Ketik disini

Kriminal

Cabuli Murid, Oknum Guru Diciduk Polisi

Bagikan

MATARAM-Oknum guru mengaji dengan inisial SR, di Desa Dopang, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat (Lobar) ditangkap polisi. Pria 55 tahun ini diduga telah melakukan pencabulan terhadap bocah perempuan berinisial MI, yang merupakan muridnya sendiri.

Menurut keterangan polisi, tindak asusila itu dilakukan SR di rumahnya sendiri sekitar pukul 19.30 Wita, Sabtu (4/11).

Setelah belajar mengaji, lima dari enam anak muridnya meninggalkan rumah SR untuk pulang ke rumah masing-masing. Sementara MI, memilih untuk menonton televisi di rumah pelaku, sebelum kembali ke rumah.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Situasi tersebut ternyata dimanfaatkan pelaku untuk berbuat tindak asusila. Apalagi tak lama setelah korban menonton, istri pelaku pergi ke luar rumah.

Pelaku kemudian melancarkan aksi bejatnya. Dia mengangkat korban dan membopongnya ke kamar. Di sini, pelaku mengimingi-imingi korban dengan sejumlah uang, agar mau menuruti permintaannya.

Ketika melakukan persetubuhan dengan MI, pelaku mendengar suara pintu yang terbuka. Rupanya istri SR pulang lebih cepat dari perkiraannya.

“Jadi pas itu, istri korban pulang. Akhirnya pelaku menghentikan perbuatannya dan menyuruh korban pulang,” kata Kapolres Mataram AKPB Muhammad, kemarin (7/11).

Terbongkarnya aksi bejat itu, karena kecurigaan keluarga korban. MI merasakan perih di organ vitalnya, ketika buang air kecil. Hari itu juga, mereka melaporkan pelaku ke polisi.

“Kita langsung tangkap saat itu,” ujarnya.

Penangkapan terhadap pelaku dilakukan di rumahnya sendiri. Polisi turut mengamankan barang bukti berupa pakaian yang dikenakan korban dan pelaku.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Mataram Ipda Eka Dian Pertiwi mengatakan, dari pengakuan pelaku, aksi pencabulannya ini adalah yang kali pertama. MI juga menjadi korbannya satu-satunya.

“Pengakuannya seperti itu. Tapi masih kita dalami,” kata Dian.

Atas perbuatan pelaku, polisi menjeratnya dengan Pasal 82 Ayat 1 Jo Pasal 76 E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dia terancam hukuman paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara.

Sementara itu, SR mengaku jika aksi bejatnya karena terdorong nafsu. Dia sudah lama tidak berhasrat kepada istrinya.

“Sudah lama saya gak bisa ‘berdiri’ kalau sama istri saya,” aku dia.(dit/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka