Ketik disini

Headline Kriminal

Sengketa Tanah Gili Trawangan, Kedua Belah Pihak Sama-sama Yakin Menang

Bagikan

MATARAM-Gugatan perdata sengketa tanah di Gili Trawangan, Lombok Utara, memasuki tahap pembacaan kesimpulan. Kedua pihak yang berperkara, Agus Winaktu dan Adi Nugroho, menyerahkan materi kesimpulan kepada majelis hakim.

Dalam praktiknya, penasehat hukum kedua terdakwa tidak membaca kesimpulan di depan persidangan. Mereka hanya menyerahkan materi, yang nantinya diteliti dan dipelajari majelis hakim.

a�?a��Kesimpulan saya terima. Kami akan mempelajari kesimpulan dengan fakta yang ada,a��a�� kata Ketua Majelis Hakim Dr Yapi, kemarin 6/11).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Kepada kedua pihak yang berperkara, Yapi mengatakan, nantinya pasti ada pihak yang menang. Ada juga yang kalah. Namun, jika diserahkan pada putusan bersama dengan menggunakan kepala dingin, nantinya bisa memuaskan kedua pihak.

a�?a��Tidak mungkin keduanya menang, itu risiko berperkara di pengadilan,a��a�� ujarnya.

Apapun putusan nanti, kedua pihak tetap diberikan hak yang sama. Yakni untuk menempuh upaya hukum lanjutan, seperti banding, kasasi, hingga peninjauan kembali.

a�?Ke mana ujung perkara ini saya tidak tahu. Tapi dalam dua minggu ke depan kami periksa fakta, kemudian memutuskan,a��a�� kata Yapi.

Usai persidangan, penasihat hukum penggugat, Feby Maranta mengatakan, poin kesimpulan yang disampaikan, merupakan proses jalannya persidangan hingga pemeriksaan setempat beberapa waktu lalu.

Kata dia, dalam kesimpulan itu, pihaknya menegaskan jika seluruh dalil gugatan yang diajukan, seluruhnya bisa dibuktikan. Yakni melalui surat dan saksi dalam persidangan. Perjanjian kerja sama pun dibuktikan melalui akta perjanjian.

a�?a��Ada delapan saksi fakta yang telah kita ajukan. Semuanya benar mengatakan ada kerja sama. Modal sebesar Rp 13 miliar juga begitu, kita buktikan dengan kuitansi,a��a�� beber dia.

Selain itu, tak kalah pentingnya mengenai putusan pidana yang memiliki keterkaitan dengan perkara perdata saat ini. Begitu pula dengan keterangan ahli yang diajukan penggugat, yakni dua ahli perdata dan satu pidana.

a�?a��Keterangan ahli sebelumnya juga menyatakan putusan pidana merupakan sandaran untuk membuat putusan perdata, dan tidak boleh saling bertentangan,a��a�� kata dia.

Karena itu, Feby pun optimis gugatan ini bisa diterima majelis hakim. a�?a��Kita optimis, karena bisa dibuktikan semua. Tidak ada yang tidak bisa kita buktikan dalam dalil gugatan,a��a�� pungkasnya.

Sementara itu, penasihat tergugat, Lalu Martayadi mengatakan, pihaknya tetap berpendapat jika gugata ini error in persona. Sebab, gugatan yang diajukan merupakan wanprestasi. Sementara di dalil gugatan terkait dengan perbuatan melawan hukum.

a�?a��Gugatan seperti ini tidak dibenarkan. Tidak boleh digabung wanprestasi dengan perbuatan melawan hukum,a��a�� ujar dia.

Mengenai akta 81, yang menjadi dasar gugatan, dinilai sebagai perjanjian sepihak. Di mana kedua pihak disebutkan membeli tanah. Sementara yang sebenarnya melakukan transaksi adalahnya korporasi.

a�?a��Kalau kita ya optimis ditolak, atau setidaknya gugatan ini tidak dapat diterima majelis hakim,a��a�� tandas Martayadi.

Diketahui, dalam perkara ini Agus Winaktu menggugat Adi Nugroho terkait wanprestasi. Tergugat dituding tidak menyerahkan sebagian lahan yang telah dibeli bersama, melalui PT Sumber Sejahtera Lestari Lombok (PT SSLL) dari PT Wanawisata Alam Hayati (WAH) seluas 81.686 meter persegi di Gili Trawangan. (dit/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka