Ketik disini

Headline Politika

TGB King Maker NTB

Bagikan

MATARAM- Terjawab sudah mengapa selama ini Demokrat NTB terkesan adem ayem dalam melakukan gerakan politik. Hal itu dilatarbelakangi sikap orang yang dianggap imam atau pimpinan yang memang belum memulai pergerakan.

“Tunggu imam takbir dulu,” kata Ketua DPD Demokrat NTB TGH Mahally Fikri, Senin (11/12).

Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi sepertinya imam yang dimaksud Mahally. Kendati tak menjawab secara gamblang, namun ia juga tak menolak ketika awak media coba menganalisa siapa imam yang dikatakannya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

“Kami selalu yakin, kami masih punya TGB,” katanya.

Sebagai bagian dari majelis tinggi partai, peran TGB tak hanya penting di NTB. Bahkan di level nasional, majelis yang diketuai SBY itu mengakomodir 14 pentolan partai yang merupakan kader terbaik, termasung sang gubernur NTB.

“Majelis itu menentukan,” ujarnya.

Dia menjanjikan tanggal 16 mendatang adalah selambat-lambatnya pergerakan masif dimulai. Setelah tanggal itu, dapat dipastikan mesin partai akan sangat panas menyokong kemenangan kandidatnya.

“Kefinalan Zul-Rohmi dan partai akan ditetapkan pada waktu yang sudah digariskan imam kami,” tegasnya.

TGB yang masih menjabat gubernur jelas tak bisa dinafikan pengaruhnya.Dua kali menang dalam dua pilkada di NTB tentu memiliki jurus jitu untuk mengangkat nama Zul-Rohmi.

“Zul dan Rohmi yang pemain baru memang harus kerja keras membuka jalan,” kata Agus, pengamat politik NTB dari UIN Mataram.

Saat kandidat lain akan memulai cuti atau berhenti dari posisinya Januari 2018 mendatang, TGB bisa tetap duduk pada posisinya saat ini. Artinya kekuatan TGB sebagai kepala daerah tak berkurang sedikitpun. Sebagai pimpinan NW Pancor, kharismanya juga tak memiliki tandingan. Begitu mengatakan A, para jamaah hampir pasti akan bersamanya.A�Sehingga Zul-Rohmi hisa berharap banyak dari TGB yang kini bisa menjadi king maker dalam politik NTB. (yuk/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka