Ketik disini

Politika

Verifikasi Faktual Calon Independen, Ada yang Mendukung, Ada yang Bingung

Bagikan

GIRI MENANG– Dalam proses verifikasi faktual terkait dukungan warga terhadap pasangan Ali-Sakti, selain bermunculannya protes warga yang tak mendukung, tak sedikit juga yang menyatakan memang memberikan dukungan pada paket tersebut. Ini menunjukkan bawah dokumen dukungan untuk Ali a�� Sakti memang benar.

a�?Saya memang mendukung,a�? kata Asmiatun, salah seorang warga Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, kemarin.

A�Perempuan berkepala tiga itu menegaskan dirinya memang benar mendukung Ali-Sakti tanpa paksaan. Namun saat ditanya alasan, ia tampak bingung. Sempat terdiam beberapa saat, Asmiatun tak juga menemukan alasan yang pas mengapa dirinya mendukung bakal calon independen tersebut. Kiprah HM Ali BD maupun HL Gede Sakti juga tak diketahuinya secara pasti.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Pokoknya saya mendukung,a�? katanya.

A�Mengenai menang atau kalah, ia juga tak mempermasalahkannya. Yang penting baginya kini adalah memilih sesuai hati nuraninya. Perempuan yang mengatakan tak kenal dengan sosok Ali maupun Sakti itu hanya merasa pas dengan dukungan tersebut.

A�Masih di desa yang sama, Lombok Post juga mendapati pihak lain yang tak mendukung. Salah satunya adalah H Junaidi Safawi. Berkasnya ada dalam dukungan Ali-Sakti. Tapi dia menegaskan tak pernah mendukung calon tersebut.

a�?Tidak,a�? jawabnya tegas.

Yang membuatnya tak habis pikir adalah salinan KTP miliknya bisa berada pada tim Ali-Sakti. Selama ini tak pernah sekalipun ada tim yang mendatanginya. Dia juga tak pernah memberikan KTP pada pihak lain. Penggunaan KTP olehnya sebatas untuk urusan kependudukan dan pencatatan sipil.

a�?Tak tahu saya dari mana dia dapat,a�? katanya keheranan.

Karena tak mendukung, ia lantas menandatangani berita acara yang disiapkan.Berkas pria 50 tahun itu diubah menjadi Tidak Memenuhi Syarat alias (TMS). Sehingga namanya dicoret pihak PPS dari daftar warga yang mendukung Ali-Sakti. a�?Saya tak kenal Ali-Sakti,a�? ujarnya.

Dia baru mengetahui namanya digunakan saat tim verifikasi faktual mendatanginya. Saat itu, ia bingung sendiri dengan apa yang terjadi.Setelah mendapat penjelasan, barulah Junaidi mengerti.

a�?Seingat saya saya pakai KTP untuk kebutuhan selain Ali-Sakti,a�? tukasnya. (yuk/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka