Ketik disini

Giri Menang Headline

Biaya Isbat Nikah Gratis

Bagikan

GIRI MENANG-Ini kabar gembira bagi mereka yang hingga kini belum punya buku nikah tapi terbentur biaya sidang isbat nikah. Pengadilan Agama memastikan, biaya isbat nikah gratis bagi keluarga tidak mampu. Syaratnya tinggal melampirkan keterangan tidak mampu dari pemerintah.

Ketua Pengadilan Agama Giri Menang Baiq Halkiyah kepada Lombok Post kemarin (31/10) mengatakan, pada dasarnya setiap orang yang mengajukan perkara apapun ke pengadilan agama memang berbayar sesuai payung hukumnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” post_type=”portfolio” taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Tetapi, dalam hal tersebut pemerintah kemudian mempunyai kebijakan. Bagi masyarakat yang tidak mampu, tidak perlu membayar perkara. Tentunya dengan sejumlah persyaratan. Sehingga perkara itu pun disebut sebagai perkara prodeo, yang biaya perkara ditanggung oleh Mahkamah Agung RI.

Dia menjelaskan, kisaran biaya isbat nikah beragam. Mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu sebagai panjar. Banyak sedikitnya biaya isbat nikah, juga tergantung dari kehadiran pasangan tersebut. Selain itu tergantung pula pada panjang pendeknya radius lokasi isbat nikah dari kantor Pengadilan Agama.

a�?Kalau mau gratis, datang langsung ke pengadilan dengan membawa surat keterangan miskin,a�? jelasnya.

Nantinya, dengan mengajukan bukti tertulis tersebut akan diperiksa panitra untuk diusulkan pada Ketua Pengadilan Agama. Bila sudah disetujui, Ketua PA akan memerintahkan ke KPA untuk mengeluarkan uang (biaya) dari dana simpanan Pengadilan Agama. Total dana yang disiapkan Mahkamah Agung untuk membiayai isbat nikah Rp 325 ribu.

Selain itu, kata dia, biaya isbat nikah sebenarnya dapat dikeluarkan oleh pemerintah daerah atau bupati hingga pihak desa melalui Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).

a�?Desa juga bisa mengalokasikan dananya untuk warga tidak mampu lakukan isbat nikah,a�? kata Halkiyah.

Sementara itu, hingga kini memang tidak sedikit warga miskin di Lombok Barat yang ternyata belum mengantongi buku nikah lantaran tak mampu membayar biaya isbat nikah tersebut.

a�?Banyak warga kami belum punya buku nikah. Kebanyakan warga miskin,a�? ungkap Kepala Lingkungan Perigi Gerung Mansur, kepada Lombok Post, kemarin (31/10).

Ia menyebutkan, ada 633 kepala keluarga yang bermukim di lingkungannya. Dari jumlah tersebut, hampir 50 persen pasangan suami istri belum memiliki buku nikah.

Kondisi ini, tentu menyulitkan warga di kemudian hari untuk mengurus keperluan anaknya. Salah satunya saat membuat akte kelahiran di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lobar.

Sehingga salah satu solusi bagi mereka yang belum memiliki buku nikah adalah menjalani isbat nikah. Yang disidangkan di PA Giri Menang.

Sayangnya, untuk pelaksanaan isbat nikah, warga miskin terbentur biaya. Mereka diminta mengeluarkan biaya isbat nikah hingga Rp 350 ribu.

Nominal itu dinilai mereka memberatkan. Warga berharap dapat dilakukan isbat nikah secara masal. Di mana PA Giri Menang bersama Kementerian Agama dapat turun langsung ke desa atau kelurahan.

a�?Mereka minta keringanan, bahkan gratis. Karena yang tidak punya ini (buku nikah) orang miskin,a�? ungkap Mansur.

Seingatnya, isbat nikah masal pernah dilakukan tahun 2015. Yang digelar di kelurahan dengan sepuluh pasutri.

Sekretaris Lurah Gerung Selatan Nurisah membenarkan kondisi tersebut. Keluarga yang tak punya buku nikah, selain terkendala dalamA� pembuatan akta kelahiran, juga terkendala pada pembuatan kartu keluarga. Baik baru atau perubahan. Sementara syarat buat kartu keluarga adalah adanya buku nikah. (ewi/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka