Ketik disini

Metropolis

Delapan Jukir Liar Ditangkap

Bagikan

MATARAMa��Gerah dengan aksi koboi dari para Juru Parkir (Jukir) liar, Kamis (7/12) tim gabungan turun dan menangkap mereka. Ada delapan jukir yang ditangkap di sejumlah titik. Mereka kemudian digelandang ke kantor Dinas Perhubungan Kota Mataram.

Tak ada perlawanan berarti dari para jukir. Saat petugas menaikan mereka ke atas mobil patroli, semuanya patuh. a�?Mereka jukir yang belum teregistrasi,a�? kata Kepala Bidang A�Keselamatan Pengendalian Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Mataram, Mahfuddin Noor.

Delapan Jukir liar itu lantas diintrogasi. Dari data diri hingga pada siapa mereka menyetor penarikan selama ini. Beberapa diantaranya berdalih sebagai jukir pembantu. Tapi Fudin menegaskan apapun alasan mereka, menarik parkir tanpa mendaftarkan diri sebagai jukir di UPTD Parkir, termasuk tindakan ilegal. a�?Itu liar!a�? tegasnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Fudin memastikan mereka semua bekerja serampangan. Walau mengaku tetap menyetor, tapi banyak juga yang hanya melakukannya satu kali seminggu. Bahkan ada yang sekali sebulan. Inilah yang diduga menjadi penyebab kebocoran retribusi selama ini.

Karena itu, dirinya berkomitmen memberi peringatan terakhir dan menindak aksi jukir liar di Kota Mataram. a�?Ini yang pertama dari sepuluh rencana operasi penertiban yang telah kita rencanakan di bulan ini,a�? jelasnya.

Delapan jukir itu ditangkap di Kebon Roek, Jalan Saleh Sungkar, Jalan Yos Sudarso, Jalan Panji Tilar Negara, dan Jalan Sriwijaya.

Ditegaskan Fudin, sebenarnya operasi jukir liar ini sudah dilakukan sejak Agustus lalu. Hanya saja, sifatnya masih teguran dan peringatan. a�?Sekarang kita bawa ke posko,a�? tegasnya.

Lebih jauh, ia berharap langkah tegas Dishub ini, dapat berimbas pada target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Minimal para Jukir yang melakukan aktivitas penarikan retribusi, harus telah terdaftar dulu.

a�?Baru setelah itu kita akan melakukan peningkatan disiplin lebih tinggi lagi, yakni harus menggunakan karcis,a�? jelasnya.

Sepanjang 2017 ini, Dishub hanya A�melakukan sosialiasi atas Perda no 7 tahun 2015 tentang pengelolaan parkir. Saat ditanya soal inovasi dalam menggenjot kepatuhan penggunaan parkir, Fudin menjanjikan itu akan dilaksakan pada tahun 2018 nanti.

a�?Baik Jukir atau mayarakat yang rajin mengumpulkan karcis,A� akan kami beri hadiah,a�? janjinya.

Teknisnya dengan meningkatkan pengawasan. Dengan membentuk tim gabungan dari kepolisian dan Satpol PP. Di tahun 2018, akan menjadi tahun penindakan. Di mana setiap jukir liar atau jukir yang tidak mau menggunakan karcis akan diproses secara hukum.

a�?Sedangkan bagi masyarakat, nanti kita siapkan sejumlah kotak untuk memasukan kupon karcis yang selanjutnya secara berkala akan diundi,a�? jelasnya.

Fudin mengatakan, inilah inovasi yang paling realistis sesuai dengan amanat yang ada dalam Perda Nomor 7/2015. Kritik yang muncul dari sejumlah elemen masyarakat dan dewan sangat memotivasi timnya untuk bertindak lebih serius lagi menangani persoalan parkir ini.

Kasat Shabara Polres Mataram AKP I Made Astina juga menjanjikan komitmen aparat kepolisian untuk memback up penegakan hukum daerah. Langkah ini untuk memastikan upaya pemerintah dalam menegakan aturan berjalan sesuai harapan. a�?Dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,a�? ujar Astina.

Karena operasi penertiban ini sifatnya sudah penandatanganan surat pernyataan dan juga peringatan terakhir, apabila para jukir kembali melanggar maka Astina memastikan sudah bisa diproses secara hukum. a�?Iya kalau ada pelanggaran lagi setelah ini ya diproses hukum,a�? tegasnya.

Salah satu jukir yang diamankan, Maliki berdalih aksi penarikan retribusi yang ia lakukan sudah sesuai prosedur. a�?Saya juga menyetor pada petugas yang datang,a�? kilah Maliki.

Sayangnya, ia mengaku tak tahu persis identitas petugas yang kerap ia setori hasil penarikan retribusi. Ia berdalih yakin orang itu adalah petugas. Dari pakaian dan beberapa nota setor yang ia tanda tangani. a�?Saya jadi jukir di Yos Sudarso,a�? jawabnya.

Walau demikian, Maliki akhirnya mengakui setoran itu tidak intens ia berikan dalam setiap hari. Ia juga kerap was-was orang yang datang ke dirinya, bukan dari UPTD Parkir Kota Mataram. a�?Dari pada tercecer ke mana-mana, lebih baik saya kasih anak istri,a�? ungkapnya polos.

Kepala UPTD Parkir Kota Mataram Kanesti Cahya Kartika, menegaskan memang ada Korlap yang telah diberhentikan. Karena tidak bekerja sesuai harapan. Karena itu ia mengimbau pada seluruh jukir agar tidak menyerahkan hasil penarikan retribusi pada mereka.

a�?Ada namanya ED (Insial, Red), tapi kami juga harus klarifikasi apa ia pernah terima setoran atau tidak,a�? terangnya.

Selain itu, Korlap yang telah ditugaskan datang dengan membawa kwitansi khusus. a�?Kalau tanpa itu, ya jangan serahkan pada mereka,a�? pintanya. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka