Ketik disini

Headline Praya

Desa Bermasalah Terus Bertambah

Bagikan

PRAYA-Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya, di Lombok Tengah (Loteng) merilis, laporan dugaan penyewengan anggaran pembangunan desa terus bertambah. Hanya saja jaksa menilai A�tidak semua aduan tersebut memenuhi unsur tindak pidana korupsi.

a�?Sehingga, kami benar-benar menyaring. Tidak semua ditindaklanjuti,a�? kata Kasi Intel Kejari Praya Feby Rudy pada Lombok Post, kemarin (2/11).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” post_type=”portfolio” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dari puluhan laporan yang masuk, beber Feby tidak lebih dari 20, yang bisa ditindaklanjuti. Itu pun, bisa saja berkurang. Setelah, Inspektorat melakukan audit investasi.

A�a�?Dua diantaranya, sudah ditingkatkan statusnya,a�? katanya.

Kedua desa yang dimaksud, ungkap Feby kini ditangani bidang Pidsus. Selebihnya, masih pengumpulan data dan penyelidikan. Jaksa pun, berusaha melakukan pencegahan. Dengan cara, menyampaikan tata cara pengelolaan dan pelaporan anggaran desa yang baik dan benar.

Jaksa, lanjutnya sudah beberapa kali turun ke desa. Sekarang, tinggal bagaimana aparatur pemerintah desa, menjalankannya. Jika tidak mengindahkan, maka jeruji besi menunggu.

a�?Desa-desa juga kita minta, jangan latah lah,a�? cetus Anggota Komisi 2 DPRD Loteng Suhaimi, terpisah.

Ia mengatakan, ketika ada anggaran desa besar, maka jangan cepat-cepat dihabiskan. Harus dikelola secara optimal guna membangun desa dari sisi penanganan kemiskinan. Jangan pembangunan fisiknya saja. a�?Biasanya masalah kecil di desa, akan menjadi pemicu,a�? kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Untuk itulah, pihaknya menyarankan agar, aparatur pemerintah desa berusaha semaksimal mungkin meminimalisir. a�?Prinsipnya, setiap kali kami diminta mengaudit, maka kami langsung mengirimkan hasilnya ke jaksa atau kepolisian,a�? tambah Inspektur Inspektorat Lalu Aswatara.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka