Ketik disini

Headline Metropolis

Jangan Bubar Kayak Emaar, ITDC Siapkan 200 Ha untuk Qatar

Bagikan

MATARAM-Upaya jemput bola menggaet investor Qatar ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sudat tepat. Namun, Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi diingatkan agar investasi Qatar di Mandalika nanti tidak bernasib sama seperti Emaar Properties. Sudah teken MoU, tapi investasi malah bubar.

a�?Kita tidak ingin pengalaman buruk bersama Emaar Properties terulang,a�? kata Anggota Komisi II DPRD NTB TGH Hazmi Hamzar.

Emaar Properties adalah BUMN milik Uni Emirat Arab. Pada 2007 silam, Emaar telah menandatangani nota kesepahaman investasi di Mandalika Resort yang disaksikan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Uni Emirat Arab. Saat itu, Emaar bersedia menanamkan modal hingga USD 600 miliar. Di tahun pertama, Emaar bakal menggelontorkan dana USD 65 juta. Di Mandalika, Emaar akan membangun kawasan wisata eksklusif dengan hotel-hotel bintang lima.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Investasi itu pun telah sampai pada pembentukan perusahaan patungan. Emaar pun telah resmi membuka kantor di Jakarta. Sementara 15 persen saham perusahaan patungan tersebut adalah milik Pemerintah Indonesia, sebagai kompensasi lahan 1.175 hektare yang akan digarap Emaar di Mandalika. Pemprov NTB sendiri mendapat bagian 5 persen saham dari saham hak Pemerintah RI tersebut. Mengingat sertifikat Hak Pengelolaan Lahan Mandalika memang atas nama Pemprov NTB.

Namun, belum ada yang mewujud di Mandalika, investasi Emaar pun bubar tanpa jejak. Emaar mengalami kesulitan keuangan yang membuat perusahaan negara di Uni Emirat Arab itu meminta penjadwalan utang-utang mereka. Pada akhirnya pada Juli 2009, Emaar Properties pun resmi hengkang meninggalkan rencana besar investasi mereka di Mandalika.

Kendati tetap ada bayangan kekhawatiran, Hazmi sendiri mengapresiasi langkah Gubernur NTB yang mendatangi Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al-Thani. Itu kata politisi Partai Persatuan Pembangunan ini merupakan hal positif. Apalagi TGB HM Zainul Majdi adalah alumni Timur Tengah dan bisa berkomunikasi dalam bahasa Arab, sehingga komunikasi lebih nyambung.

Pun begitu, Hazmi juga mengingatkan pemerintah tidak mengobral MoU kerja sama investasi.

a�?Karakter Indonesia dan Arab berbeda 180 derajat,a�? katanya.

Investor Timur Tengah lebih suka membuat MoU terlebih dahulu, baru kemudian mereka mencari dana untuk investasi. Sedangkan Indonesia lebih senang menyediakan uang terlebih dahulu. Setelah dari Qatar, ia berharap segera dipadukan konsep yang diinginkan Qatar dengan NTB. Konsepnya harus ketemu agar sejalan.

a�?Jika tidak mampu seperti keingian dia, maka tidak bisa,a�? ujar Hazmi.

Lokasi Mewah

Sementara itu terpisah, Komisaris PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) H Lalu Gita Ariad memastikan langkah Gubernur yang menemui Emir Qatar tersebut akan ditindaklanjuti dengan langkah konkret. Karena itu, ITDC sudah menyiapkan 200 hektare (Ha) lahan bagi investor dari Qatar.

a�?Tempatnya ini yang luxury area (mewah) di kawasan timur,a�? kata kata Gita Ariadi, kemarin (11/12).

Ketertarikan Qatar berinvestasi di Mandalika diungkapkan sejak Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al-Thani bertemu Presiden Joko Widodo. Bahkan saat itu, ia ingin mengkapling semua lahan KEK yang ada. Tapi permintaan itu tidak mungkin dipenuhi, sehingga mereka disiapkan lahan khusus di bagian timur.

a�?Kunujungan kemarin menindaklanjuti pembicaraan-pembicaraan sebelumnya,a�? kata Gita.

Setelah kunjungan gubernur ini, tim investasi dari Qatar akan datang meninjau KEK Mandalika.A� Baru di sana kemudian akan dibahas apa rencana dan konsep-konsep pembangunannya. Tapi saat ini belum diketahui secara detail seperti apa rencana mereka. Gambaran awal, mereka akan fokus membangun hotel berbintang. Namun belum bisa dipastikan berapa nilai investasinya.

a�?Sekarang belum kita bicara ke arah sana,a�? katanya.

Gita meyakinkan bahwa saat ini KEK Mandalika sudah sangat siap. Mulai dari kesiapan Bandara Internasional, infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, konsep pengembangan kawasan. Peresmian oleh Presiden Jokowi menunjukkan bahwa KEK Mandalika sudah benar-benar siap. Fasilitas di dalam dan di luar sudah siap, kantor layanan pun sudah ada.

a�?Kita juga sudah buat Perda untuk memberikan keringanan bagi investor,a�? ujarnya.

Semua itu dibuat untuk mempermudah para investor berinvestasi di Mandalika. Ia menyebutkan, dengan memanfaatkan modal dasar Rp 200 miliar, saat ini ITDC berhasil menarik aliran investasi hingga Rp 13 triliun. Nilai investasi yang sedang berjalan Rp 4,1 triliun, mencakup lima hotel bintang lima. Hotel Pullman, Hotel Club Med, Royal Tulip, Hotel X2, Paramount, dan pengolahan air laut dengan kapasitas 3.000 meter kubik per hari. Sementara untuk menyelesaikan seluruh kebutuhan infrastruktur dasar, masih membutuhkan Rp 3 triliun.

Investasi yang ditunggu-tunggu juga adalah Vinci Construction Grand Project (VCGP) Prancis. Rencananya mereka akan menanamkan investasi hingga Rp 7 triliun. Mereka akan membangun tujuh hotel dan sirkuit MotorGP.

Diproyeksikan, KEK Mandalika memiliki 10.000 kamar hotel, dengan target 2.000 kamar hotel sampai dengan tahun 2019. Selain itu, KEK Mandalika akan dibangun sirkuit balap kelas dunia, convention center, dan 7 hotel yang diperkirakan terealisir pada tahun 2019. (ili/kus/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka