tersebut mengatur kewenangan mengenai penambangan yang berada di wilayah kabupaten. Berlakunya peraturan itu, memangkas kewenangan kabupaten untuk mengurus tambang di wilayahnya.

a�?Kewenangannya kan ke provinsi. Jadi kalau ada pengangkutan, perizinan baru, atau penyesuaian lainnya, itu sudah kembali ke provinsi,a�? beber dia.

Sebelumnya Pemprov NTB telah meminta PT AMG untuk sementara menghentikan aktivitas penambangan pasir besi Ijobalit. Tidak hanya dari Pemprov, tuntutan yang sama juga sebelumnya telah dilontarkan warga setempat.

Aktivitas penambangan sendiri telah mulai berjalan kurang lebih dua bulan. Namun dalam perjalanannyaA� menuai protes dari warga. Bahkan izin penambangan yang telah dikantongi perusahaan tersebut juga dipertanyakan warga. Sebab, penerbitan izin tanpa sepengetahuan dan rekomendasi dari mereka.

Mengenai izin dari PT AMG, Sekda menegaskan sejauh ini tidak ada pencabutan. a�?Kalau dicabut atau tidak, saya tidak mengerti. Karena sampai hari ini saya belum lihat suratnya,a�? aku dia.

PT AMG sesungguhnya telah mengantongi izin dari Pemkab Lotim. Perusahaan penambangan pasir ini mulai memproses izinnya pada 2009 silam, ketika proses perizinan masih ditangani pemkab.

a�?Izin waktu itu diberikan pemkab, karena kewenangannya masih di kabupaten,a�? kata Rohman.

Karena itu, dalam pemanggilan kemarin, Rohman menyerahkan sejumlah data ke penyidik. Data tersebut terkait dokumen perizinan yang diberikan Pemkab Lotim kepada PT AMG.

a�?Semua sudah kita serahkan ke sana (penyidik, Red). Tapi yang dipermasalahkan itu kan soal adanya pengangkutan di September kemarin. Kalau seperti itu, kewenangannya sudah di provinsi,a�? pungkas dia.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka