Ketik disini

Selong

Sipepadu Ngadat, Konsep Smart City Lotim Belum Siap?

Bagikan

SELONG-Lombok Timur terpilih menjadi satu-satunya kabupaten di NTB yang akan menerapkan konsep kota cerdas atau smart city. Namun demikian, salah satu aplikasi digital Sistem Informasi Pelayanan Pengaduan Terpadu (Sipepadu) sebagai salah satu konsep Smarty City Pemkab Lotim justru malah belum siap.

“Sipepadu ini adalah aplikasi yang memungkinkan masyarakat bisa mengakses segala informasi pelayanan pemerintah. Termasuk juga pengaduan dalam hal apapun,” terang Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Lotim H Ridatul Yasa.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” post_type=”portfolio” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Namun terkait tidak bisa diaksesnya aplikasi ini kemarin (31/10), Yaya sapaannya mengaku belum tahu penyebabnya. Ia menduga ada gangguan server sehingga aplikasi yang seharusnya bisa diakses dengan mudah ini untuk sementara waktu eror. “Mungkin ada gangguan server atau kabel FO. Semua seperti ini dari pusat,” terangnya.

Padahal, seharusnya Sipepadu ini bisa dengan mudah diakses masyarakat melalui komputer atau smartphonenya. Cukup dengan memasukkan kata Sipepadu di mesin pencarian maka situs ini akan keluar dengan sendirinya. Setelahnya, masyarakat bisa memilih pelayanan digital yang diinginkan. Baik pelayanan di kecamatan, puskesmas dan rumah sakit hingga pelayanan di kabupaten. Setelah dilaunching September lalu bertepatan dengan pembukaan Festival Muharam, Yayak mengungkapkan aplikasi ini sudah diakses oleh 25.000 lebih warga.

“Jangka panjangnya nanti, setelah konsep smart city ini bisa diterapkan dengan matang, maka pelayanan bagi masyarakat akan lebih mudah. Misalnya saja pelayanan perizinan hingga pelayanan dasar,” bebernya.

Masyarakat bisa lebih mudah mengajukan atau mengurus izin dimanapun mereka berada. Tidak lantas harus bertatap muka dengan petugas yang menyita banyak waktu dan tenaga. Begitu juga dengan ketika mereka akan melakukan pembayaran pajak, atau yang lainnya.

“Jadi ini juga nanti akan membantu daerah memaksimalkan potensi pendapatan. Masyarakat yang semula tidak punya waktu untuk mengurus pajak atau ini itu, setelah konsep smart city diterapkan akan lebih mudah,” ungkap mantan Sekretaris Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lotim tersebut.

“Bahkan masyarakat yang mau berobat ke rumah sakit bisa mendaftar lewat rumahnya. Jadi mereka tidak perlu lama ngantre karena sudah tahu kapan mereka akan di layani,” sambungnya.

Hanya saja, agar bisa sampai pada tahapan pelayanan seperti ini, butuh proses yang cukup panjang. Sehingga, Diskominfo mengaku secara perlahan akan melakukan koordinasi dengan semua pihak. Mulai dari SKPD yang akan melayani masyarakat hingga sosialisasi konsep smart city ini kepada masyarakat Lotim.

Untuk anggaran tahun pertama 2017 ini, Diskominfo mengaku mendapat kucuran dana Rp 500 juta. Di tahun berikutnya mereka juga mengusulkan anggaran yang sama untuk mulai mengembangkan konsep smart city. Agar lebih maksimal Diskominfo Lotim mengambil langkah cepat untuk bekerja sama dengan Kota Bandung Jawa Barat yang telah lebih dulu mengembangkan konsep ini.

“Besok (hari ini, Red) kami akan berangkat ke Bandung untuk menjalin kerja sama dengan pemerintah di sana. Kami ingin melihat konsep smart city Kota Bandung dan belajar dari sana,” kata Yayak.

Ia mengaku ingin melihat bagaimana konsep dan proses pengembangan smart city di Bandung hingga bisa seperti saat ini. Dimana, semua proses pelayanan begitu mudah memanfaatkan teknologi yang ada. Bahkan, Bandung memilki Command Center yang bisa memudahkan pemerintah mengontrol aktivitas pelayanan hingga aktivitas masyarakatnya.

“Pelan-pelan Lotim akan seperti itu. Tapi kan butuh proses, Bandung juga butuh waktu beberapa tahun baru bisa seperti sekarang ini,” ucapnya.

Selain bekerjasama dengan Bandung, pertengahan November mendatang Diskominfo juga diundang ke Jakarta bersama 25 Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi. Lotim akan menampilkan aplikasi yang menjadi salah satu ikon smart city yang telah dibuat yakni Sipepadu yang sedang mengalami gangguan ini. Rencananya Lotim akan mengusung jargon Lotim Begibung Smart City yang akan dipresentasikan kepada Kementerian Kominfo.

“Di sana kami juga akan berbagi pengetahuan terkait bagaimana pengembangan konsep smart city ini di daerah masing-masing,” beber Yayak.

Ia sendiri mengaku Lotim dipilih menjadi satu-satunya daerah di NTB untuk menerapkan konsep ini tidak terlepas dari beberapa alasan. Mulai dari kesiapan anggaran, kesiapan sarana prasarana hingga dukungan dari peraturan daerah dan Perbup yang selaras dengan konsep pengembangan smart city ini.

Sebelumnya, Kasubdit Aplikasi Layanan Publik e-Government Direktorat Jenderal Aplikasi Kemenkominfo Hafni Septiana Nur Endah mengatakan, Lotim terpilih atas berbagai penilaian. Dua hal yang diyakini yakni menyangkut kapasitas fiskal dan juga kesiapan infrastruktur.

Saat ini Hafni mengatakan master plan pembentukan Smart City di Lotim tengah disiapkan. “15 November master plan tersebut sudah harus di presentasikan di Kemenkominfo untuk kemudian disempurnakan kalau ada kekurangan,” jelasnya. (ton/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka