Ketik disini

Metropolis

Dewan Luluh di Depan Zaini

Bagikan

MATARAM-Protes keras seringkali dilayangkan sejumlah anggota DPRD Kota Mataram kepada PDAM Giri Menang. Ancaman pun seakan menjadi bumbu penyedap. Sayang, sikap dewan itu berbeda saat berhadapan dengan Direktur Utama PDAM Giri Menang HL Ahmad Zaini.

Sejumlah anggota dewan lebih banyak melunak. Walau banyak juga yang mengkiritik tajam. Sebut saja diantaranya, Ketua Komisi IV Muhir yang sempat mengutak-atik soal bagaimana jika Mataram dan Lombok Barat pecah kongsi.

Tapi endingnya yang menarik, justru ditengah hujan kritik itu DPRD Kota Mataram menyetujui sikap Pemkot Mataram untuk tetap menyertakan modal ke PDAM Giri Menang.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Nilainya memang belum ditentukan. Namun, keputusan ini setidaknya menggambarkan bagaimana wakil rakyat di ibu kota provinsi NTB itu.

Zaini sendiri kemarin datang ke kantor DPRD Kota Mataram untuk menghadiri rapat pleno gabungan komisi. Di depan orang-orang terhormat itu, Zaini mengakui jika selama ini ada sejumlah persoalan teknis yang terjadi dalam sistem jaringan PDAM Giri Menang. Sikap ini sedikit berbeda dengan tanggapan setiap kali ditanya media tentang keluhan-keluhan warga selama ini.

a�?Kita akui memang ada beberapa persoalan teknis dalam pelayanan kami,a�? ujar Zaini.

Namun ia meyakinkan persoalan ini bisa dituntaskan. Selama ada informasi terkait keluhan dan lokasi yang jelas, pihaknya akan segera turun memberikan pelayanan. Tapi yang tak kalah penting menurut Zaini adalah kejelasan sikap dewan, apakah di tahun 2018 mendukung rencana Pemkot Mataram melakukan penyertaan modal atau tidak.

a�?Kalau kami sih sebenarnya tidak masalah (ada atau tidak penyertaan modal),a�? ujar Zaini.

Gertakan itu ternyata cukup ampuh. Klimaksnya, rencana pemkot kembali menyertakan modal ke PDAM Giri Menang pun disetujui.

Zaini kemudian mengatakan, ia dan seluruh jajaran PDAM Giri Menang, sampai saat ini dan ke depan, tetap berorientasi pada pelayanan masyarakat. Lebih dari sekedar bisnis air bersih dari dua pemilik saham. Antara Pemerintah Lombok Barat dengan Kota Mataram.

a�?Karena sesungguhnya nilai investasi untuk membangun PDAM yang bisa melayani seluruh masyarakat, butuh anggaran yang tidak kecil,a�? tegasnya.

Di kesempatan itu Zaini juga sempat memperlihatkan rencana pembuatan kantor utama PDAM Giri Menang. Lengkap dengan sistem pengendalian air bersih yang siap menyuplai kebutuhan air di dua daerah. Kota Mataram dan Lombok Barat. Anggarannya mencapai Rp 1,7 triliun.

a�?Dulu (tahun 2017) penyertaan modal atau hibah kota mencapai Rp 9 miliar,a�? jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi menegaskan dukungan dewan pada penyertaan modal di tahun 2018. Angkanya belum bisa ia pastikan. Tapi ia menargetkan, paling tidak sama dengan tahun sebelumnya. a�?Kita upayakan paling tidak sama dengan tahun sebelumnya, bisa jadi lebih,a�? tutupnya.

Salah satu anggota dewan yang konsisten menyampaikan kritik dan pengawasannya yakni I Gede Wiska. Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram ini, menyoroti soal pembagian dividen. a�?Cara penghitungan dividen ini sebenarnya seperti apa?a�? tanya Wiska. Ia merasa komisinya perlu tahu. Sehingga tidak ada kasak kusuk di kemudian hari.

Anggota Komisi III yang juga tajam bertanya yakni I Ketut Sugiarta. Lebih teknis ia menyinggung soal banyaknya keluhan masyarakat terkait sering macetnya aliran air PDAM Giri Menang ke rumah-rumah pelanggan di Mataram.

Ia juga mengkritisi pengerjaan perbaikan jalan paska penggalian oleh PDAM. a�?Kualitas penutupan tidak sama dengan kondisi sebelum digali, sehingga ini dapat membahayakan pengendara,a�? tegas Sugiarta. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka