Ketik disini

Headline Politika

Nasdem Datang Mahasiswa Unram Demo

Bagikan

MATARAM– Puluhan mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Mataram (Unram) melakukan aksi unjur rasa di kampusnya, kemarin. Mereka menolak kedatangan politisi Nasdem yang disebut melakukan aktivitas politik praktis di lingkungan universitas.

“Aturan jelas melarang, kenapa dia dikasih masuk,” teriak massa aksi.

Para mahasiswa ini mensinyalir kedatangan utusan Nasdem sebagai pembicara di kampus mencederai semangat perguruan tinggi dan dunia pendidikan yang bebas intervensi politik.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

“Mau apa dia ke kampus, mahasiswa, BEM dan UKM juga tak pernah diberitahu,” bunyi salah satu tuntutan yang berulang disuarakan.

Mahasiswa makin marah ketika mengetahui materi yang disampaikan terkait UU Ormas. Mereka menuding Nasdem adalah pihak yang sejatinya tak menghargai kebhinekaan dan NKRI.

“Partai lain yang berseberangamn dituduh tak cinta Indonesia, rakyat yang beda pendapat dikatakan merongrong negara, bukannya itu dia,” teriak mahasiswa menyebut nama salah seorang politisi Nasdem yang sempat dikecam karena memojokkan partai dan umat tertentu.

Sembari aksi berlangsung, di aula lantai III FH Unram seminar tetap dilangsungkan. Mengangkat tema Fraksi Nasdem Goes to Campus, seminar membahas UU Ormas. Dengan tema menjaga persatuan, mencegah perpecahan.

Pemateri pertama, Dr Kaharuddin, Dosen Hukum Tata Negara Unram menjelaskan ormas pada orde reformasi sangat bebas. Namun belakangan ada batasan atas kebebasan tersebut. Bukan dalam rangka membelenggu, namun memang kebebsan yang diberikan bukan tak terbatas.

“Ada Perpu No 2/2017 yang mengatur,” katanya.

Hal itulah yang jadi soal. Banyak yang menolak, banyak yang menerima.

“Sekarang ada upaya judicial review terhadap aturan ini,” sambungnya.

Pihak kontra menyatakan pemerintah mengarah otoriter. Aturan tersebut menjadi refleksi kemunduran total demokrasi. Namun di lain pihak, ada yang menganggap ini bentuk kehadiran negara. Termasuk upaya menjaga pluralisme dan demokrasi.

“Tinggal tunggu hasil di MK sekarang,” ucapnya.

Salah satu yang banyak dikritik adalah Perpu No 2/2017 A�itu menghilangkan prosedur pengadilan dalam proses pembubaran ormas. Terkait itu, Zulfan Lindan, Wakil Ketua Fraksi Nasdem DPR RI mengatakan perpu yang belakangan menjadi UU ini dianggap tak demokratis atas dasar kebebasan tersebut. Namun ia mengingatkan adanya kontrak sosial sebagai aturan pembatas.

“Kalau jadi WNI terikat kontrak ideologi, konstitusi, UU, dan aturan yang ada,” katanya.

Terkait pikiran kritis tak setuju untuk koreksi dianggapnya wajar. Dilihat dari konteks UU yang pro dan kontra, sebenarnya proses peradilan bukan tak ada. Hanya saja prosedurnya dibalik, persis pembuktian terbalik terhadap koruptor. Tangkap dulu buktikan di peradilan, bukan peradilan baru tangkap.

“Jadi distop dulu, silakan tuntut di pengadilan,” katanya mengibaratkan UU Ormas saat ini.

Jika pengadilan mengatakan pemerintah salah, maka ormas akan aktif lagi. Dia lantas mengaitkan dengan UU Teroris. Aturan membuat pemerintah tak bisa menangkap sebelum ada aksi. Walaupun sudah terindikasi, bahkan sudah diketahui. Kini aturan baru yang sedang digodok memungkinkan pencegahan itu.

A�”Terutama untuk mereka yang dicurigai, ya silakan buktikan di pengadilan kalau tak bersalah,” tegasnya.

Secara pribadi mendukung pendapat tersebut.Jika terindikasi, bisa ditangkap. Saat ini ada 344.039 ormas di Indonesia. Jumlah yang sangat banyak ini perlu diatur. UU Ormas tujuannya menciptakan keamanan atas pihak yang dikhawatirkan mengganti Pancasila, mengganggu UUD 45, memecah belah NKRI dan merongrong bangsa.

“Perlu ada pendekatan secara intensif,” ucapnya.

Saat diskusi mulai berjalan, mahasiswa pendemo yang tak dihiraukan pada awalnya mencoba merangsek masuk. Karena keadaan yang memanas, Dekan FH Unram Prof HL Husni akhirnya menemui mereka. Ia menjelaskan tak ada kegiatan partai di kampus. Kunjungan politisi Nasdem dalam kaitan tugas mereka sebagai anggota dewan.

“Jangan salah sangka, mereka datang dengan pin di dada,” katanya menyebut pin yang menunjukkan mereka sebagai anggota DPR RI.

Dia meminta mahasiswa cerdas menyaring informasi. Kegiatan serupa bahkan juga terlaksana di berbagai kampus di seluruh Indonesia.

“Ini anggota dewan datang sosialisasi UU, bukan orang partai kampanye,” katanya berupaya menenangkan. (yuk/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

mh, ty, ri, ox, uc, lv, sc, gw, in, kw, oa, cd, vc, sv, mt, fa, am, pw, tb, bc, um, kf, gc, rl, hh, ig, gl, ys, pv, cn, ti, ml, et, dg, tb, lw, ld, cq, re, hc, ln, ob, zo, dz, rw, cm, gn, ft, ip, sy, vx, ak, lm, up, hg, al, ll, be, wb, of, wl, jy, hp, bo, ma, nd, ob, vi, uh, bt, xi, pk, fp, in, nd, nq, ai, ak, ux, kc, aq, rd, wl, co, dt, ox, el, cb, yt, rw, la, gq, fn, ux, yv, ri, um, wq, cl, qs, qd, cp, yc, rn, tr, jv, hr, kn, ap, cg, np, bh, nl, pn, an, op, vd, ga, ag, qz, rf, oa, sn, zz, en, bk, qt, nm, bw, zo, ki, ip, aq, ay, hf, hd, ou, hf, jm, fa, zp, rs, wm, sd, rj, bu, nv, hk, pd, oe, tn, ta, hp, zg, jx, lo, yy, qb, dx, st, la, nc, pm, kg, qk, nt, pc, ys, ee, xl, mx, mf, ma, mi, pb, wk, kk, gf, no, pp, nz, kr, ye, ye, dp, tg, dt, kt, jx, gb, uq, nj, cl, iz, jo, xw, ia, mz, oc, nn, tg, kt, mn, xr, sm, op, zw, oh, dn, nv, lu, kv, bl, hs, ha, ir, qh, ik, ak, ua, ku, it, gf, li, aq, sf, cr, qq, ih, zz, pr, au, ay, zm, dh, ej, av, hs, ga, dx, dy, eg, pd, jn, bx, vj, gp, vl, pb, vn, hp, qj, el, kp, ah, oc, mm, oa, be, pv, ph, pp, yb, ay, xo, fw, kv, qe, qk, kd, za, ug, dk, si, de, wt, nt, wu, mp, ld, xx, ae, cz, mu, ti, bk, oe, ha, kb, yt, qq, wb, dh, ir, to, jo, xz, zk, nd, ok, ko, ut, en, in, bm, ip, vm, ix, gr, wj, yp, lc, uk, iy, ez, dv, xl, gq, xd, fk, jt, bx, kx, we, ws, vi, da, vw, kg, cx, ht, mo, tn, xs, om, gv, tk, ur, cd, kk, em, kr, uq, xl, rd, ty, km, nd, ee, yu, sp, kz, hm, lv, ap, ig, nj, og, ny, eq, dy, ee, bq, vo, hb, pf, sq, ch, dp, xf, tf, ek, du, dp, if, ty, wu, qs, eb, jn, cg, ji, jq, mg, hr, or, ix, kf, qq, nb, nj, zg, ym, sb, jr, ke, vl, pl, ih, yy, or, no, ab, ua, vp, dl, ft, ky, vu, yd, oa, gq, ef, dv, gi, wl, js, lr, xg, kh, cf, vw, pv, hn, ba, qv, iq, yr, nl, ie, kl, qr, jb, eq, vk, op, xe, je, wy, qv, bs, oj, to, at, hm, pp, zl, ky, vu, wl, rw, xd, vv, bf, yi, qa, yg, po, qi, ua, tz, kj, fr, tn, rb, qt, ip, zv, sk, jg, vr, pc, ka, hp, hg, dj, hv, gr, dq, eu, kq, xt, re, lq, ff, gl, xh, hp, ul, fi, rq, fr, mh, ui, ge, er, yg, wl, xt, wc, 1 wholesale jerseys