Ketik disini

Headline Praya

Jumlah Nelayan Lobster Ditekan

Bagikan

PRAYA-Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lombok Tengah (Loteng), terus berupaya mengurangi jumlah nelayan penangkap bibit lobster. Saat ini, jumlah mereka ada 83 kelompok atau 830 nelayan lobster. Tersebar di wilayah Awang, Gerupuk dan Bumbang.

a�?Jumlah mereka sebelumnya, mancapai ribuan orang. Kini mulai berkurang dan terus kita kurangi,a�? kata Kepala DKP Loteng H Muhamad Tamrin, Sabtu (16/12) lalu.

Caranya, terang Tamrin mengalihkan pekerjaan mereka sebagai nelayan budidaya ikan, rumput laut dan bandeng. Pemerintah pun, menyiapkan sarana dan prasarananya. Termasuk, urusan modal usaha, pendidikan dan pelatihan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan pemanfaatan laut terbagi menjadi dua, yaitu budidaya laut dan perikanan tangkap. Untuk budidaya laut, di tahun 2013 lalu jumlah produksi ikan mencapai 43.590,60 ton, tahun 2014 naik menjadi 74.716,10 ton, tahun 2015 sebanyak 88.728,54 ton. Lalu, tahun 2016 turun menjadi 62.600,53 ton.

Kemudian, perikanan tangkap pada tahun 2013 mencapai 1.748,80 ton, tahun 2014 sebanyak 1.377,90 ton, tahun 2015 sebanyak 1.648,80 ton dan tahun 2016 sebanyak 1.662,10 ton. a�?Insya Allah, tahun ini meningkat,a�? kata Tamrin.

Apalagi, lanjutnya Kementerian Keluatan dan Perikanan (KKP), menyalurkan bantuan 18 kapal kepada perikanan tangkap. Kemampuannya mencapai 6-10 gross ton (GT). Belum lagi, bagi nelayan budidaya laut. a�?Kalau sudah seperti itu, mari kita tinggalkan lobster,a�? serunya.

Dari sisi harga, tambah Tamrin lobster memang menjanjikan, dari pada ikan atau sumber daya laut lainnya. Hanya saja, risikonya besar. Karena terbentur Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2015. a�?Dari hulu hingga hilir, kami berusaha menekan jumlah nelayan yang menangkap lobster. Mohon dukungan,a�? ujarnya.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka