Ketik disini

Metropolis

Jalur Laut Pilihan Terbaik

Bagikan

SEMENTARA Itu, penutupan jalur udara ke Lombok membuat warga berbondong-bondong menggunakan kapal laut. Kalau biasanya bandara yang padat, maka kini kepadatan beralih ke pelabuhan.

Seperti penumpang Kapal Legundi yang berlayar dari Surabaya menuju Lombok. Kapal ini pun diserbu warga yang tak bisa terbang dari Surabaya.

Kemarin, pantauan Lombok Post di Pelabuhan Merak, Surabaya, antrean pembelian tiket kapal terjadi sejak pagi, pukul 09.00 WIB hingga siang hari. Sebagian besar penumpang kapal merupakan penumpang yang batal berangkat menggunakan pesawat. Jalur laut menjadi satu-satunya pilihan agar mereka bisa sampai ke kampung halaman.

Penumpukan penumpang terlihat di pintu kedatangan. Bangku ruang tunggu tidak cukup menampung semua calon penumpang, sehingga banyak yang duduk lesehan di lantai. Ada juga yang tidur karena harus menunggu kapal berjam-jam. Beberapa di antara mereka ada yang menempuh perjalanan panjang dari Solo dan Yogyakarta, sejak Senin dan Selasa lalu.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Seperti rombongan Forum Sekolah Sepakbola Indonesia (Fosbbi) NTB yang membawa sekitar 34 orang anak, yang tergabung dalam tim sepakbola usia 13 dan usia 14 tahun.

Dimas, salah seorang pesepakbola cilik mengaku, dia kelahan dengan perjalanan panjang yang harus dilalui dari Solo ke Pelabuhan Merak. Dia mengaku dua kali. Batal berangkat naik pesawat karena Lombok International Airport ditutup sejak Minggu (26/11). Rencananya setelah bertanding mereka akan pulang Minggu itu. Tapi hingga kemarin masih terdampar di Pelabuhan Lembar.

“Ya (lelah),” katanya mengangguk.

Jika bisa pulang cepat, Dimas yang kini duduk di kelas V SDN 1 Ampenan bisa mengikuti ujian di sekolah. Tapi karena tidak bisa cepat pulang maka ia sudah meminta izin kepada gurunya. Beruntung selama mengikuti turnamen Kemenpora Cup, di Solo.

Galang, bocah yang bermain untuk tim usia 13 itu mengaku meski cukup lelah tapi dia menikmati perjalanan bersama teman-temannya. Hal itu membuatnya tidak terlalu stres di jalan.

Jaelan, Ketua Bidang Pembinaan Fossbi pusat yang mendampingi rombongan anak-anak pemain sepakbola menjelaskan, pihaknya kewalahan karena jadwal penerbangan dibatalkan terus menerus. Sementara biaya penginapan semakin menipis. Apalagi mereka datang dengan biaya sendiri. Tidak ada bantuan dari pemerintah.

Ketua Fossbi NTB Fety Fatiah menceritakan, selama dalam perjalanan pihaknya tetap memberikan makanan dan vitamin yang cukup buat anak asuhnya. Para orang tua memang sempat menelpon tapi ia memastikan rombongan dalam kondisi baik. Ia memilih Legundi karena kapal besar itu dapat mengantar penumpang lebih cepat, dari Surabaya ke Lombok.

Hal serupa dialami penumpang lainnya. Mereka terpaksa tidur lesehan karena jumlah penumpang cukup banyak.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan NTB Lalu Bayu Windia menjelaskan, sejak bandara ditutup hari Minggu lalu, mulai terjadi peningkatan jumlah penumpang lewat jalur laut. Mereka menggunakan kapal dari Pelabuhan Gili Manuk, Banyuwangi, Pelabuhan Padangbai Bali hingga ke Pelabuhan Lembar. Tapi yang banyak berlabuh di Lembar saat ini adalah warga yang mengungsi dari Bali.

Dengan situasi saat ini, intensitas jam penyeberangan akan ditingkatkan, jika sebelumnya satu jam lebih. Ke depan, bila kapal penuh dia harus berangkat, kemudian diganyi kapal lainnya.

“Kita prioritaskan penumpang orang dulu saat ini,” ujar Bayu Windia.

Jalan keluar dan masuk Lombok saat ini hanya pelabuhan. Seperti pelabuhan dari Surabaya-Lembar menggunakan kapal Legundi, Padangbai-Lembar menggunakan kapal Ferry, juga ada beberapa pelabuhan kapal cepat di Senggigi, Teluk Nare Lombok Utara, dan beberapa pelabuhan lainnya.

Data Gabungan Pengusaha Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapesdap) NTB menunjukkan, lonjakan penumpang di Pelabuhan Lembar terjadi sejak 26-27 November. Peningkatan tertinggi terjadi pada penumpang pejalan kaki.

Pada hari Minggu (26/11)A� jumlah penumpang orang 509 orang naik 191 persen, sepeda motor 537 orang naik 34 persen, kendaraan kecil 127 atau turun 2 persen, truk 349 unit, dan bus 6 unit.

Sementara pada hari Senin (27/11) juga terjadi peningkatan penumpang orang 293 orang naik 67 persen, sepeda motor 435 orang naik 9 persen, kendaraan kecil 133 atau naik 2 persen, truk 372 unit atau naik 14 persen, dan bus 7 unit. (ili/r8)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka