Ketik disini

Headline Metropolis

Tidak Berizin, Proyek Ini Jalan Terus

Bagikan

MATARAMa��Warga Kampung Jawa Selatan, Kecamatan Mataram, resah. Proyek yang disebut tempat pengasapan daging di Jalan Catur Warga itu kembali dikerjakan.

Nona Carolina, seorang warga yang tembok rumahnya berhimpitan langsung dengan lokasi gudang pengasapan ikan terang-terangan menyebut dirinya terganggu. a�?Saya terganggu, ribut sekali,a�?A� ujar Nona dengan nada suara meninggi.

Ia memastikan proyek itu tidak mengantongi izin apapun. Tapi anehnya belum ada tindakan tegas untuk mencegah proyek terus berlanjut.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Itu IMB tidak ada, ILOK juga tidak ada,a�? tudingnya.

Tidak hanya dirinya, ia mengklaim warga lain juga tidak setuju dengan keberadaan proyek itu. Letaknya yang tidak strategis dan dampaknya bagi mayarakat sekitar nanti yang jadi pertimbangan warga menolak usaha itu.

a�?Dia punya bau (kalau beroperasi nanti), terus saluran pembuangannya juga mau ke mana? Belum beroperasi saja sudah ribut, kerja siang malam, orang tua saya sampai terganggu,a�? sesalnya.

Tidak hanya protes dari warga, Nona juga menyebut kepala lingkungan, hingga lurah, juga telah menegur. Tetapi anehnya, proyek itu masih saja terus berlanjut. Pemerintah seperti kehilangan taji di hadapan pemilik proyek.

Ia mengaku telah tinggal di kawasan itu selama 55 tahun. Tapi baru proyek itu menurutnya paling ngeyel dikerjakan. Bahkan, tanpa mengantongi syarat-syarat perizinan.

Sementara itu, seorang pekerja yang ditemui Lombok Post di lokasi mengakui masih terus bekerja sampai sekarang. a�?Iya masih,a�? kata dia.

Ia sempat mendengar adanya penolakan dari warga. Kemudian warga sempat diundang dua kali untuk melakukan musyawarah. Tetapi hasilnya selalu nihil.

a�?Akhirnya bangunan yang belakang yang berimpitan dengan rumah warga berhenti dulu, sedangkan yang bagian depan kembali dikerjakan,a�? jelas pekerja yang lain.

Mandor proyek tersebut Putu Adi mengatakan pihaknya belum pernah ditegur secara langsung oleh Pemerintah Kota Mataram, terkait aktivitas mereka mengerjakan proyek itu. a�?Belum,a�? jawab Adi, singkat.

Ia menyebut dirinya sudah mulai bekerja sejak Februari lalu. Ia sendiri tidak bisa merinci sampai kapan proyek ini akan dikerjakan. Selama ini pihak kontraktor hanya meminta mereka tetap beraktivitas seperti biasa.

Tapi kemudian ia bedalih, proyek itu telah mengantongi ILOK. Sedangkan bangunan di bagian depan, masih terus dikerjakan karena sudah ada IMB-nya.

a�?Pakai IMB yang lama,a�? ungkapnya.

Dihubungi melalui sambungan telpon, Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mataram Cokorda Sudira Muliarsa, menegaskan jika proyek itu belum mengantongi izin sama sekali.

a�?Belum, belum ada izin,a�? tegas Cok.

Bahkan bangunan itu, telah mendapat Surat Peringatan Ketiga (SP3) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). a�?Sudah distop PU,a�? terangnya.

Cok sendiri mengaku tidak tahu apa yang membuat proyek itu masih terus dikerjakan. Karena itu di luar kapasitasnya sebagai Kepala DPMPTSP Kota Mataram.

a�?Ya, tanya PU, jangan tanya ke saya,a�? cetusnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Mahmuddin Tura, saat coba dihubungi nomornya belum ada jawaban sampai berita ini diturunkan. (zad/r3)

Komentar

Komentar

 wholesale jerseys