Ketik disini

Headline Selong

Ali BD Yakin Lolos Verifikasi KPU

Bagikan

SELONG-Dukungan salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) pada pasangan Ali BD-Lalu Gede Sakti satu per satu dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) oleh petugas verifikasi faktual. Hal ini pun membuat pasangan Ali-Sakti harus menyiapkan berkas dukungan perbaikan dua kali lipat dari jumlah yang dinyatakan TMS. Menanggapi hal ini, Ali BD mengaku tidak khawatir sedikitpun. Ia merasa sangat yakin bakal lolos verifikasi faktual dan menjadi calon independen Pilkada Gubernur 2018 mendatang.

“Ada satu dua orang yang tidak mendukung saya itu dibesar-besarkan, itu malah bagus terhadap saya. Masyarakat yang mendukung saya malah semakin fanatik ya,” kata dia santai kepada Lombok Post di Kantor Bupati kemarin (20/12).

Karena, dengan semakin disiarkan di media, menurutnya justru orang semakin akan memberikan dukungan padanya. “Satu yang tidak mendukung ribuan lebih yang mendukung. Terlepas ada yang memanfaatkan atau tidak, orang yang ingin menjatuhkan saya justru menguntungkan bagi saya. Itu bagus sekali,” ujarnya tertawa.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Ia yakin, di setiap daerah banyak masyarakat yang memberikan dukungan padanya. Meskipun di daerah tersebut terdapat bakal calon lain seperti di Mataram yang terdapat pasangan Ahyar-Mori, maupun di Lombok Tengah yang terdapat pasangan Suhaili-Amin. “Di Lombok Timur dan Lombok Barat juga banyak ya. Kita lolos anda lihat nanti,” ucapnya.

Kalaupun nantinya ada perbaikan, Ali BD mengaku sudah ada timnya di Bale Beleq Pendukung Ali-Sakti yang siap bekerja. Hanya saja, ia menegaskan tidak selalu memberitahu apa yang pihaknya lakukan dalam politik. “Kami tidak suka mengumbar kata-kata. Silakan anda cek sendiri,” ujarnya sambil masuk ke dalam mobilnya.

Terpisah, Kapolres Lombok Timur AKBP M Eka Fathurrahman yang dimintai keterangan terkait dugaaan adanya pencatutan nama oleh tim pasangan independen baik bakal calon bupati maupun gubernur memberikan tanggapannya. Terkait dugaan adanya pemalsuan tanda tangan, menurutnya ini masih menjadi ranah KPU. Untuk memverifikasi serta menyatakan apakah dukungan tersebut memenuhi syarat atau Tidak Memenuhi Syarat (TMS). “Sampai saat ini kami tidak menerima laporan. Kalaupun ada pelanggaran, silahkan laporkan secara tertulis ke Gakkumdu, karena ini berikaitan dengan Pemilu,” ujarnya.

Nantinya ada pihak Panwaslu dan tim kepolisian yang tergabung dalam Gakkumdu yang akan menangananinya. Karena, modus pemalsuan tanda tangan berkaitan dengan pemilu bukan pidana umum. “Kalau hemat saya, itu masuk dalam pelanggaran pemilu. Bukan digunakan untuk daftar PNS atau polisi. Tapi sampai sekarang kami belum pernah terima laporan,” ungkap Eka. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka