Ketik disini

Headline Selong

Ditolak, Dermaga Pantai Pink Jalan Terus

Bagikan

SELONG-Meski sejak awal telah mendapat penolakan, pembangunan dermaga di kawasan Pantai Pink ternyata berlanjut. Hal ini pun membuat warga dan pelaku wisata geram. Puncaknya, minggu lalu sejumlah warga bersama kelompok sadar wisawata mendatangi lokasi pembangunan dermaga. Mereka memasang spanduk di sekitar dermaga sebagai bentuk penolakan terhadap pembangunan dermaga Pantai Pink oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTB.

“Sejak beberapa bulan lalu kami sudah menolak. Tapi ternyata dermaga ini terus dibangun. Kami menolak karena dermaga ini merusak pemandangan di Pantai Pink dan juga terumbu karang di dalam lautnya,” terang Jaya Kesuma, Koordinator Pengembangan Pariwisata Pokdarwis Jerowaru Bay kepada Lombok Post kemarin (10/12).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Penolakan para pelaku wisata akibat penempatan bangunan dermaga dinilia tidak layak. Karena, niat Dinas Pariwisata NTB untuk menata pariwisata Pantai Pink justru merusak destinasi wisata tersebut. Tidak hanya mengganggu pemandangan pantai yang memesona, tiang beton dan besi penopang dermaga dianggapA� merusak terumbu karang. Dimana, selama ini terumbu karang menjadi salah satu daya tarik pengunjung yang datang ke Pantai Pink.

“Harusnya yang diprioritaskan itu MCK atau tempat sampah. Kalaupun mau bangun dermaga, silakan saja, tapi yang bisa menambah daya tarik pariwisata, yang unik. Ini malah merusak,” ungkap Jaya dengan nada jengkel.

Sementara Sya’banul Amin, pengurus Pokdarwis Jerowaru Bay lainnya menduga ada kepentingan sejumlah pihak atas pembangunan dermaga ini. Ia menduga ada kaitannya dengan keberadaan perusahaan swastaA� yang akan membangun destinasi wisata di kawasan Hutan Lindung Sekaroh. “Ini hanya dugaan saya saja. Kalau ini dibiarkan, Pink akan sepi pengunjung,a�? tudingnya.

Namun terlepas dari dugaan yang ia sampaikan, ia menyayangkan langkah Dispar NTB yang dinilai merusak kawasan Pantai Pink. Sehingga, ia mengancam warga bersama Pokdarwis akan melakukan aksi unjuk rasa jika Dispar NTB tak merespon penolakan warga. “Komunikasi kami selama ini baik dengan Dispar NTB. Tapi kalau masalah dermaga ini tidak direspon, kami akan gedor mereka,” ancamnya.

Terpisah, Kepala KPH Rinjani Timur Lalu Saladin Jufri selaku pengelola kawasan hutan lindung Sekaroh mengaku belum menerima laporan atas penolakan pembangunan dermaga. Namun ia mengakui kalau pihaknya sudah mengeluarkan izin untuk Dispar NTB membangun dermaga di Pantai Pink ini.

“Kalau kami hanya di daratannya saja yang mengeluarkan izinnya. Sementara untuk di kawasan lautnya itu mungkin izinnya dikeluarkan pihak Dinas Kelautan,” ungkapnya.

Terkait lokasi pembangunan dermaga yang dinilai merusak pemandangan, Lalu Saldin mengungkap itu sudah melalui kajian. Dimana, kajian tersebut dilakukan oleh pihak Dinas Pariwisata NTB. Pihaknya hanya memberikan rekomendasi izin pembangunan dermaga. “Itu kan agak ke kiri dan tidak di tengah-tengah. Kalau terlalu dekat dengan tebing, dikhawatirkan nanti ketika gelombang besar, perahu pengunjung justru akan terhempas ke tebing,” ucapnya.

Sehingga, lokasi saat ini pun dinilai paling ideal oleh pihak KPH dan Dispar NTB. Sementara terkait keberadaan dermaga yang akan merusak terumbu karang bawah lautnya, ia mengaku itu bukan kewenangannya. “Sekali lagi kami hanya memberi izin untuk daratan. Kalau pembangunan dermaga di atas lautnya, itu bukan ranah kami,” tandasnya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka