Ketik disini

Bima - Dompu Headline

Pasutri Dianiaya Warga Nggeru, Warga Nggembe Blokir Jalan

Bagikan

BIMA--Lantaran dianiaya warga Dusun Nggeru Desa Rada, pasangan suami istri Wahyudin dan Lusi serta Jami asal Desa Nggembe berbuntut panjang. Sejumlah warga Nggembe bereaksi dengan memblokir jalan di desa setempat.

Pemblokiran jalan lintas Cabang Donggo Soromandi itu mendesak pelaku penganiayaan segera ditangkap. Akibat penutupan jalan ini, arus lalulintas lumpuh total.Warga menutup jalan dengan menumbangkan pohon yang ada di pinggir jalan, batu dan beberapa alat lainnya, Minggu (3/12) kemarin.

Warga Desa Nggembe, Arifin menyampaikan, blokade jalan merupakan aksi spontan karena mendengar pasangan suami istri warga Desa Nggembe dianiaya warga Dusun Nggeru, Desa Rada saat melintas di desa setempat.

“Mendengar informasi tersebut, kita langsung beraksi dengan memblokade jalan. Agar pelaku penganiayaan segera ditangkap,” ujarnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”579″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Warga lainnya Azhar mengatakan, berdasarkan informasi, ketiga warga Desa Nggembe tersebut dianiaya tanpa sebab oleh warga Dusun Nggeru. Namun indikasinya mengarah ke kejadian pembacokan yang menewaskan Rudi Abakar warga Dusun Nggeru Desa Rada beberapa waktu lalu. Indikasi itu karena diduga pelaku yang memukul warga Nggembe adalah kakak dan ayah kandung Rudi.

“Kami menduga, aksi penganiayaan ini merupakan aksi balas dendam keluarga korban pembacokan beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Menurut dia, jika pihak keluarga Rudi melakukan pemukulan terhadap warga Desa Nggembe karena tidak puas dengan proses hukum. Hal itu sangat disesalkannya, karena saat mereka menuntut agar pelaku pembacokan ditangkap, warga Nggembe ikut membantu penangkapan. Bahkan pelaku pembacokan tersebut sudah dinaikkan statusnya sebagai tersangka.

“Kita tidak pernah menghalangi dan menyembunyikan pelaku pembacokan tersebut. Justru kami proaktif hingga pelaku tersebut berhasil ditangkap,” tuturnya.

Seorang korban, Lusi yang dikonfirmasi di PKM Bolo menceritakan kronologis kejadiannya. Kata dia, penganiayaan terjadi saat dia bersama suaminya hendak mengantarkan ikan yang dibeli dari pasar Sila untuk nenek suaminya yang tinggal di Dusun Nggeru, Desa Rada.

“Suami saya langsung dipukul dan saya tidak mengenal pelaku. Tapi setelah diberitahukan warga, pelaku adalah kakak dan orang tua korban Rudi yang dibacok warga Desa Nggembe beberapa waktu lalu,” terangnya.

Terkait kejadian ituA� suaminya sudah melaporkan ke Polsek Bolo. Hal itu dilakukan agar pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum.

“Kita dianiaya tanpa sebab. Kita minta kepolisian segara menangkap pelaku,” desak perempuan yang sedang berbadan dua ini.

Sementara itu, Kapolsek Bolo AKP Muhtar mengaku sudah menerima laporan tersebut.Laporan itu akan ditindaklanjuti dengan memanggil beberapa saksi mata di TKP.

“Motifnya masih dilakukan penyelidikan dan didalami,” pungkasnya. (sya/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka