Ketik disini

Headline Politika

Ali-Sakti Bersiap Hadapi Verifikasi Faktual

Bagikan

SELONG– HM Ali Bin Dachlan dan HL Gede M Ali Wirasakti Amir Murni tengah bersiap menghadapi verifikasi faktual. Dalam pemeriksaan yang dilakukan KPU 12-25 Desember itu, satu demi satu pendukung yang sudah menyerahkan KTP akan didatangi petugas.Mulai dari kebenaran identitas hingga sikap yang benar-benar mendukung akan diperiksa langsung.

“Kami sudah sangat siap,” kata Ketua Tim Pemenangan Ali-Sakti, Basri Mulyani pada Lombok Post, kemarin.

Dia menerangkan, pihaknya sudah melakukan bimbingan teknis. Seluruh tim pemenangan hingga relawan di 10 kabupaten/kota sudah diberi arahan. Intinya bimbingan yang diberikan terkait dengan dukungan. Semuanya mengacu sebagaimana yang dipersyaratkan dalam PKPU 3/2017 jo. PKPU 15/2017.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

“Kalau ada yang merecoki, berarti mereka tak siap berdemokrasi,” ujarnya.

Kekhawatiran itu mencuat karena belakangan isu tersebut mulai berhembus. Kendati belum terbukti kebenarannya, namun tim Ali-Sakti coba mengantisipasi hal tersebut.

“Kan sudah ada panwas selaku pengawas dan tim penghubung dari kami yang akan bekerja di lapangan mengawal ini,” katanya terkait langkah pencegahan adanya kemungkinan pihak yang akan mencurangi.

“Kalau ada yang menjegal di lapangan, maka itu dapat dilaporkan secara pidana karena sudah masuk dalam tahapan pemilu,” tambahnya.

Terkait itu, Ketua KPU NTB L Aksar Ansori mengatakan pihaknya bekerja profesional dalam menjalankan segala tahapan. Khusus untuk bakal calon independen, ia menegaskan tak ada konspirasi dengan siapapun.

“Untuk apa juga KPU mau konspirasi karena KPU memperlakukan semua sama dan setara,” katanya

Hal itu sekaligus menjadi jawaban atas tudingan salah satu bakal calon independen yang dinyatakan tak lulus verifikasi awal. KPU NTB, kata Aksar, tidak pernah membeda-bedakan siapapun. Semua memakai standar dan prosedur yang sama. Terlebih juga prosesnya sangat terbuka.

Sejak awal dijelaskan bakal calon datang diterima dengan baik, termasuk diberi kesempatan jika ada dokumen yang belum lengkap hingga menit-menit terakhir. Saat pemeriksaan berkas juga disaksikan bakal calon atau tim, Bawaslu, hingga kepolisian. KPU NTB juga memberi kesempatan memberikan sambutan.

“Sama semua perlakuannya, tak ada yang dibeda-bedakan,” tegasnya.

Ketua Bawaslu NTB M Khuwailid mengatakan pihaknya akan mengawal secara ketat verifikasi faktual tersebut. Tim di 10 kabupaten/kota sudah dipesankan pentingnya pengawasan maksimal itu.

“Sejak awal sudah kami lakukan, masuk tahapan ini akan makin intens lagi,” tegasnya. (yuk/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka