Ketik disini

Giri Menang Headline

Astaga! Dua Desa di Lobar Rawan Pangan

Bagikan

GIRI MENANG-Dinas Ketahanan Pangan Lombok Barat buka-bukaan. Dua desa di Lombok Barat kini ternyata berstatus rawan pangan. Dua desa tersebut adalah Desa Gili Gede Indah di Kecamatan Sekotong dan Desa Bukittinggi di Kecamatan Gunungsari.

Kepada Dinas Ketahanan Pangan Lobar Abdul Manan mengungkapkan, dua desa tersebut masuk kategori rawan pangan lantaran punya masalah pelik yang terkait dengan sistem pengairan dan transportasi. Sementara secara geografis, desa ini juga tidak mudah dijangkau.

a�?Ada masalah juga dari ketersediaan listrik, keterjangkauan pasar, serta jumlah keberadaan took atau kios,a�? kata Manan, kemarin (1/1).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” post_type=”portfolio” taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Namun, meski berstatus rawan pangan, dia memastikan tak ada kelaparan di dua desa tersebut.

Namun, dia memastikan bahwa kondisi lahan di dua desa itu saat ini agak kritis. Terutama tak bisa ditanami lantaran ketiadaan sistem pengairan yang memadai. Sehingga hal tersebut juga berdampak pada kemampuan masyarakat menyiapkan kebutuhan pangan secara mandiri dengan bercocok tanam.

Mendapati hal ini, pihaknya kata Manan tidak tinggal diam. Antara lain sudah dibentuk kelompok wanita tani (KWT) serta Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Dengan harapan, dua program tersebut bisa mengangkat dua desa ini menjadi kawasan yang mandiri pangan. a�?Kami juga berkoordinasi dengan SKPD terkait untuk memastikan upaya bersama,a�? tandas Manan.

Kondisi lahan yang kritis pun kini sudah mulai diakali dengan memanfaatkan media-media taham seperti biovlog, polybag, hidroponik, aquaponik. Sementara itu, diuapayakn pula sistem pengairan secara bertahap dengan memanfaatkan teknologi.

Sebelumnya kata Manan, selain dua desa ini, ada beberapa desa di wilayah Kecamatan Gerung yang juga masuk sebagai daerah rawan pangan. Itu merujuk pada persentase kemiskinan yang mencapai 30 persen di desa tersebut.

Desa tersebut adalah Desa Beleka, Desa Dasan Geres, Desa Gerung Selatan, Desa Gerung Utara, dan Desa Giri Tembesi. Namun kini, dengan upaya pemerintah dan masyarakat, desa-desa itu masuk dalam kawasan mandiri pangan.

Soal bantuan pangan, Manan memastikan pemerintah siap menyalurkan bantuan pangan ke desa rawan pangan tersebut manakala masyarakat sudah membutuhkan. Sejauh ini untuk kebutuhan pokok seperti raskin, masih tetap rutin disalurkan. Pun demikian dengan bantuan-bantuan sosial masyarakat lainnya.

Beberapa program dari SKPD lain juga kini sudah masuk di dua desa yang rawan pangan ini. Antara lain program Tancap Gas (tanam cabai terintegrasi unggas), dikembangkan lagi menjadi Tancapkan Gas (tanam cabai, pelihara ikan, terintegrasi unggas). Program ini digagas Pemprov NTB.

Sementara mengenai ketersediaan pangan, sambungnya, berdasarkan data asumsi ketersediaan pangan di Lobar tahun 2017, secara keseluruhan kondisi pangan mengalami surplus sebesar 163.019 ton. Dengan rincian, produksi beras sebesar 109.770 ton, jagung sebesar 51.702 ton, dan ubi sebesar 1.547 ton.

a�?Kebutuhan total kita sebanyak 30 ribu ton untuk beras, sehingga masih bisa disalurkan ke daerah lain di NTB,a�? tutupnya. (ewi/r8)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka