Ketik disini

Politika

Luthfi dan Sukiman Mulai Adu Gagasan

Bagikan

SELONG- HM Syamsul Luthfi dan HM Sukiman Azmy, dua kandidat yang akan bersaing dalam pemilihan bupati (Pilbup) Lombok Timur (Lotim) mulai beralih pada tahapan strategi lanjutan. Saat lawan lain masih sibuk sebatas mengenalkan diri, keduanya tampil beda dengan A�mengenalkan program.

Luthfi sejak jauh hari sudah mencanangkan lima program unggulan. Pertama, janji pembentukan daerah otonom baru Lombok Selatan. Isu lama yang coba diaktifkan kembali lagi itu digukanannya untuk menarik simpati pemilih kawasan selatan Lotim. Jika terpilih, ia siap berjuang maksimal mewujudkan mimpi yang lama disuarakan masyarakat itu.

“Itu salah satu cari untuk membantu masyarakat di selatan,” katanya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Selain itu, ia juga menjanjikan pembentukan Kelompok Pengusaha Mandiri (KPM).A�Dia berencana mengalokasikan anggaran Rp 40 juta untuk tiap kelompok pemuda yang ada di seluruh desa. Dengan masing-masing kelompok beranggotakan 10 orang, Luthfi yakin dapat mengatasi persoalan pengangguran.

“Hanya Rp 40 M setahun, tak banyak, kita bisa,” katanya.

Soal pariwisata, iaA�bersiap menggerakkan sektor ini di selatan, tengah, dan utara Gumi Selaparang. Diberi nama Sunrise of Lombok, Luthfi berencana memaksimalkan potensi yang ada dalam dunia pariwisata.

“Orang banyak yang ke Lombok, tapi sangat jarang sebut Lotim,” katanya miris.

Selain itu ada pula gerakan daerah antisipasi murid putus sekolah dan kader siaga. Dengan program yang dicanangkan, Luthfi meyakini rakyat akan meliriknya.

Tak mau kalah, Sukiman juga mulai mengenalkan programnya. Sejumlah janji ditebar, diantaranya program satu desa satu lapangan olahraga, satu dokter, satu perawat, satu bidan, satu ambulans, termasuk satu sarana kebudayaan. Ada pula janji menciptakan lima ribu wirausahawan pemula per tahun.

Dalam bidang adat dan kebudayaan, ia menebar sejumlah janji seperti kepastian hukum bagi tanah ulayat. Termasuk revitalisasi rumah adat dan cagar budaya, serta festival kebudayaan dan kesenian. Ada pula janji untuk sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang dijabarkannya dalam janji ngaro, ngarat, ngerakat.

“Intinya kami maju untuk sebesar-besarnya bermanfaat meningkatkan kesejahteraan rakyat,” janjinya dalam acara Hanura beberapa waktu lalu.

Doktor Ekologi Politik Unram Dr H Ahmad Jupri mengatakan penjabaran visi dan misi sangat penting. Visi misi ini tak kalah penting dari aksi mengenalkan diri. Masyarakat mengetahui apa saja yang akan diperoleh jika memilih calon tertentu. Masyarakat juga diajarkan untuk memilih berdasarkan program, tak semata membeli kucing dalam karung.

“Sembari mengenalkan diri, ya program juga harus dipaparkan,” ujarnya. (yuk/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka