Ketik disini

Headline Tanjung

Kemenag Cabut Surat Keterangan Pengganti Ijazah

Bagikan

TANJUNG– Meskipun sudah hampir dua minggu pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak berakhir, namun untuk Desa Sokong hasil pemilihan belum ditetapkan. Termasuk penetapan kepala desa terpilih. Terlebih ketika Kemenag Lombok Utara mengeluarkan surat dengan nomor B-643/Kd.19.10/PP.00/10/2017 yang berisi pencabutan surat keterangan pengganti ijazah yang sudah dikeluarkan kepada calon kepala desa Marianto.

Untuk diketahui, dari hasil rekapitulasi Pilkades Sokong, Marianto yang merupakan calon nomor 3 mendapatkan suara tertinggi. Namun Panitia Pilkades Sokong belum melakukan pleno dan mengumumkan hasil karena tiga orang calon kades lainnya menolak menandatangani berita acara pemilihan.

a�?Surat tembusan dari Kemenag ini kita terima Selasa (31/10),a�? ujar Ketua Panitia Pilkades Sokong I Made Kariyasa, kemarin.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” post_type=”portfolio” taxonomy=”post_tag” tax_term=”94″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dengan munculnya surat dari Kemenag tersebut, Kariyasa mengaku akan menggelar rapat internal kembali dengan BPD dan panitia pengawas kecamatan untuk menentukan langkah selanjutnya.

Menurut Kariyasa, hasil Pilkades Sokong memang belum diplenokan sehingga belum ada kades terpilih yang ditetapkan. Apabila proses tidak bisa diselesaikan di tingkat Panitia Desa maka akan dilanjutkan ke Panitia Pengawas Kecamatan selama tujuh hari. Jika tidak bisa diselesaikan juga maka akan diserahkan ke Panitia Kabupaten.

Terkait kemungkinan pembatalan hasil Pilkades Sokong karena salah satu calon diketahui tidak memiliki persyaratan lengkap yakni ijazah SMP/ sederajat, Kariyasa belum bisa memastikan. Dia tidak bisa memastikan apakah pilkades akan diulang dan hasil yang sudah ada dibatalkan.

a�?Untuk ini saya belum bisa komentar. Kita tunggu hasilnya nanti setelah rapat dan berkoordinasi dengan Panitia Kabupaten,a�? katanya.

Sementara itu, Kabag Pemerintahan Setda Lombok Utara yang akan dikonfirmasi Koran ini tidak bisa ditemui.

a�?Pak Kabag tidak masuk, sakit,a�? ujar salah seorang staf Bagian Pemerintahan.

Terpisah, Kabag Hukum Setda Lombok Utara Raden Eka Asmarahadi yang dikonfirmasi mengaku belum menerima surat dari Panitia Pilkades Sokong. Pihaknya baru bisa mengambil langkah apabila dari panitia desa sudah berkoordinasi.

A�a�?Surat dari Kemenag kita juga belum lihat,a�? pungkasnya. (puj/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka