Ketik disini

Metropolis

a�?Smart Citya�? Pertama NTB di Lombok Timur

Bagikan

JAKARTA-Lombok Timur kini meretas jalan menjadi kabupaten pertama di NTB yang akan memiliki sebuah konsep kota cerdas atau a�?Smart Citya�?. Jika telah terealisasi, konsep kota cerdas ini akan memungkinkan pengelolaan sumber daya menjadi lebih efisien selain memberikan kemudahan mengakses informasi kepada masyarakat.

A�Lombok Timur termasuk dalam 25 kabupaten/kota di Indonesia yang akan mulai menerapkan konsep a�?Smart Citya�? dengan dibimbing langsung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Sebanyak 78 kabupupaten/kota tahun ini mengajukan diri, namun, hanya 25 yang dinilai layak, termasuk salah satunya Lombok Timur.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” post_type=”portfolio” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Kepastian penerapan konsep a�?Smart Citya�? di Lombok TimurA� tersebut disampaikan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Rosarita Niken Widiastuti saat menerima rombongan pres trip jurnalis NTB bersama Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik NTB dan Sekretariat DPRD NTB, di Jakarta, kemarin (30/10).

Niken mengatakan, dalam tiga tahun ke depan, Kemenkominfo menargetkan terbentuknya 100 kaupaten/kota a�?Smart Citya�? di Indonesia. Setelah tahun 2017 ini siap 25 kabupaten/kota, tahun depan ditargetkan akan siap 50 kabupaten/kota lagi dan sisanya 25 kabupaten/kota lagi tahun berikutnya.

Era teknologi saat ini kata Niken mau tidak mau harus menjadikan pemerintah berbenah. Terutama dalam memastikan layanan publik ke masyarakat yang benar-benar efektif dan efesien.

Di hadapan Niken, Kasubdit Aplikasi Layanan Publik e-Goverment Direktorat Jenderal Aplikasi Kemenkominfo Hafni Septiana Nur Endah mengatakan, Lombok Timur terpilih sebagai daerah yang akan menjalankan konsep a�?Smart Citya�? di NTB setelah melalui proses penilaian yang mendalam.

Dua hal yang benar-benar dinilai yakni menyangkut kapasitas fiskal dan juga yang terkait dengan kesiapan infrastruktur.

Kapasitas fiskal kata Hafni diperlukan, karena a�?Smart Citya�? ini nantinya bisa dijalankan setelah dibentuk Dewan Smart City dan Tim Pelaksna Smart City yang tentunya membutuhkan dukungan fiskal memadai.

Saat ini, kata Hafni masterplan pembentukan a�?Smart Citya�? di Lombok TImur tengah disiapan. Dan pada 15 November 2017 ini, masterplan tersebut sudah harus siap dan dipresentasikan di Kemenkominfo untuk kemudian disempurnakan kalau masih ada kekurangan.

Kemenkominfo sendiri akan menopang a�?Smart Citya�? ini dengan aplikasi-aplikasi yang nantinya akan memudahkan akses informasi dan pelayanan kepada publik.

Hafni sendiri menegaskan, saat ini memang banyak kabupaten/kota di Indonesia yang telah mengklaim menerapkan konsep a�?Smart Citya�?. Namun, diluar 25 kabupaten/kota yang tengah mendapat bimbingan Kemenkominfo tersebut, dia memastikan konsep a�?Smart City-nyaa�? masih belum memadai.

Perwujudan 100 kabupaten/kota a�?Smart Citya�? ini sendiri kata Hafni tidak hanya melibatkan Kemenkominfo semata. Namun, turut serta pelibatan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Kementrian Usaha Kecil dan Menengah. (kus/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka