Ketik disini

Headline Metropolis

Dua Ummi Dibekali Oleh Sekretariat Militer Presiden

Bagikan

MATARAM-Ummi Hj Sitti Rauhun dan Hj Sitti Raihanun semenjak kemarin sudah berada di Jakarta. Sebelum menerima anugerah Pahlawan Nasional dari Presiden Joko Widodo di Istana Negara lusa, sebagai ahli waris Almagfurullah Maulanasyeikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid, keduanya akan mendapat pembekalan dari Sekretariat Militer Presiden terlebih dahulu, hari ini (8/11).

Pembekalan itu diberikan kepada empat ahli waris Pahlawan Nasional. Selain Maluanasyeikh, ada ahli waris Laksamana Malahayati dari Aceh, Lafran Pane dari Yogyakarta, dan Sultan Mahmud Riayat Syah (Sultan Mahmud Syah III) dari Kepulauan Riau.

“Ahli waris akan diberikan penjelasan bagaimana proses penerimaan gelar nanti,” kata Kepala Dinas Sosial NTB H Ahsanul Khalik, kemarin (7/11).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Khalik memastikan, bahwa rombongan ahli waris bersama keluarga sudah ada di Jakarta dan menginap di Hotel Alila. Hotel tersebut memang disiapkan pihak Istana untuk para ahli waris Pahlawan Nasional.

Baik Ummi Rauhun dan Ummi Raihanun didampingi putra putri masing-masing yang juga merupakan cucu Almagfurullah Maulanasyeikh. Termasuk Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi bersama istri.

Sementara itu, terkait proses penerimaan Anugerah Pahlawan Nasional tersebut kata Khalik sepenuhnya diatur oleh protokol Istana Kepresidenan. Para ahli waris, termasuk pemerintah Provinsi NTB kemudian dalam posisi diatur oleh protokol Istana Kepresidenan.

Yang pasti, baik Ummi Rauhun dan Raihanun akan hadir di Istana. Sementara Gubernur NTB dan istri hadir sebagai pemimpin daerah. “Undangannya memang terbatas,” kata Ahsanul.

Rencananya, setelah pemberian gelar, Pemprov NTB akan menggelar beberapa kegiatan. Di antaranya pameran perjuangan Maulanasyeikh di Museum NTB. Semua dokumen sejarah perjuangan akan dipamerkan secara terbuka kepada masyarakat. Termasuk dokumen berita di media massa yang pernah memuat tentang perjuangan Maulanasyeikh.

“Kami sadar peran media juga sangat besar,” kata Khalik.

Pemberian gelar pahlawan bagi Maulanasyeikh akan menjadi kebanggan bagi masyarakat NTB. Sebab, baru pertama kalinya sejak Indonesia merdeka NTB memiliki Pahlawan Nasional. Baginya, semua itu tidak lepas dari peran berbagai elemen masyarakat NTB. Mereka bersepakat dan mengakui peran Tuan Guru Pancor dalam sejarah kemerdekaan.

Terkait pemberian gelar, apresiasi ditunjukkan semua kalangan, termasuk TNI. Danrem 162/WB Kolonel Inf. Farid Makruf mengatakan, pemberian gelar itu harus disyukuri masyarakat NTB. Dan ia berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah merespon aspirasi masyarakat NTB.

Dengan pemberian gelar itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan nilai-nilai kepahlawanan. Mencintai negara dengan bekerja secara tulus untuk kemaslahatan bangsa dan negara.

“Kita harus meniru apa yang diperbuat beliau,” imbuhnya.

Menurutnya pahlawan adalah orang yang bekerja lebih dari apa yang ditugaskan kepadanya, atau melakukan sesuatu yang bisa menginspirasi. Itulah yang dilakukan Maulanasyeikh dalam perjuangannya. (ili/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka