Ketik disini

Bima - Dompu Headline

Bencana Kerusakan Lingkungan Mulai Mengancam

Bagikan

BIMA a�� Akses warga Tarlawi, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima terhambat akibat jembatan putus yang terjadi pada Rabu sore (15/11). Masyarakat terpaksa membuat jalan alternatif dengan kondisi yang memprihatinkan.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group), kemarin, kondisi jembatan putus total dan tidak bisa digunakan. Sementara di sekitar jembatan tersebut, masyarakat membuat jalan alternatif sementara. Kondisi jalan tersebut memprihatinkan dan cukup berbahaya.

Dibutuhkan keahlian untuk melewati jalan tersebut. Jalan alternatif itu harus melewati sungai yang penuh dengan bebatuan dan tanah yang becek serta berlumpur. Akibat dari kondisi tersebut, banyak masyarakat yang hendak ke Tarlawi terpaksa berbalik arah. Begitu juga halnya dari arah Tarlawi.

Dian, 29 tahun, guru SMPN 3 Wawo mengaku kesulitan melewati medan tersebut. Untuk melewati jalan itu, ia terpaksa harus meminta bantuan teman laki a�� lakinya. Ia berharap, jembatan tersebut bisa segera diperbaiki atau dibangun yang baru. Sehingga aktivitas lalu lintas di wilayah tersebut tidak terganggu.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”579″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Kondisi jembatan seperti ini baru kemarin sore (Rabu,red). Saya kaget lihat kondisi jembataan saat saya datang tadi dan saya harus minta bantuan ke teman, supaya saya bisa sampai ke sekolah,a�? ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Abdullah, guru SDN Inpres Tarlawi. Abdullah mengaku, kondisi jembatan yang rusak mengganggu aktivitasnya dan rekan guru lainnya.

a�?Rata a�� rata guru yang mengajar di sini merupakan guru dari luar. Kalau kondisi jembatan seperti ini, tentu akan menghambat perjalanan kami menuju sekolah,a�? ujarnya.

Menurut Abdullah, jalan alternatif yang dibuat sementara hanya bisa digunakan saat tidak hujan. Ketika hujan, sungai tersebut selalu banjir.

a�?Bagaimana kalau hujan, sudah tentu kita tidak bisa lewat,a�? tegasnya.

Kepala Desa Tarlawi H Muhtar H Jakariah menjelaskan, jembatan tersebut dibangun tahun 1994. Menurutnya, jembatan itu terputus bukan karena terbawa arus banjir. Namun karena kondisi pondasi jembatan yang mulai terkikis. Mengingat di wilayah itu curah hujan tinggi dan kerap terjadi banjir.

Ditambahkannya, jembatan tersebut merupakan penghubung ke Desa Tarlawi dan ke beberapa desa lain yang ada di Kecamatan Lambitu Kabupaten Bima. Ia mengaku sudah melaporkan bencana tersebut ke Pemerintah Kabupaten Bima. Ia berharap pemerintah bisa secepatnya memperbaiki jembatan tersebut. Karena jembatan tersebut merupakan satu a�� satunya jalan penghubung ke Tarlawi.

a�?Solusi sementara kita akan gotong royong membuat jembatan darurat dulu,a�? katanya.

Sementara itu Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri melihat langsung kondisi jembatan yang putus itu, kemarin. Menurutnya, kerusakan jembatan tersebut harus segera ditangani dengan membuat jembatan darurat. Sehingga lalu lintas transportasi dan kegiatan ekonomi di desa itu dapat kembali normal.

Dikatakan bupati, pemerintah daerah juga mengupayakan agar pendanaan bagi rehabilitasi jembatan yang mengalami kerusakan berat tersebut menjadi prioritas dalam penganggaran di tahun 2018. Bupati juga menyinggung tingkat kesadaran masyarakat dalam melestarikan dan menjaga lingkungan. Terutama kondisi hutan di wilayah Wawo yang gundul

a�?Kejadian bencana ini berawal dari aktivitas manusia sendiri,a�? ujarnya.

Bupati Bima berharap, masyarakat dapat memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada dengan tidak merusak lingkungan sebagai penyangga kehidupan.A� Sementara untuk penanganan sekolah yang terdampak banjir, bupati menegaskan hal itu sudah diinstruksikan ke kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga. Dikbudpora diminta memikirkan dan mengantisipasi agar kegiatan belajar anak dapat kembali normal. (yet/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys