Ketik disini

Headline Politika

Januari Titik Balik Pertarungan Politik NTB

Bagikan

MATARAM- Januari 2018 mendatang diperkirakan menjadi titik balik pertarungan politik NTB. Pada saat itu pendaftaran resmi dibuka.

“Persaingan akan semakin ketat setelah pendaftaran,” kata peneliti Poltrust NTB Zainal Abidin, kemarin.

Selain karena masa kampanye yang resmi dimulai, ada hal krusial yang terjadi saat pendaftaran itu. Para pejabat akan menanggalkan posisi yang kini diembannya. Dr Zulkieflimansyah yang kini menjabat Anggota DPR RI dan Mori Hanafi sebagai Wakil Ketua DPRD NTB harus mundur dari jabatannya sebagai rakil rakyat. Sedangkan untuk Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT, Bupati Lombok Timur HM Ali BD, dan Wakil Gubernur NTB HM Amin minimal harus cuti dari jabatan yang kini diemban.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

“Pada saat itu kita akan melihat kekuatan masing-masing yang lebih berimbang,” analisanya.

Prediksi ataupun survei yang muncul saat ini sangat mungkin berubah. Misalnya Zul yang kerap dikatakan ada di urutan buncit, bisa saja mengejar ketertinggalannya. Apalagi jika paket Zul-Rohmi jadi terbentuk, maka basis massa yang sudah jelas akan langsung bergerak.

“Sudah ada modal elektoral untuk mengejar ketertinggalan,” katanya.

Pun demikian dengan juara survei saat ini, Ahyar Abduh, sangat mungkin melorot setelah dia cuti dan Mori pendampingnya melepas posisi yang dipegang saat ini.

“Sekarang pun selisihnya tidak terlalu jauh,” Zainal mengingatkan.

Ketua Jurusan Pemikiran Politik Islam UIN Mataram, Agus memberikan analisa yang agak berbeda. Baginya kepala daerah yang hendak maju tak serta merta kehilangan kekuatan saat mengambil cuti. Sangat mungkin Ahyar, Suhaili, Ali, dan Amin mengkonsolidasikan kekuatannya masing-masing terlebih dahulu sebelum melepas sementara jabatan mereka. Beda dengan anggota dewan seperti Mori dan Zul yang harus benar-benar berhenti.

“Ini titik lemah mereka berdua,” katanya.

Sedangkan wakil gubernur, bupati, dan wali kota yang mencalonkan diri memiliki tiga kekuatan, yakni kekuasaan, wewenang, dan kepemimpinan. Tiga kekuatan yang dimiliki ini diyakini sudah digunakan jauh-jauh hari sebelum tahapan pemilu dimulai. Mereka akan menata kembali kekuatan politik itu sebelum mereka cuti kampanye. Maka meskipun pada saat cuti nanti kekuatannya sudah berkurang, tapi tidak terlalu signifikan karenaA� sudah tertata.

“Begitu mereka selesai kampanye maka sisa tiga hari pada masa tenangA� bisa mereka gunakan secara maksimal,” analisanya.

Sehingga paket Zul-Rohmi justru diyakini menjadi paket yang paling berkurang kekuatannya. Sementara Suhaili-Amin adalah yang paling besar kekuatannya dalam kasus tersebut karena mereka berstatus bupati dan wakil gubernur.

Namun faktor Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi adalah hal yang tak bisa dilupakan. Dia tentunya akan maksimal memenangkan Zul a�� Rohmi. Rohmi adalah saudara kandungnya. Terlebih dengan posisinya yang tetap menjabat dan tak perlu cuti sama sekali. A�Belum lagi massa NW yang dikenal solid membuat pasangan Zul a�� Rohmi ini justru leluasa bergerak ketika tidak memegang jabatan.

“Tapi TGB rasional, kalau sekiranya Zul-Rohmi tak kuat, bisa saja dialihkan untuk kandidat lain,” analisanya. Kita lihat, apakah analisa Zainal atau Agus yang akan terbukti di Pilgub NTB 2018 mendatang. (yuk/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys