Ketik disini

Headline Metropolis

Divonis Penjara Satu Tahun Enam Bulan, Keluarga Buni Yani Terpukul

Bagikan

SELONG-Vonis hukuman penjara satu tahun enam bulan membuat keluarga Buni Yani di Lombok Timur begitu terpukul. Terutama sang ibunda Hj Rohan. Perempuan dengan rambut memutih itu tak henti meneteskan air mata, manakala majelis hakim menetapkan putusan penjara untuk anaknya.

Putusan itu diketahui Hj Rohan menjelang Magrib. Semenjak itu, air matanya tak pernah putus. Dan semenjak usai Salat Isya tadi malam, Hj Rohan hanya berdiam diri di bilik tempat tidurnya di rumahnya di Rensing, Sakra Barat, Lombok Timur. Kepada anggota keluarga pun dia tak banyak berbicara.

“Beliau langsung nangis ketika tahu hasil putusan dari televisi. Makanya habis Isya ini beliau langsung masuk kamar tidak mau diganggu,” tutur Fathurrahman, adik Buni Yani yang ditemui wartawan di rumahnya tadi malam.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Kemarin, semenjak pagi, seluruh keluarga Buni Yani ramai-ramai menunggu sidang putusan pengadilan Buni Yani melalui televisi yang menyiarkan jalannya sidang Pengadilan Negeri Bandung tersebut. Putusan baru diketahui mereka menjelang Magrib.

Usai magrib, pintu gerbang rumah keluraga tempat Buni Yani dibesarkan terlihat tertutup rapat. Namun, ketika mendengar sejumlah wartawan berdiri di depan pintu gerbang, Fathurrahman keluar menghampiri. Ia memberi penjelasan bahwa ibunya belum bisa dimintai keterangan terkait tanggapannya dengan hasil putusan Buni Yani. Ia meminta kepada wartawan untuk kembali setelah kondisi psikologis orang tuanya stabil.

a�?Buni Yani itu orang baik, dia dizolimi. Kami hanya bisa berdoa,” ucap Ung, sapaannya.

Usai vonis kurungan 1,5 tahun dijatuhkan majelis hakim, istri Buni Yani dari penuturan Ung langsung menelpon keluarga. Ia pun berbicara dengan ibu Buni Yani bahwa pihak kuasa hukum berencana mengajukan banding. Namun, hal itu nampaknya masih belum bisa menenangkan hati ibu Buni Yani.

Buni Yani dinilai Ung hanya menjadi korban kondisi politik dan hukum di negara ini. Namun, ia dijerat dengan dugaan pelanggaran UU ITE.

Perbuatan Buni Yani dinilai memenuhi unsur Pasal 32 Ayat 1 dan Pasal 28 Ayat 2 UU ITE dengan melakukan ujaran kebencian dan mengedit isi video pidato Ahok.

Padahal, terkait video yang diunggah Buni Yani tersebut, Fathurrahman menilai saudaranya tidak bersalah. Karena, tidak ada unsur justifikasi atau provokasi sedikitpun yang dilontarkan Buni Yani seperti yang dituduhkan.

“Dia tidak pernah memvonis atau menjelekkan. Dia hanya mengajak forum untuk diskusi. Itu makanya dia berani bersumpah dia siap dilaknat kalau bersalah,” ucapnya menyesalkan putusan hakim.

Kini ia hanya bisa berharap yang terbaik bagi kakak kandungnya tersebut. Bagi pihak keluarga, Buni Yani tetap menjadi sosok yang baik dan berprestasi. Terlepas apapun hasil putusan nanti.

Vonis Hakim

Sementara itu, dari Bandung dilaporkan, Majelis Hakim PN Bandung akhirnya memvonis Buni Yani selama satu tahun enam bulan kurungan penjara. Vonis itu lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang meminta putusan pengadilan dengan dua tahun penjara.

“Menjatuhkan vonis satu tahun enam bulan penjara,” kata Ketua Majelis Hakim M Sapto dalam pembacaan putusannya di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (14/11).

Sapto menilai Buni Yani bersalah atas perbuatannya mengunggah video pidato Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016, di laman akun Facebook miliknya.

Buni didakwa telah mencantumkan keterangan berupa transkrip video pidato yang dinilai tidak sesuai dengan transkrip yang asli. Ia juga didakwa menghilangkan kata ‘pakai’ saat Ahok menyinggung surat Al Maidah dalam pidatonya.

Dalam video berdurasi singkat tersebut, Ahok mengutarakan ‘jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu gak bisa pilih saya, ya kan dibohongi pakai surat Al Maidah 51 macem-macem itu, itu hak bapak ibu, yah. Jadi kalau bapak ibu perasaan gak bisa pilih saya karena saya takut masuk neraka karena dibodohin gitu, ya.’

Perbuatan Buni Yani dinilai memenuhi unsur pasal 32 ayat 1 dan pasal 28 ayat 2 UU ITE melakukan ujaran kebencian serta mengedit isi video pidato Ahok.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum pada (3/10) lalu. Menuntut Buni Yani untuk dihukum dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider penjara tiga bulan.

Hal yang memberatkan menurut hakim, perbuatan terdakwa telah menimbulkan keresahan dan tak mengakui kesalahannya. Pada sisi lain yang meringankannya, yakni Buni Yani belum pernah diproses hukum dan mempunyai tanggungan keluarga. Total hingga vonis, Buni Yani menjalani 19 kali persidangan. (ton/JPG/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys