Ketik disini

Headline Metropolis

Terkait Proyek Jembatan Mangkrak, Suryadi a�?Bentengia�? Tiga Nama

Bagikan

MATARAM-Telisik soal persoalan di balik mangkraknya jembatan yang menghubungkan Dasan Agung dengan Dasan Sari masih berlanjut. Fakta-fakta baru terungkap, diantaranya pengakuan dari Kepala Bagian Adminisrasi Pengendalian Pembangunan (APP) Kota Mataram M Suryadi, yang mengenal tiga nama yang dilempar pihak CV Limbu Indah.

Tiga nama itu antara lain H, D, dan B (inisial, Red). Hanya saja Suryadi mengatakan, meski mengenal tapi tidak ada hubungan khusus antara dirinya dengan tiga nama itu.a�?Ya kenal-kenal begitu, gak terlalu,a�? kata Suryadi.

Pengakuan Suryadi memperkuat informasi yang dilemparkan pihak Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Lombok Barat bahwa tiga sosok nama ini memang ada. Bukan hanya lemparan isu belaka. Sebelumnya Gapensi menuding tiga nama inilah yang kerap a�?bermaina�� dalam proyek konstruksi di Kota Mataram. a�?Saya kenal gara-gara Puskesmas yang terlambat 2016 itu,a�? ujarnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Tapi pada kasus jembatan ini, ia menegaskan sepengetahuannya tiga nama ini tidak terlibat apapun. Ia meyakinkan, semua sudah sesuai aturan. Persoalan jembatan Dasan Agung, murni antara APP dengan CV Limbu Indah. a�?Ndak ada sih, yang berurusan kan kontraktornya (pemilik CV Limbu Indah),a�? cetusnya.

Ia kemudian kembali menuturkan jika dalam proses tender jembatan itu, sebanyak 50 perusahaan ikut tender. Tapi hanya ada satu perusahaan yang memgembalikan berkas. Yakni CV Limbu Indah. a�?Saya juga tidak tahu, bendera mereka dipinjam atau tidak,a�? tegasnya.

CV Limbu Indah kemudian dimenangkan. Hanya karena alasan satu-satunya perusahaan yang mengembalikan berkas. Hal ini lanjut Suryadi sudah sesuai dengan Perpres 4/2015.

Pada Bab XII, pasal 109, angka 7, huruf C disebutkan Apabila penawaran yang masuk kurang dari tiga peserta, maka dilanjutkan dengan negosiasi teknis dengan penyedia jasa. a�?Hal ini juga yang sudah kami sampaikan pada komisi III,a�? jelasnya.

Ia mengatakan, tidak mungkin menolak CV Limbu Indah sebagai satu-satunya perusahaan yang mengembalikan berkas. Hal ini tentu dapat melanggar hak-hak para kontraktor yang merasa memiliki kemampuan mengerjakan proyek. a�?Masa saya mau bilang a�?eh jangan ikut nawar!a�� kan gak mungkin kita,a�? cetusnya.

Ia juga menegaskan pada saat berkas dikembalikan oleh CV Limbu Indah, semua persyaratan telah dipenuhi. Mulai dari RAB dan data lengkap lainnya. Begitu juga peralatan yang akan digunakan untuk mengerjakan jembatan. a�?Persoalan mereka minjam alat atau bagaimana, itu tentu teknis,a�? jelasnya.

Karena itu, ia tegaskan sekali lagi tidak ada yang mempengarhui hasil dari tender. Semua sudah sesuai prosedur yang ada. a�?Saya yang awasi langsung!a�? yakinnya.

Ia juga menegaskan H, D, B tidak ada campur tangan dalam persoalan ini. Walau tak menampik dirinya juga mengenali tiga orang itu. a�?Tapi bukan dalam kasus untuk intervensi proyek ini, ndak benar juga kita buat persyaratannya dipersulit,a�? tegasnya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram M Yamin juga merasa perlu meluruskan informasi. Kedatangan pemilik CV Limbu Indah Syahbudin ke ruangannya, juga dalam posisi sebagai pemenang tender. a�?Jadi mereka sudah menang,a�? tegasnya.

Karena itu, tidak mungkin lagi mereka mengubah hasil. Posisinya saat itu berkewajiban untuk memastikan lagi CV Limbu Indah benar-benar mampu mengerjakan proyek. Karena proyek ini dinilai membutuhkan keahlian khusus. a�?Mereka menang itu kan diproses di APP,a�? tegasnya.

Yamin melanjutkan, setelah dinyatakan menang di APP, Budi kemudian mendatangi kantor PUPR dan bertemu dengan Pejabat Pembuat Komitmen. a�?Yaitu pak Taufik, bukan saya, karena saya KPA,a�? jelasnya.

Di pertemuan pertama, dirinya mengaku tak sempat bertemu dengan Budi. Hanya Taufik yang sempat bertanya lebih teknis pada Budi tentang kesiapan CV Limbu Indah menangani proyek ini. Yamin melanjutkan, oleh Taufik selanjutnya ditanyakan siapa yang akan mengerjakan sub konstruksi. Karena rangka jembatan butuh keahlian khusus.

a�?Saat itu Budi jawab (pada Taufik), katanya pak Yatno, nah hasil ini lalu dilaporkan pak Taufik pada saya,a�? jelasnya.

Penunjukan sub konstruksi ini dibenarkan dalam aturan. Saat menerima laporan dari Taufik, Yamin mengaku senang. Sebab beberapa proyek jembatan gantung sebelumnya, juga pernah ditangani Yatno.

a�?Tapi saya ingin lebih yakin lagi, makanya saya minta Yatno dan Budi datang ke ruangan saya. Saya ingin pastikan Yatno, karena dia orang berpengalaman, makanya saya tidak ragu,a�? tuturnya.

Saat keduanya memenuhi undangan, Yamin kembali memastikan kebenaran kesiapan Yatno mengerjakan sub konstruksi jembatan. Dan selanjutnya dibenarkan oleh Yatno. Tapi ia mengaku belum puas. Karena itu, ia sempat meminta agar Yatno dan Budi membuat akta notaris. a�?Saya bilang buat akta notaris dong agar saya lebih yakin,a�? ujarnya.

Mereka berdua pun setuju. Tapi kemudian Yatno menunjuk anak buahnya Boby sebagai pengganti dirinya. a�?Ia beralasan tidak mau namanya masuk dalam akta notaris,a�? terangnya.

Dari penjelasan ini, Yamin ingin menegaskan semua sudah sesuai prosedur. Ia juga mengaku sempat merasa resah karena dirinya dikait-kaitkan dengan tiga nama (H, D, B). a�?Saya tidak kenal dengan inisial-inisial itu, saya hanya katakan ini antara saya dengan side (anda kontraktor),a�? tegasnya.

Sebenarnya kalaupun saat itu Budi sebagai pemilik CV Limbu Indah tidak menunjuk Yatno sebagai sub konstruksi, bagi Yamin tidak ada masalah. Selama pekerja konstruksi baja yang lain memenuhi kualifikasi dan pengamanan dalam buat jembatan. a�?Boleh asalkan ahli,a�? cetusnya.

Jawaban ini untuk menepis seolah-olah pihaknyalah yang berperan mengarahkan agar Budi memilih Yatno. Tapi kemudian ia pun mengakui jika pelaksana sub konstuksi yang ditunjuk jika dinilai oleh PPK dan KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) tidak layak, tentu bisa dibatalkan kontaraknya. a�?Karena kita kan belum tanda tangan kontrak,a�? tutupnya. (zad/r5)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka