Ketik disini

Metropolis

Jumlah Penderita HIV/AIDS di Mataram Tertinggi

Bagikan

MATARAM-Jumlah penderita HIV/Aids di Kota Mataram bertambah. Kini, Mataram berada diperingkat teratas dari segi jumlah penderita penyakit mematikan ini.

Data terakhir yang dikeluarkan lembaga survei Surveilans HIV/Aids, ada 217 kasus HIV dan 207 kasus penderita AIDS di Kota Mataram. 117 orang diantaranya meninggal dunia.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana terkejut melihat data ini. Ia meminta komitmen semua pihak untuk benar-benar menekan angka jumlah penderita HIV/Aids. Ia juga meminta siapapun membantu para penderita agar tidak mendapatkan stigma buruk masyarakat.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Kini sudah ada obat ARV yang mampu memperlambat pertumbuhan virus. Selain itu, kita juga harus mendukung para aktivis untuk mengkampanyekan, bahwa ini bisa dihindari menggunakan obat tersebut,a�? kata Mohan, kemarin (5/12).

Sementara itu, salah satu Staf Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Kadek Mulyawan mengatakan, sejumlah penderita HIV/Aids yang ada di Kota Mataram tidak lepas dari pengaruh gaya hidup yang menyimpang. Seperti seks bebas, narkotika, dan aktivitas seks heteroseksual.

a�?Jangan dianggap wanita penghibur saja yang memberikan porsi besar untuk terkena HIV/Aids. Tapi para a�?papa yang jajan di luara�? juga menjadi penyebab terbesarnya,a�? kata Kadek, kemarin (5/12).

Menurutnya, ada 29 IRT penderita Aids dan 28 IRT penderita HIV di Kota Mataram. Hal itu kebanyakan terjadi karena, para suami melakukan hubungan seks di luar rumah. a�?Jumlah penderita kasus HIV/Aids IRT di Kota Mataram lebih tinggi dibandingkan jumlah penderita yang dialami penjaja seks,a�? tuturnya.

Selain itu, Kadek juga menuturkan, jumlah kasus Aids sejak tahun 2001-2017 di masing-masing kecamatan kian bertambah. Seperti data kasus Aids di Kecamatan Ampenan ada 33 kasus, Kecamatan Selaparang sembilan kasus, Kecamatan Cakranegara 56 kasus.

a�?Untuk kasus Aids di Kecamatan Sekarbela ada sembilan kasus, Kecamatan Sandubaya lima kasus. Sedangkan Kecamatan Mataram berada di posisi tertinggi dengan 79 kasus,a�? tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Mataram, dr Margaretha Chepas menambahkan, tingginya kasus HIV/Aids di Kota Mataram justru menjadi pertanda baik. a�?ini artinya pelayanan aduan di Mataram semakin baik, sehingga banyak aduan dan laporan tentang virus HIV/Aids,a�? kata Margaretha. (cr-tea/r5)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka