Ketik disini

Headline Kriminal

Dugaan Korupsi Bawang Bima Berlanjut

Bagikan

MATARAM-Penyelidik Polda NTB terus mendalami dugaan korupsi pengadaan bibit bawang di Kabupaten Bima. Kepolisian rencananya akan mengkonfrontir beberapa pihak, terkait dengan proyek yang digulirkan pada 2016 lalu.

Wadirreskrimsus Polda NTB AKBP I GPG Ekawana Prasta mengatakan, untuk kasus ini masih tahap penyelidikan subdit Tipikor Polda NTB. Beberapa pihak juga telah dimintai keterangan untuk mencari petunjuk dalam penyelidikan.

“Tetap kita lidik,a�? kata Ekawana, kemarin (31/10).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” post_type=”portfolio” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Ekawana menjelaskan, masuknya dugaan korupsi proyek pengadaan bibit bawang berdasarkan laporan masyarakat. Permasalahan ini berawal dari proses pengadaan bibit bawang.

Ketika cair anggaran dari APBN 2016, petani menerima gelontoran bibit melalui Dinas Pertanian (Distan) Pemkab Bima. Masalah muncul karena pencairan ini tidak bertepatan dengan musim tanam.

a�?Proyek cair saat musim hujan, tidak tepat waktu,a�? ujar dia.

Mengenai progress penyelidikan, kata Ekawana, pihaknya mengalami kendala dalam mengumpulkan dokumen dalam pengadaan bibit bawang. Sebab, banjir yang melanda Bima akhir tahun lalu, mengakibatkan sejumlah dokumen penting hanyut.

Meski demikian, langkah penyelidikan akan tetap dilanjutkan. Rencananya, penyidik akan mengkonfrontir pihak terkait. Mulai dari petani, pengepul yang menentukan harga, hingga penyedia barang.

a�?Kita lihat nanti, apakah kontrak yang ada itu sesuai dengan kondisi di lapangan,a�? katanya.

Sedikit mengulas, di perkara ini penyidik telah melakukan pemanggilan dan klarifikasi terhadap salah satu pejabat di Distan Pemkab Bima dan pemenang lelang. Mereka ditanyai seputar proyek yang juga menjadi bidikan Komis Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.

Selain pejabat Distan Pemkab Bima, penyidik juga pemenang lelang, yakni PT LB. Pemanggilan perusahaan tersebut karena ada indikasi persyaratan yang tidak sesuai kualifikasi. Informasi yang koran ini dapatkan, ada sekitar 14 item dokumen PT LB dianggap bermasalah. Semuanya terkait dengan spesifikasi teknis izin merek.

Pengadaan bibit bawang di Kabupaten Bima berasal dari APBN 2016. Nilai yang digelontorkan pemerintah pusat untuk proyek ini cukup fantastis, mencapai Rp 124 miiar. Jumlah tersebut meningkat enam kali lipat dari alokasi pada tahun 2015, yang hanya sebesar Rp 18 miliar.

Angka ratusan miliar tersebut, tidak saja dikhususkan untuk pengadaan bibit bawang. Pemerintah jugamengalokasikannya untuk pembangunan gudang penyimpanan bawang dengan kapasitas 1000 ton, pupuk organik, dan fungisida. (dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka