Ketik disini

Giri Menang Headline

Perang Topat Harus Dilestarikan

Bagikan

GIRI MENANG-Perang Topat menjadi satu-satunya a�?peranga�? yang harus tetap dilestarikan di Pulau Lombok. Sebab dalam peperangan ini tak ada pihak yang merasa menang atau kalah.

a�?Artinya dalam peperangan itulah kedamaian terjadi,a�? ungkap Wakil Gubernur NTB H Muh Amin disela-sela sambutan Perang Topat 2017 di Pura Lingsar, Desa Lingsar, Kecamatan Narmada, Lobar, kemarin (3/12).

Menurut Amin, Perang Topat adalah event budaya yangA� terus dikembangkan serta dilestarikan. Sebab merupakan akulturasi budaya antara umat Hindu dan Islam yang pada akhirnya menciptakan simpul-simpul kedamaian antar umat beragama di NTB pada umumnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Ini merupakan fakta sejarah, bahwa kita hidup ditengah-tengah keanekaragaman yang begitu indah dan didukung kekayaan alam,a�? tambah orang nomor dua di Pemprov NTB tersebut.

Amin menjelaskan, Perang Topat menjadi salah satu destinasi wisata yang patut diperkenalkan lebih luas lagi. Tak hanya di daerah, tetapi nasional hingga internasional kelak. Jika ini berkembang pesat, dengan dikemas dengan baik akan menjadi wisata kelas dunia.

a�?Ekonomi kreatif kita juga ikut berkembang, mendatangkan para wisatawan. Sehingga menambah pendapatan ekonomi masyarakat serta mengurangi angka pengangguran, membuka kesempatan kerja, hingga menurunkan angka kemiskinan,a�? tutur Ketua DPW Partai NasDem NTB itu.

a�?Ini menjadi program dari pada pemerintah, baik pusat, provinsi, kabupaten/kota, terutama Lobar,a�? tambahnya.

Bupati Lobar H Fauzan Khalid mengatakan, Perang Topat merupakan salah satu peninggalan nenek moyang yang harus dilestarikan. Perang Topat ini disebutkannya menjadi wujud empat pilar kebangsaan Republik Indonesia. Yakni, Pancasila, Undang-Undang Dasar RI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

a�?Dan kita berkumpul ini dengan jargon, dari Kecamatan Lingsar untuk Lombok Barat, dari Lombok Barat untuk NTB, dari NTB untuk NKRI,a�? tegas Fauzan.

Di tengah hiruk pikuk orang-orang berbicara empat pilar kebangsaan tersebut, Lobar tunjukkan tidak hanya sekadar berbicara. Melainkan, memberikan contoh dan keteladanan kepada seluruh anak bangsa.

a�?Di tempat ini kita mengamalkan dan mempraktekan empat pilar kebangsaan dari para pendiri bangsa,a�? ucap orang nomor sati di Gumi Tripat itu.

Perang Topat, sambung Fauzan adalah perang yang dilaksanakan penuh kegembiraan. Oleh dua unsur agama dan suku. Bahkan tempat berperang pun mencerminkan terpeliharanya dua budaya tersebut. Yakni agama Islam dan Hindu, serta suku Sasak dan Bali.

Dalam sejarahnya, Perang Topat dihadirkan oleh para leluhur sebagai ajang menjaga budaya toleransi serta silaturahmi dari dua unsur ini. Di mana tombak-tombak yang akan digunakan berperang diminta oleh para leluhur untuk diubah dengan topat.

a�?Taman Lingsar ini juga mencerminkan toleransi itu, dalam Pura Lingsar ada Kemalik semacam musola, ini tidak kita temukan dimanapun,a�? paparnya.

Dia menegaskan, nilai-nilai toleransi dan kebhinnekaan menjadi nafas masyarakat Lingsar, Lobar yang akan ditularkan juga ke NTB. Hingga seantero negara kesatuan Republik Indonesia. (ewi/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka