Ketik disini

Headline Metropolis

Waspada !!! Empat Kelurahan Masuk Zona Merah DBD

Bagikan

MATARAM-Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di tahun 2017 mengalami penurunan. Saat ini penderita DBD yang dilaporkan sejak awal tahun 2017 hingga November ini sebanyak 439 kasus. Jika dibanding pada bulan yang sama di tahun 2016 lalu, kasus DBD tercatat sebanyak 822 kasus. Penurunan ini patut diapresiasi.

“Turun di banding tahun lalu,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram dr H Usman Hadi.

Tapi penurunan tak lantas membuat Dikes kendor dalam melakukan langkah antisipasi. Karena, cuaca di tahun 2016 sangat berbeda dengan tahun 2017. Saat ini, musim pancaroba tiba lebih lambat dibanding tahun 2016.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

“Pada 2016, musim pancaroba datang pada September, sementara 2017 baru di bulan November ini,” ungkapnya.

Usman menjelaskan, dari angka 439 kasus yang terjadi, ada yang sudah dipastikan DBD, tapi ada pula yang baru suspect. “Bahkan ada yang hanya menyerupai DBD,” terangnya.

Jumlah kawasan yang bebas DBD di Kota Mataram, juga bertambah. Ada enam daerah yang benar-benar bisa bebas dari kasus DBD. Antara lain, Banjar, Dasan Agung Baru, Monjok Timur, Cilinaya, Dasan Cermen, dan Cakranegara Selatan Baru. Wilayah-wilayah ini berhasil menihilkan penderita DBD tahun ini.

“Untuk memudahkan penuntasan, kawasan penanganan dibagi dalam lima zona,” terangnya.

Lima zona ditandai dengan lima jenis warna. Zona putih berarti kawasan itu bebas kasus. Hijau dengan 1-5 kasus. Kuning 6-10 kasus. Orange 11-15 kasus. Lalu terakhir ada merah di atas 15 kasus.

Menurut Usman, ada empat kelurahan di Kota Mataram yang masuk dalam zona merah DBD. Yakni Rembiga, Pagesangan, Pagutan Barat, dan Pagutan. “Jadi kami menggencarkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dan memaksimlakan peran kader Jumantik di tempat-tempat ini,” jelasnya.

Syukurnya, sampai saat ini tidak ada yang sampai meninggal dunia karena DBD seperti tahun lalu. Tetapi Usman mengakui tibanya musim pancaroba, telah membawa dampak kasus DBD juga ikut meningkat. “Jadi yang penting itu PSN,” tegasnya.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram H Muhir menyebut, penurunan kasus DBD di Kota Mataram dinilai sebagai sebuah kewajaran. Sebagai mitra kerja Dinas Kesehatan, Komisi IV DPRD Kota Mataram menunjukan dukungan anggaran dalam memberantas masalah DBD.

“Kalau justru tidak ada penurunan, berarti ada persoalan dengan Kepala Dinasnya,” kritis Muhir.

Saat ini yang perlu dilakukan mengawal semua program yang telah disuport secara anggaran berjalan dengan baik. Apalagi musim pancaroba telah tiba. Dinas Kesehatan diingatkan tidak boleh lengah. Tetapi harus lebih waspada lagi. Sebab perkembangbiakan nyamuk DBD justru lebih cepat di cuaca ekstrim seperti saat ini.

“Manfaatkan kader puskesmas, antisipasi jentik demam berdarah, dan terus sosialisasikan manfaat PSN,” tegasnya. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka