Ketik disini

Headline Selong

Banjir Rob, Warga Ogah Mengungsi

Bagikan

SELONG -A� Memasuki malam ketiga, banjir Rob yang terjadi pada Selasa malam lalu, (5/12) di Kecamatan Jerowaru dan Keruak tak jauh berbeda dengan dua malam sebelumnya. Warga yang terdampak di beberapa desa terlihat mulai terbiasa dengan kejadian alam tersebut.

Inaq Devi, salah seorang warga Dusun Ekas, Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Lotim mengatakan setiap tahun air laut selalu naik ke daratan. Tapi memang, tahun ini naiknya jauh lebih banyak dibanding biasanya. Siklus banjir rob seperti ini bisa terjadi sekali dalam sepuluh tahun.

a�?Ya, sudah terbiasa. Tapi melihat rumah saya terendam seperti itu, tetap saja ada kekhawatiran. Apalagi katanya banjir rob masih akan terjadi dalam dua malam ke depan,a�? tutur Inaq Devi sambil memandang rumahnya yang terendam air laut.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Berdasarkan pantauan Lombok Post, genangan air naik perlahan-lahan dari pukul 22.00 Wita. Sekitar satu setengah jam kemudian, pada pukul 23.45 air mulai surut. Selama air naik, warga yang rumahnya terendam mengungsi di tenda yang sudah disiapkan tim gabungan, BPBD, SatPol PP dan Sar unit Lotim. Selain di tenda, ada juga warga yang tidur di masjid, atau rumah keluarganya yang tidak terdampak.

Beberapa warga ada juga yang memilih untuk tak meninggalkan rumahnya. Mereka terlihat duduk A�santai di berugak rumah masing-masing. Katanya, jika air sudah naik melewati tinggi berugak mereka, baru mereka akan pindah.

Karena itu, Tim Sar Unit Lotim berjaga-jaga. Dibantu BPDB Lotim dan Sat Pol PP. Selama air naik, mereka berkeliling menggunakan perahu. Menunggu, kalau-kalau air naik lebih tinggi dan warga yang masih bertahan di rumahnya membutuhkan evakuasi.

L Masri Habibulloh, Kasi Evakuasi dan Penyelamatan BPBD Lotim yang malam itu turun memantau di Dusun Ekas, mengatakan sebanyak 30 personel tersebar di beberapa lokasi yang terdampak banjir Rob. Selain itu, pihaknya juga dibantu SatPol PP, dan Sar unit Lotim.

a�?Yang kita utamakan dalam evakuasi itu perempuan dan anak-anak,a�? terang Habibulloh kepada Lombok Post.

Ia juga menerangkan kalau sudah tiga malam sejak terjadinya banjir Rob, pihaknya terus memantau dan berjaga. Meski warga sudah terbiasa dengan keadaan seperti itu. Kepala BPBD Lotim, H Napsi,A� juga turun langsung memantau di desa lainnya.

Sementara, Nanang, salah seorang relawan Sar unit Lotim mengatakan beberapa warga memang tak ingin meninggalkan rumahnya.

a�?Sudah kita minta untuk pergi. Tapi mereka mengatakan menunggu air lebih besar lagi. Mau apalagi. Itu sebabnya kita terus memantau kondisinya,a�? kata Nanang, sambil berjalan di genangan air yang dalamnya sepinggang.

Beberapa menit setelah air surut, tim gabungan pun mulai meninggalkan lokasi. a�?Kalau sudah surut, warga bisa kembali ke dalam rumahnya masing-masing,a�? terang Habibulloh sambil beranjak ke dalam mobil. (tih/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka