Ketik disini

Headline Metropolis

Pariwisata Kembali Bergairah

Bagikan

MATARAM-Setelah angka kunjungan wisatawan anjlok akibat letusan Gunung Agung di Bali, angka kunjungan wisata ke-NTB mulai pulih pekan-pekan ini. Meski belum ada maskapai penerbangan yang menyiapkan penerbangan esktra, load factor penerbangan menuju Lombok juga benar-benar penuh.

Bahkan, semenjak sebelum libur Natal hingga kemarin, tingkat hunian hotel dan resort di kawasan wisata Senggigi hingga kawasan wisata tiga Gili tembus hingga 97 persen. Sementara pada libur tahun baru, hotel dan resort tersebut tak lagi bisa menerima tamu lantaran semua kamar telah dipesan.

General Manajer PT Angkasa Pura I Lombok International Airport (LIA) I Gusti Ngurah Ardita dalam rapat koordinasi di Kantor Dinas Pariwisata NTB kemarin (27/12) mengatakan, saat ini pergerakan penumpang sudah sangat padat di LIA. Dalam sehari bisa menembus angka 11.257 orang.

a�?Seluruh penerbangan dari Bali menuju Lombok penuh setiap hari,a�? kata Ardita. Menandakan arus penerbangan ke Lombok kini kian meningkat dan arus kunjungan wisatawan kembali normal.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dia mengatakan, sepanjang Gunung Agung meletus, sebanyak empat kali LIA harus ditutup. Dan sepanjang penutupan itu, terdapat 261 penerbangan yang terkena dampak dan menyangkut nasib sedikitnya 13 ribu penumpang. Bahkan penerbangan internasional dari Kuala Lumpur dan Singapura waktu itu tidak ada sama sekali selama sepekan.

Sehingga saat itu kata Ardita, arus penumpang pesawat udara ke Lombok menurun drastis. Bahkan, jika dikalkulasi, dibanding tahun lalu pada periode yang sama sepanjang November hingga awal Desember, terjadi penurunan penumpang hingga 4 persen di LIA.

Ardita bersyukur, trend penurunan penumpang itu tidak berlangsung lama, dan kini kembali pulih. Kata dia, penerbangan dari Malaysia dan Singapura sudah pulih seperti semula. Rute yang dilayani AirAsia dan SilkAir itu juga penuh. Yang menggembirakan, dominan di antaranya adalah para wisatawan. a�?Bukan saudara kita yang menjadi TKI yang hendak pulang. Banyak yang dari Timur Tengah,a�? ungkap Ardita.

Dengan tren yang sudah mulai membaik ini, Ardita yakin, target pergerakan penumpang di LIA tahun ini akan tercapai. Jika trend ini berlanjut, dari simulasi yang sudah dibuat pihaknya, setidaknya sepanjang 2017 ini, LIA akan melayani penumpang sedikitnya 3.588.506 orang.

Tak cuma di bandara. Arus penumpang yang datang melalui Lembar juga meningkat padat. General Manajer PT ASDP Lembar Anton Mrudianto mengungkapkan, pantauan pihaknya dalam sembilan hari terakhir, pergerakan penumpang yang melalui penyeberangan Lembar mencapai 24 ribu orang. a�?Ini mobilitas yang sudah sangat tinggi,a�? kata dia.

Dia mengatakan, arus pergerakan penumpang di Lembar biasanya juga seiring arus pergerakan penumpang di bandara. Kenaikan biasa beriringan. Yang menandakan arus wisatawan dari Bali menuju ke Lombok juga meningkat.

Sementara itu, masih di tempat yang sama, Wakil Ketua Asosiasi Manajer Hotel Indonesia (IHGMA) Chapter Lombok Ernanda Agung mengungkapkan, pulihnya angka kunjungan ditandai dengan tingkat hunian hotel yang pekan ini sudah sangat menggembirakan.

Di hotel-hotel berbintang dan resort di Lombok Tengah, kawasan wisata Senggigi, dan kawasan wisata tiga gili, tingkat hunian bahkan telah menembus angka 96 persen.

Sementara kalau diratara-ratakan termasuk hotel di dalam kota, tingkat hunian berada pada posisi 73 persen. Dan hingga libur tahun baru, tingkat hunian itu akan terus meningkat. Bahkan, sejumlah hotel dan resort sudah tak menerima reservasi karena telah full booking.

Ernanda yang juga General Manajer Golden Palace Hotel tersebut tak menampik, bahwa letusan Gunung Agung di Bali telah menyebabkan tingkat hunian hotel di Lombok sempat turun drastis. Bahkan kata dia, kalau dirata-ratakan sepanjang Desember ini, tingkat hunian hotel berada pada angka 47 persen.

a�?Kami bersyukur saat ini mulai pulih,a�? tandas dia. Langkah Presiden Joko Widodo yang menyatakan destinasi wisata aman dan tidak terpengeruh letusan Gunung Agung memberi dampak yang baik.

Gunung Agung Masih Awas

Gunung Agung sendiri kata Kepala Stasiun Meteorologi Lombok International Airport Oral Sem Wilar, hingga kini statusnya masih aktif. a�?Kalau kami di BMKG, Gunung Agung itu masih diberi warha oranye,a�? kata Oral. Tanda itu menunjukkan potensi bahaya yang disimpan Gunung Agung.

Saat ini pun kata dia, akivitas magmatik terus terjadi. Letusan pun terjadi tiap hari. Semburan abu vulkanik juga tetap ada. Bahkan sehari sebelumnya sempat mengarah ke Lombok. Namun, hal tersebut tidak sampai mengganggu penerbangan. Pun begitu, bukan berarti kewaspadaan menurun terhadap Gunung Agung.

Sementara itu, di luar kondisi Gunung Agung, dia mengungkapkan bahwa sepanjang Januari ini, akan menjadi puncak musim hujan di seluruh NTB. Jika pada Desember ini hujan belum merata di seluruh NTB, maka pada Januari, hujan sudah merata mengguyur Bumi Gora. Dan kemungkinan-kemungkinan bencana yang terkait dengan musim penghujan juga menjadi salah satu yang harus diwaspadai pula di seluruh NTB.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB HL Mohammad Faozal memastikan pariwisata NTB saat ini memang mulai recovery. Agar proses recovery ini tidak tersendat, Faozal menegaskan, pihaknya telah mengumpulkan seluruh pemangku kepentingan utama, untuk menyiapkan sejumlah program-program.

Antara lain yang kini tengah disiapkan kata Faozal adalah paket-paket wisata yang disebutnya sebagai Hot Deals. Paket-paket ini memungkinkan para wisatawan mendapatkankan harga paket wisata yang menarik. Termasuk potongan harga. Baik di hotel, maupun paket wisata secara keseluruhan.

Melihat kondisi pariwisata NTB yang mulai pulih, Faozal mengungkapkan keyakinan bahwa target angka kunjungan wisatawan tahun 2017 yang sudah dipatok hingga 3,5 juta orang bisa tercapai. Apalagi, pergerakan wiastawan ke NTB akan kian padat hingga pada pergantian tahun.

Faozal mengungkapkan, sepanjang empat hari libur panjang Natal akhir pekan lalu hingga awal pekan ini, Dinas Pariwisata NTB sendiri memilih tidak meliburkan diri. Empat hari libut tersebut dimanfaatkan Faozal bersama jajarannya berkeliling ke destinasi-destinasi utama, memantau dari dekat angka kunjungan, dan memastikan kenyamanan bagi para wisatawan. (kus/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka