Ketik disini

Headline Kriminal

Cegah Narkoba Malaysia ke NTB, Polri-PDRM Perkuat Kerjasama

Bagikan

GIRI MENANG-Peredaran narkoba di Indonesia semakin masif. Tahun ini saja, ada lebih dari dua ton narkoba disitaA� kepolisian. Setengah dari tangkapan tersebut, merupakan selundupan dari luar negeri.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengatakan, modus penyelundupan selalu memakai sel terputus. Namun bukan berarti kepolisian tak bisa mengungkap penyelundupan itu. Ini terbukti dari penangkapan sabu sebanyak satu ton di perairan Banten, Juli lalu.

“Jaringan selalu berganti, sistem sel terputus. Hampir rata-rata di Indonesia tidak bisa kita endus lebih ke atas. Tapi sebagian besar sudah berhasil kita tangkap,” kata Ari, usai pertemuan bilateral ke-11 Polri bersama Polisi Diraja Malaysia di Senggigi, Lombok Barat (Lobar), kemarin (7/11).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dinamika peredaran narkoba cukup kuat di Indonesia. Setelah pemberantasan yang masif dilakukan Filipina, banyak jaringan penyelundup narkoba bergeser ke wilayah Malaysia dan Indonesia.

Mereka menyelundupkan sabu menuju Indonesia melalui Malaysia. Masuk melalui pantai di timur Sumatera, untuk jalur laut. Sementara jalur daratnya bisa langsung menuju pulau Jawa dan Bali.

Bagaimana dengan NTB? Menurut jenderal bintang tiga ini, ada perhatian khusus untuk NTB. Meski tidak menjadi sasaran utama jalur penyelundupan sabu, NTB mempunyai daya tarik sebagai daerah wisata, yang bisa kapan saja dimasuki narkoba.

“Ada perhatian khusus untuk NTB. Di sini kan daerah wisata yang harus kita jaga dari gangguan narkoba. Kita perkuat,” tegas Ari.

Menurut Ari, peredaran narkoba di NTB jika didiamkan bisa semakin rawan. Karena itu, kepolisian NTB harus tetap waspada. “Perangi terus. Jadi tidak ada satu langkahpun yang kita lepas dari pengamatan narkotika,” tegas Ari.

Mengenai pertemuan bilateral dengan Polisi Diraja Malaysia, Kabareskrim menyebut hal ini bertujuan untuk peningkatan kerja sama. Saling menukar informasi dan data terbaru. Termasuk narkotika jenis baru.

“Ada jenis narkotika baru yang sudah diketahui polisi Malaysia, yang mungkin belum ada di Indonesia,” kata dia.

Ditambahkannya, narkoba yang masuk ke Indonesia bukan karena unsur kesengajaan. Para penyelundup rata-rata masuk melalui jalur tikus untuk bisa sampai ke Indonesia.

“Yang masuk lewat bandara, itu bukan berarti diloloskan. Narkoba ini musuhnya dunia, bukan Indonesia dan Malaysia saja,” katanya.

Karena itu, prinsip kepolisian di dunia terkait perang terhadap narkoba itu sama. Untuk Indonesia saja, di tahun ini ada sekitar 2 ton narkoba yang diamankan Polri. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah tersebut meningkat cukup banyak.

“Tahun ini lebih banyak. Itu ada dua kemungkinan, memang pengirimannya semakin banyak dan polisi kita yang lebih rajin, bisa membaca pergerakan penyelundupan,” bebernya.

Sementara itu,A� Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik Polisi Diraja Malaysia (JSJN PDRM) Commissioner Of Police (CP) Datuk Seri Mohmad Salleh mengatakan, pihaknya ingin bertemu lebih sering dengan kepolisian Indonesia. “Kita ingin ada pertemuan-pertemuan kecil dengan polisi Indonesia. Kalau bisa setahun bisa lebih dari satu kali,” ujar dia.

Terkait dengan Malaysia yang dituding sebagai negara pengekspor sabu, dibantah Datuk Seri Mohmad Salleh. Kata dia, Malaysia merupakan negara transit. Penyelundup sabu banyak mengambil barang haram tersebut dari Myanmar, Taiwan, dan Tiongkok.

“Kita harus ingat, negara Malaysia bukan negara pengeluar, hanya transit. Jadi kerja sama dengan Indonesia penting dan ini akan diintensifkan,” pungkas dia.(dit/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka