Ketik disini

Headline Politika

Muhammadiyah Tidak Berpolitik Praktis

Bagikan

MATARAM– Persyarikatan Muhammadiyah tidak berpolitik praktis. Hal itu ditegaskan Ketua Muhammadiyah NTB H Falahuddin kala memberi sambutan dalam Milad Muhammadiyah yang ke- 105 M/108 H, kemarin.

A�a�?Muhammadiyah tak boleh dukung mendukung,a�? katanya.

Dalam pesan yang disisispkan pada akhir pidato itu, ia menegaskan warga Muhammadiyah sudah mengetahui hal itu. Penegasan tersebut disampaikan terkait pilihan politik yang akan dibuat menyikapi banyak agenda pemilihan yang sudah di depan mata dalam dua tahun kedepan. Mulai dari Pilwali Kota Bima, Pilbup Lombok Barat, Pilbup Lombok Timur, Pilgub NTB yang akan dihelat 2018. Termasuk Pileg 2019 dan Pilpres 2019 mendatang.

a�?Warga Muhammadiyah sudah cerdas, tapi itu bisalah ditafsirkan,a�? katanya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Pernyataan itu spontan dikeluarkan menyikapi beberapa celetukan yang muncul dalam arena milad yang dipusatkan di gedung pertemuan Islamic Center Mataram. Sejumlah peserta beberapa kali bersahutan menyebut nama Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi yang diikuti kata-kata presiden dan wakil presiden kala Falahuddin tengah di atas mimbar. Jawaban yang dikemukakannya itu kembali menjadi penegas sikap Muhammadiyah terkait politik praktis.

Membuka pidato, ia mengingatkan Muhammadiyah kini sudah makin matang secara usia. 108 tahun berdasar penanggalan Islam atau 105 tahun berdasar kalender Masehi bukanlah waktu yang singkat.A�A�Artinya Muhammadiyah didirikan 33 tahun sebelum Indonesia merdeka, termasuk 12 tahun lebih dulu dari NU. Bahkan jika dibandingkan dengan NW, ormas yang tumbuh dan berkembang di NTB, Muhammadiyah ada 41 tahun lebih sebelumnya.

a�?Semua adik kandung Muhammadiyah,a�? ucapnya.

Melalui milad tersebut, ia mengajak semua elemen NTB makin merekatkan ikatan. Sehingga dapat menghasilkan kehidupan yang harmonis dan situasi kondusif bagi pembangunan daerah. Salah satu hal spesial dalam Milad Muhammadiyah kali ini adalah bertepatan dengan perayaan HUT NTB yang ke-59.

A�a�?Selamat pada Gubernur NTB yang hampir 10 tahun ini sudah raih segudang prestasi,a�? ujarnya.

A�Catatannya, sejak 2008 hingga 2016 saja sekurangnya ada 68 penghargaan yang diperoleh. Terbaru dan paling monumental adalah keberhasilan mengorbitkan tokoh NTB TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang kini diakui sebagai Pahlawan Nasional.

a�?Tapi sayangnya baru tiga kali hadiri acara Muhammadiyah,a�? candanya disambut gelak tawa ribuan undangan yang hadir.

A�Dengan segudang penghargaan dan prestasi itu, ia tak ragu mengatakan TGB adalah Gubernur NTB yang paling sukses. Oleh karenanya, pimpinan Muhammadiyah tak ragu menyampaikan pernyataan.

A�a�?Kami bangga jadi warga NTB,a�? katanya.

Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi mengatakan Muhammadiyah bagaikan orang tua, sehingga harus banyak mengayomi anak-anaknya. TGB yang juga pimpinan NW Pancor mengatakanA�A�fungsi pengayoman itu sudah ditunjukkan melalui banyak keteladanan. Harapannya, Muhammadiyah akan terus berjalan pada rel lurus yang sudah ditetapkan.

A�a�?Berbanggalah anda semua menempel pada satu organisasi perjuangan yang didirikan KH Ahmad Dahlan yang benar-benar lillahitaala,a�? kata TGB.

Konsistensi dan mengetahui skala prioritas baginya adalah teladan yang sangat baik yang dicontohkan Muhammadiyah. Dengan jati diri yang tetap tenang dan berakal sehat, ia mengatakan banyak pelajaran yang bisa diambil dari ormas tertua di Indonesia itu.

a�?Soal baru tiga kali hadir, saya juga bingung, kok jarang diundang. Justru DPP di Jakarta, termasuk Jogja lebih sering mengundang saya,a�? kata gubernur disambut gelak tawa hadirin. (yuk/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka